HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Hidung pesek


__ADS_3

“Apakah masih sakit? Mau di bantu ke kamar mandi?” tanya Rasya saat melihat Anna hendak beranjak dari tempat tidur.


“Emm, Anna bisa sendiri kak,” jawab nya lirih sambil menggigit bibir bawah nya, sesekali ia juga memejamkan mata serta menarik nafas panjang.


Rasya hanya tersenyum simpul, lalu tanpa bertanya lagi, ia langsung menggendong tubuh Anna dan membawanya ke dalam kamar mandi, “Kakak, Anna bisa sendiri!” pekiknya terkejut dan langsung mengalungkan tangan nya di leher Rasya.


“Hemmm,” jawab Rasya sambil tersenyum dan tak mengindahkan rengekan Anna yang meminta turun.


“Sayang, kalau kamu tidak bisa diem, maka kamu akan membangunkan nya lagi,” kata Rasya seketika membuat Anna langsung terdiam, dan Rasya dengan senyum puas nya, langsung menghujani istrinya dengan ciuman di seluruh wajah nya hingga membuat gadis yang baru berubah menjadi wanita itu tergelak karena menahan geli.


****


“Sayang, kok gak di makan?” tanya Michele saat melihat wajah Chila terlihat sedikit murung.


“Mama, Chila mau sama Ayah .. “ gumam nya begitu lirih, dua hari tak bertemu dengan ayah nya, membuatnya begitu sangat merindukan sang ayah.


“Hey, bukankah kemarin sudah kita bahas hem?” Michele langsung berpindah dan duduk di samping Chila.


Yah, dua hari yang lalu, Rasya dan Anna sudah berangkat ke Kanada untuk berbulan madu. Dengan semangat dan tanpa pikir panjang, Chila langsung mengiyakan dan memberikan izin, namun siapa sangka bahwa ternyata kini ia sangat merindukan ayahnya. Ia merasa sangat kesepian dan sangat ingin bertemu dengan ayah dan bunda barunya.


“Mama mau melihat dede bayi, apa kamu mau ikut?” tawar Michele yang hendak pergi untuk periksa kandungan nya.

__ADS_1


“Benarkah? Mauu, Chila mau ikut!!” serunya sangat antusias.


“Baiklah, sekarang, mama minta tolong kamu bangunkan om kamu, agar dia bangun dan cepat antar kita ke rumah sakit. Mama takut, kalau mama yang bangunin, maka darah tinggi mama akan naik,” pinta Michele dengan begitu lembut.


“Oke Mah!”


Dengan langkah kecil nya, Chila menaiki tangga satu persatu. Sudah hampir satu mingguan, sejak ayah nya menikah, Chila selalu menginap di kediaman Michele, tepatnya di rumah opa Farel. Dan tak jarang pula, dirinya selalu di suruh Michele untuk membangunkan om nya.


Beberapa hari yang lalu, adik dari Michele, yakni Mike baru pulang dari luar negri. Dan karena pernikahan Anna, maka dari itu ia pulang sekaligus berlibur.


“Om Mike!” panggil Chila sambil mengetuk pintu kamar Mike beberapa kali, “Sama mama, minta tolong anter lihat dede bayi. Ayo Om, Chila sama mama sudah siap!”


“Om buka pintu nya, ayo buruan di tunggu mama sama Chila. Om Mike, buka pintu—“


Brukk!


Tubuh Chila langsung terjatuh ke depan dan menabrak tubuh Mike yang kini sudah terlihat sangat tinggi. Meski umur nya masih empat belas tahun, namun ia sudah memiliki tubuh seperti laki laki umur dua puluh. Ia sangat suka olah raga, dan juga di umur nya yang masih segitu, dirinya sudah hampir lulus SMA di Jerman bersama sepupunya yang lain.


“Om, pelan pelan, hidung Chila makin pesek nanti!” cetus Chila mendongakkan kepala nya menatap Mike dengan kesal.


“Kalau sudah pesek, ya udah pesek aja! Bilang sama mama kamu, suruh telfon papa, dan jangan ganggu orang tidur! Dan satu lagi, Chila, kamu jangan panggil aku OM oke!” ucap nya seraya menghela napas kasar, lalu ia kembali menutup pintu kamar nya.

__ADS_1


"Tunggu Chila besar ya Om, nanti Chila panggil nya jadi, Mas!" gumam Chila terkekeh sendiri di depan pintu kamar Mike.


.


.


.


.


.


Hayoo, kalian mikirin apa? Tim mana kalian?


Ken & Chila


Mike & Chila


Atau


Mommy & Rasya 🙈🙈🙈🤭🤭🤣

__ADS_1


__ADS_2