HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Ujung perkara II


__ADS_3

Rasya langsung turun dari mobil nya saat melihat bagaimana Susy menarik paksa tangan Chila. Tangan mungil itu kini menjadi ajang tarik menarik oleh Vino dan juga Susy, tentu saja hal itu membuat amarah Rasya semakin memuncak.


“Lepaskan puri saya!” sentak Rasya dan langsung menarik tangan Susy dengan kasar dan menghempaskan nya begitu saja. Rasya tidak perduli dengan kepala Susy yang terpentuk pilar hingga keluar darah. Ia langsung menghampirinya dan mencekik leher wanita tua itu.


“Sudah berulang kali saya peringatkan, jangan pernah berani menyentuh putriku! Anda bisa menghina saya sesuka hati, tapi ingat, saat anda berani menyentuh putriku seujung rambut pun, maka bersiaplah mendapatkan balasan. Karena aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti nya. Aku ayah nya, aku yang mengurus nya aku yang merawat nya! Siapa anda berani menyakitinya hah!” bentak Rasya marah sampai terlihat jelas urat urat leher nya.


“Cuihh!” Rasya meludah tepat di samping Susy, ia sudah tidak memandang bulu bahwa wanita itu adaah orang tua, “Apakah anda pikir saya takut masuk penjara hah!”


“Ayah, jangan Ayah, berhenti!” Chila langsung memeluk Rasya dari belakang, membuat Rasya langsung tersadar, namun kesadaran nya kembali hilang saat matanya menatap tangan mungil yang kini tengah merengkuh nya terlihat begitu merah.


“Vin, bisa tolong bawa Chila!” titah Rasya tanpa menatap Vino. Matanya masih fokus menatap marah pada sosok wanita yang tidak memiliki rasa kemanusiaan sama sekali.


“Ayah, Chila ga mau! Chila mau sama Ayah, udah Ayah ayo pulang. Ayah gak boleh begini, Ayah ayo pulang hiks hiks.” Chila terus membujuk papa nya, ia tidak mau ayah nya berbuat lebih jauh.


Melihat keadaan oma Susy yang sudah berlumur darah karena kepala nya bocor terpentuk pilar, serta nafas nya yang sudah hampir habis karena cekikan ayah nya, membuat hati Chila tidak tega dan sedih. Ia tidak mau ayah nya semain jauh menyakiti orang lain.

__ADS_1


“Chila lepaskan ayah!” tutur Rasya dengan lembut, namun Chila langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Kamu mau membunuh ku? Silahkan? Silahkan bunuh aku, hidup ku sudah kau buat hancur saat kau memperkosa putriku!” teriak Susy menantang tanpa rasa takut, walau kini Rasya sudah mencekik nya, “Cihh, jangan sok suci dan paling benar kamu anak muda. Kamu yang sudah memperkosa Renata, kamu sudah menghancurkan pernikahan nya dengan Vino, dan kelak putri mu yang akan menanggung perbuatan ayah nya hahahaha!”


“Bangsaattt!” pekik Rasya semakin tak terkontrol dan langsung menghempaskan tubuh Susy lagi.


“Mama!” seru Renata dan langsung berlari menghampiri mama nya, begitu pun dengan Vino.


“Ayahhh jangannn!” teriak Chila semakin mengeratkan pelukan ke ayahnya, tangisnya kian pecah, saat ayahnya hendak menghampiri tubuh oma Susy kembali, hingga tiba tiba bunda nya datang dengan tertatih menghampiri dirinya dan sang ayah.


“Kakak ... “ panggil Anna begitu lirih, nafas nya memburu karena dia sedikit berlari. Anna semakin melangkahkan kaki mendekat ke arah Rasya, “Jangan,” gumam nya menggelengkan kepala nya lemah.


“Tidak, tidak ada yang mendukung nya Ras, kami semua mendukung mu!” jawab Vino dengan cepat, “Kami tahu apa yang kamu rasakan Ras, tapi—“


“Cih, mertua kamu—“

__ADS_1


“Kakak, ku mohon berhenti. Kita pulang,” kata Anna yang suara nya semakin lirih.


“Ayah ayo kita pulang hiks hiks, ayo ayah kita pulang.” Bujuk Chila semakin takut.


Sedikit lagi, sedikit lagi ayah nya akan memukul seorang wanita tua. Chila dan Anna tidak akan membiarkan itu, meskipun Rasya sangat marah tapi memukul seorang wanita tua renta, itu perbuatan salah.


“Kita akan pulang, setelah aku—“ Rasya tidak jadi melanjutkan ucapannya saat mendengar suara teriakan dari sang istri.


“Aarrrkkhhhh!”


.


.


.

__ADS_1


Holaaa, mommy mau kasih rekomen novel seru lagi nih. Sambil menunggu mommy update lagi, boleh yuk mampir, barang kali suka😍😍😍



__ADS_2