HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Depresi


__ADS_3

Hari berganti dengan begitu cepat, kini usia kandungan Anna sudah memasuki usia tujuh bulan. Dan hari ini, dengan sangat antusias Chila kan ikut untuk mengecek keadaan calon adik bayinya. Ya, Rasya dan Anna baru akan melakukan USG di bulan ke tujuh ini, bukan tidak ingin melihat perkembangan baby selama ini, namun mereka percaya dan ingin melakukan nya di usia kandungan tujuh bulan.


“Bunda, dede nya yang mana?” tanya Chila yang kurang paham dengan gambar yang ada di monitor.


“Ini Sayang, ini dede bayi nya Chila,” jawab seorang dokter yang sedang menggerakkan alat USG, “Wah adik bayinya laki laki ini kayaknya,” imbuh dokter membuat mata Chila langsung bersinar terang.


“Benarkah?” tanya Chila dengan mata berbinar, “Adik Chila laki laki lagi, berarti Chila princess satu satu nya ya,” imbuh nya terkekeh sendiri.


Setelah mengecek keadaan adik bayinya, Rasya dan Chila pergi untuk menebus vitamin, sementara Anna pamit untuk buang air kecil terlebih dulu. Beberapa menit, Anna sudah selesai ia hendak menyusul Rasya ke tempat penebusan obat, namun langkah nya terhenti saat melihat Vino tengah mendorong kursi roda dimana Renata terduduk di sana.


“Kak Rena,” sapa Anna menghentikan langkah keduanya, “Kakak kenapa?” tanya Anna lagi.


“Oh, hay Anna” sapa Vino kembali, “Tidak apa, hanya untuk check up.” Jawab nya tersenyum, namun Renata nampak biasa saja bahkan terkesan datar, matanya menatap kosong pada sekitar nya.


“Kak Rena kenapa Kak?” tanya Anna kepada Vino.

__ADS_1


“Dia baik baik saja Anna, tidak apa kok. Oh ya, bagaimana Chila? Kamu sendirian disini?” tanya Vino mengalihkan pembicaraan.


“Oh enggak, Chila ada sama ayah nya. Dan mereka sedang menebus obat,” jawab Anna namun matanya masih menatap ada renata, “Kak tolong jawab pertanyaan Anna. Apakah ini ada sangkut paut nya dengan Chila?” tanya Anna pelan.


Vino menghela napas nya berat, lalu ia menganggukkan kepala nya, "Hanya sedikit."


"Terakhir kami bertemu beberapa bulan yang lalu—" gumam Anna mengingat kembali pertemuan nya dengan Renata saat di sekolah dan Mall, yang membuat Rasya sempat marah padanya. Dan sejak saat itu, ia tidak pernah lagi mendapatkan pesan atau kabar apapun dari Renata.


"Iya, setelah kalian pergi bersama." Jawab Vino lagi lagi menghela nafas kasar. Dan akhirnya ia menceritakan semua nya kepada Chila. Beberapa bulan terakhir, kesehatan Renata kembali drop, tepatnya saat setelah dia keluar jalan jalan bersama Anna dan Chila.


Sejak Chila mengatakan bahwa anak nya laki laki, Renata seolah berfikir keras. Ia ingin menerima bayi laki laki itu, namun jauh di dalam lubuk hatinya ia menolak.Ia masih mengira Bahwa Vito adalah Chila atau Vita. Ia mengamuk dan terus menangis berteriak, ia memanggil bayi perempuan nya, ia tidak mau dengan Vito lagi.


"Kenapa mereka bilang kamu laki laki Sayang, sudah jelas kamu begitu cantik seperti kakak kamu hem?" gumam Renata menatap anaknya yang tengah mengoceh menatapnya.


"Vito, Vito. bukan. Kamu Vita, kamu Vita ya Sayang, putri mami yang cantik. Persis seperti kakak Arshyla, cantik yah."

__ADS_1


"Tapi kata kakak kamu, kamu laki laki, kamu Vito. Enggak kan! Enggak, semua orang buta! mereka tidak melihat bagaimana cantiknya putri Mami!" seru nya menatap marah pada bayi yang baru berusia beberapa bulan tersebut.


"Vita jangan menangis Sayang, jangan menangis. Kamu tidak boleh menangis," ucapnya dengan panik saat baby Vito menangis.


Bukan mengangkat atau menggendong nya, Renata semakin di buat panik, ia hanya mondar mandir di depan tempat tidur bayi nya. Ia terus meracau bahkan tak jarang ia menjambak rambutnya frustasi dan berteriak.


Sampai akhirnya mama Susy datang dan hendak mengambil baby Vito karena takut Renata akan melukai Vito, namun yang ada di pikiran Renata adalah mama nya mau mengambil anak nya lagi.


Renata yang dalam keadaan marah saat itu langsung mendorong mama nya sendiri hingga terjatuh dan pingsan, namun renata tidak perduli. Ia segera menggendong bayi nya dan pergi dari kamar nya sendiri.


Ia menangis sambil memeluk Vito di kamar tamu, ia bersembunyi di sana sambil terus bergumam ‘Jangan ambil anakku, dia anakku.’ Dan seperti itu terus sampai akhirnya Vino datang dan bisa menenangkan nya.


Bersyukur keadaan mama Susy tidak terlalu parah. Dan sejak saat itu, Vino benar benar melarang akses Renata dan mama nya agar Renata tidak kembali melukai siapapun.


'Ya Tuhan, mengapa sampai seperti itu?' gumam Anna ikut prihatin.

__ADS_1


__ADS_2