
Dengan di antar oleh papa Aldi, kini Chila Sudah berada di sebuah mobil mewah menuju kediaman mami kandungnya. Ya, inilah yang Chila tunggu sejak beberapa hari yang lalu. Rasya tidak akan sanggup mengantarkan Chila ke rumah Renata, maka dari itu, Rasya meminta tolong kepada Aldi. Dan tentu saja setelah menceritakan semuanya.
Aldi sangat terkejut, namun setelah ia berbicara dengan adiknya, ia mencoba untuk mengerti. Sejak dulu, hati Anna memang sangat lembut, ia selalu berani mengambil keputusan rumit dan menyakitkan hanya demi orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri. Setelah memastikan kondisi Anna baik-baik saja, Aldi pun akhirnya mengiyakan dan mengantarkan Chila ke rumah Vino dan Renata.
“Sayang, are you oke?” tanya papa Aldi sesekali melihat ke arah Chila.
“Chila baik baik saja Papa. Cuma, Chila takut, Bunda...”
Seolah tahu, dengan apa yang di khawatirkan Chila, Aldi segera meraih jemari mungil putrinya dengan lembut, “Doakan Bunda baik-baik saja. Papa yakin, Bunda pasti kuat.”
“Tapi bagaimana dengan adik bayi? Chila takut,” gadis kecil itu kembali menundukkan kepalanya, hingga tanpa sadar air matanya kembali menetes.
“Chila sudah janji apa sama Bunda hem? Gak boleh menangis kan? Apapun yang terjadi, Chila harus jadi gadis yang kuat, jangan lemah. Dan apapun yang akan Chila terima nanti, kenyataan yang Chila inginkan bila tidak sesuai dengan kemauan Chila. Chila tidak boleh marah, tidak boleh kecewa, karena ini memang sudah menjadi keputusan Chila. Mengerti kan?” tutur papa Aldi sambil menegakkan bahu Chila.
__ADS_1
Kini, mobil yang di tumpangi Aldi dan Chila sudah sampai di pekarangan rumah mewah milik keluarga Vino. Chila menganggukkan kepalanya, menghapus air mata dan menghela napas sedalam mungkin. Ia sudah bertekad, siap menghadapi kenyataan, ia tidak mau mengecewakan pengorbanan bunda Anna.
Aldi menuntun Chila untuk turun dari mobil, sementara gadis itu terus menggenggam jemari tangan papa nya dengan sangat erat. Jantung nya sudah berdetak dengan begitu cepat, bohong bila ia tidak takut, namun ia berusaha untuk setenang mungkin.
“Hay cantik,” sapa Vino yang sudah berdiri di ambang pintu menunggu kedatangan Chila dan Aldi.
“Ha—hay Om,” balas Chila dengan senyum yang sedikit di paksakan.
“Dimana?” tanya Aldi to the point, wajahnya masih datar membuat kening Vino sedikit berkerut.
Untuk sesaat, Aldi bisa bernafas lega. Lalu ia mengikuti Vino yang mengajaknya menuju lantai dua, dimana Renata dan Vito sedang berada. Langkah demi langkah Chila menaiki tangga dengan perasaan yang semakin tak menentu.
Hingga, tibalah saat dirinya berada di ambang pintu, melihat seorang wanita muda yang begitu cantik dengan menggendong seorang bayi mungil berambut panjang, sejenak ia sempat mengerutkan dahinya. Bayi siapa yang di gendong oleh mami Renata, namun setelah mendengar penjelasan dari om Vino, Chila paham dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Apa Chila mau menemui mami Rena?” tanya Vino memberanikan diri dengan menyebut kata mami.
Chila terdiam sesaat, hingga beberapa detik ia akhirnya menganggukkan kepalanya. Ia menghampiri mami Rena dengan perlahan, sesekali kepalanya menoleh ke arah belakang untuk menatap papa nya.
Papa Aldi tersenyum, membuat senyum Chila kembali mengembang walau debaran jantung nya kian semakin cepat. Namun ia sedikit tenang dan memberanikan diri untuk memanggil wanita tersebut.
“Ma—Mami,” panggil Chila begitu pelan, namun suara itu mampu membuat Renata yang sejak tadi fokus menimang baby Vito teralihkan.
“Mami Rena,” panggil Chila lagi dengan senyum teduh di wajah nya, membuat Renata langsung meneteskan air matanya. Nafas wanita itu memburu, air mata semakin tak terbendung, ia menyingkapkan rambutnya ke belakang telinga. Guna memastikan semoga apa yang ia dengar tidak salah.
“Mami, ini Chila.” Kata Chila lagi semakin membuat Renata tak kuasa menahan isak tangisnya, “Chila mau peluk mami boleh?”
Renata segera menganggukkan kepalanya, dan tanpa berlama lama, ia langsung berjongkok dan memeluk Chila. Dan kini tangis ibu dan anak itu pecah memenuhi kamar baby Vito. Tak hanya Chila dan Renata yang menangis haru, namun Vino dan Aldi pun ikut meneteskan air matanya, Vino segera maju dan menghampiri istrinya. Ia mengambil baby Vito agar Renata bisa lebih fokus pada Chila. Namun, Chila menggelengkan kepalanya, ia mau memeluk mami nya bersama dengan adiknya.
__ADS_1
‘Iya kan, adik Vito juga adiknya Chila. Adik Chila ada tiga.’ Gumam Chila dalam hatinya.