
“Bunda, memang nya tadi itu siapa? Kenapa tante itu peluk Chila, terus nangis? Kenapa juga, ayah menyuruh kita ke kamar? Kenapa ayah—“
“Ayah kenapa?” tanya Rasya yang baru saja masuk ke dalam kamar.
“Ayah kenapa, Ayah suruh Chila pergi? Ayah gak kasian sama tante nya dede bayi tadi? Tante itu nangis loh Ayah,” kata Chila dengan polos nya membela Renata.
“Sayang,bukan ayah begitu. Tapi ayah—“
“Ayah gak mau kamu bertemu lagi sama tante itu.” Pungkas Rasya langsung memotong penjelasan Anna.
“Kakak!” seru Anna seolah tidak setuju.
“Sayang, aku mohon. Hargai keputusan aku,” kata Rasya dnegan tegas dan tak ingin di bantah. Akhirnya, Anna mengiyakan dan hanya bisa diam tanpa melawan lagi.
__ADS_1
***
Sementara itu, Renata sudah di jemput oleh Vino beberapa saat yang lalu. Ternyata, Renata nekat kabur saat ia menelfon Michele pagi itu tanpa sengaja ia mendengar suara Chila dan Michele juga Mengatakan bahwa dia sedang menginap di rumah Anna dengan ada Chila juga. Maka dari itu, Renata nekat pergi dengan taxi menuju rumah Anna agar bisa bertemu dengan Chila.
“By, kenapa aku jadi kasian lihat Renata begini yah.” Gumam Michele yang masih berdiri di depan pintu menatap mobil milik Vino yang sudah tak terlihat.
Aldi tidak mampu menjawab perkataan istrinya, karena sejujurnya ia juga merasa sangat kasian, namun ia juga tidak tahu harus bagaimana. Semua keputusan ada di tangan Rasya, dirinya sebagai orang lain tidak bisa ikut campur begitu saja.
“By, apa menurut kamu, Chila berhak tahu siapa Renata sebenarnya?” tanya Michele menatap suaminya.
Ia menghargai privasi menantu nya, ia merasa ini bukan hak nya, dan ia hanya bisa menjadi penonton saja.
****
__ADS_1
Pagi hari, semua masih beraktivitas seperti biasa. Dan seperti biasa, Anna masih mengalami morning sicknes, jadi ia merasa tubuh nya selalu lemas saat pagi hari. Meski begitu, ia masih berusaha untuk tetap bersikap seperti biasa, menyiapkan kebutuhan Rasya dan juga Chila, walau pun Rasya melarang namun Anna tetap kekuh.
“Sayang, sudah jangan di paksa. Aku gak mau kandungan kamu kenapa kenapa.” Kata Rasya langsung mengangkat tubuh istrinya yang sudah terkulai lemas di depan pintu kamar mandi karena habis memuntahkan isi perut nya.
“Tapi Anna mau mandi kak, Anna harus anterin Chila sekolah.Hmmtt—“ lagi lagi Anna memejamkan matanya erat sambil tangan nya membekap mulut, agar tidak kembali muntah.
“Chila biar berangkat sama aku, kamu tidak usah mengantarkan nya. Yah,” kata Rasya dengan lembut.
“Tapi kak—“
“Sayang, kamu harus nurut dan dengerin aku! Gak ada bantahan!” kata Rasya tegas dan wajah nya langsung berubah menjadi dingin dan datar.
Selesai mandi, Anna dan Rasya segera turun sarapan bersama. Di sana, sudah ada Chila dan papa Tian yang sudah memulai sarapan lebih dulu. Sementara Aldi dan Michele, ia sudah pulang ke rumah nya sejak semalam.
__ADS_1
Anna mengantarkan suami dan anak nya hanya sampai depan pintu, lalu ia segera masuk dan kembali tidur, tak lupa ia memasang alarm agar bangun saat jam pulang sekolah Chila. Namun, saat ia hendak memejamkan matanya, ia melihat ada notif pesan wa dari nomor baru yang mana malah membuat nya urung melanjutkan tidur, pikiran nya langsung kacau dan melayang kemana mana.