HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Liburan


__ADS_3

Menurut orang, Kanada Utara adalah lokasi terbaik untuk menyaksikan Aurora Boreaslis atau yang biasa di sebut Cahaya utara ( Nothern Lihgt ). Wilayah itu membentang dari kota Dehcho sampai Inuvik, dan di juluki sebagai Ibu Kota Aurora di Amerika Utara. Dan benar saja, Anna dan Rasya merasa ini adalah pilihan terbaik nya. Mereka tidak menyesal mengikuti kata orang, pada nyatanya, keindahan disini tidak bisa di ragukan lagi.


Anna dan Rasya memilih untuk menginap di sebuah perkampungan berupa tepee- atau tenda Suku Indian. Tepat nya di Yellowknife, di tepi Great Slave Lake. Lokasi itu berada di tengah hutan, namun walau begitu di sana terlihat sangat indah, hangat dan juga nyaman, terlebih untuk sepasang pengantin baru, tentu saja akan terasa lebih hangat dan nyaman.


“Apa kamu suka?” tanya Rasya yang kini sedang memeluk Anna dari belakang.


“Heem, Anna suka,” jawab nya sambil menyesap sebuah coklat hangat di tangan nya.


“Apa kamu bahagia?”

__ADS_1


“Pertanyaan macam apa itu, tentu saja kakak sudah tahu jawaban nya!” cetus Anna, lalu ia meletakkan mug nya ke meja dan segera berbalik menghadap ke arah suaminya, tangan nya ia lingkarkan ke leher Rasya hingga mata keduanya bertemu dan saling menatap.


“Harusnya yang tanya seperti itu, Anna. Apakah kakak bahagia menikahi Anna? Apakah kakak tidak menyesal?” tanya Anna sedikit lirih dan menundukkan kepala nya.


“Hey, pertanyaan macam apa juga itu, tentu saja aku sangat bahagia. Sangat sangat bahagia, karena akhirnya aku bisa menikahi gadis tengil yang sok pemberani ini.” kata Rasya tulis dan langsung mengangkat tubuh Anna seperti bayi koala.


“Ihh, kakak!” pekik nya terkejut, namun ia segera melingkarkan kakinya ke pinggang Rasya agar lebih erat dan tidak jatuh.


“jangan kamu pikirkan, dia sudah pergi dan aku pastikan, kamu tidak akan bertemu dengan nya lagi.”

__ADS_1


Bukan, bukan begitu, sebenarnya ini salah Anna. Harusnya Anna gak nekat waktu itu, Anna pikir, kak Leon masih bisa ngendaliin dirinya seperti biasa,” kata Anna menghela nafas nya berat, dan meminta Rasya untuk menurunkan nya.


Namun Rasya tak mengindahkan permintaan Anna, kini laki laki itu membawa Anna untuk duduk di sebuah bangku rotan dengan posisi Anna masih duduk di atas pangkuan nya, “Ceritakan kejadian sebenarnya.” Ucap Rasya sambil menyelipkan beberapa anakan rambut ke belakang telinga Anna.


“Dulu, saat kami masih kuliah di Jerman, kak Leon sering mabuk begini. Setiap kali dia ingat sama kak Rara pasti dia akan minum. Bahkan, kak leon sempat ingin bunuh diri dengan lompat dari gedung kampus. Tapi Anna masih bisa membujuk nya, Anna masih bisa berusaha meyakinkan dia dan menyadarkan dia. Dan Anna berfikir kali ini juga masih sama, tapi ternyata—"


Anna mencengkram kuat pakaian yang di kenakan oleh Rasya, nafas nya kembali memburu dan jantung nya semakin berdetak kencang. Seolah tahu yang di rasakan istrinya, Rasya segera merengkuh Anna dan memeluknya dengan erat.


“Kak Leon itu sakit kak, dia begitu mencintai kak Rara, tapi nyatanya kak Rara menghilang. Anna tahu semuanya dari kak Leon. Anna tidak habis psikis kenapa kak Rara begitu tega sama kak Leon. Padahal dia orang baik, dan juga—“

__ADS_1


“Dia memang baik, tapi dia bajingann!” saut Rasya dingin dan datar, membuat Anna langsung menatap suaminya dengan dahi berkerut.


“Sudahlah, jangan bahas dia lagi, kita tidur sekarang!” Rasya beranjak dan membawa Anna masuk ke dalam kamar untuk istirahat.


__ADS_2