
"Bunda, bantuin Chila untuk bujuk Ayah, " rengek Chila sejak tadi terus merayu bunda nya agar mau membantu nya untuk membujuk sang ayah.
Chila sangat ingin mondok ke pesantren, namun Rasya tidak mau jauh dari putri nya. Meski itu baik untuk Chila, namun Rasya masih memiliki ketakutan besar saat jauh dari putri nya. Itu sebab nya, Rasya tidak mau, terlebih saat Chila menginginkan pondok pesantren yang ada di kota Malang. Itu sangat jauh dari Jakarta, ia tidak mungkin melepas putri nya yang masih sekolah dasar untuk ke sana seorang diri.
"Sayang, apa kamu tidak bahagia bersama ayah dan bunda? sekolah islam disini banyak, kenapa kamu sangat ingin ke pondok?" tantan bunda Anna begitu lembut, "Siapa yang kamu hindari?" tebak nya.
"Gak ada Bunda. Chila gak mau menghindari siapapun, Chila hanya—" ia tidak mampu melanjutkan kata kata nya, ia hanya bisa menunduk mencoba menyusun kata agar bisa di percaya.
"Sayang, Chila boleh sekolah di manapun, asal masih di Jakarta Ayah sayang sama Chila, ayah gak mau jauh dari Chila."
__ADS_1
"Tapi, Chila—"
"Sayang, bukan Bunda tidak mendukung keinginan Chila. Bunda juga ingin yang terbaik untuk putri bunda. Tapi, kalau boleh bunda jujur, Bunda juga gak mau jauh dari Chila." ucap Anna jujur.
Chila langsung terdiam saat matanya menatap wajah bunda Anna. Terlihat jelas sekali ada rasa takut dan cemas dalam sorot mata itu. Dan kini Chila juga sadar, bahwa orang tua nya tidak akan mudah melepas nya. Terlebih, saat beberapa saat yang lalu dirinya sempat hilang. Dua hari Chila tersesat dan akhirnya ketemu di sebuah pemukiman yang Chila sendiri tidak tahu itu dimana.
Saat itu, Chila sedang berjalan jalan bersama Mike dan juga Els, namun entah bagaimana ceritanya Chila terpisah dan ia berusaha untuk mencari Mike namun tidak bertemu.
Hal yang tidak pernah Chila duga, bahwa ternyata supir taxi itu memiliki niat jahat. Ia menculik Chila dan membawa nya pergi ke tempat yang lumayan jauh. Meminta tebusan sebuah uang yang cukup besar. Hingga pada akhirnya, Mike dan ayah Rasya berhasil menemukan nya setelah ayah nya memberikan uang tebusan.
__ADS_1
Sejak saat itu, ayah Rasya menjadi semakin over protektif kepada Chila. Ia membatasi gerak Chila, selain sekolah dan pergi bersama keluarga, ayah Rasya tidak akan mengijinkan nya lagi. Sekalipun itu Mike atau Michele, ia tidak akan memberi izin.
"Sayang, bunda mohon mengerti yah. Ayah sama bunda hanya takut kejadian itu terulang lagi. Tolong menetap di sisi ayah dan bunda. " pinta bunda Anna penuh harap.
"Bunda .... "
"Sayang, untuk saat ini saja. Kamu bisa bicara lagi dengan ayah saat nanti kamu sudah sedikit lebih besar. Jangan sekarang, oke. Saat nanti kamu sudah bisa menjaga diri, kamu sudah bisa yakin kan ayah bahwa kamu bisa, pasti ayah akan mempertimbangkan nya. Tapi tidak sekarang! "
Chila mengangguk tanda setuju. Mungkin dirinya terlalu terburu buru. Umur nya belum genap sepuluh tahun, memang benar, ia masih ceroboh dan belum bisa menjaga diri, bagaimana ia akan pergi dari rumah. Sekalipun itu pondok pesantren, namun lokasi yang cukup jauh dari orang tua nya tentu akan membuat mereka khawatir. Terlebih, dirinya putri satu satu nya, pasti ayah nya sangat mencemaskan nya.
__ADS_1
Sejujurnya, Chila sendiri juga bingung, Mengapa dirinya begitu sangat plin plan. Ia masih belum begitu jelas, dengan apa yang ia pikirkan, mengapa dirinya sangat ingin mondok. Apakah benar dirinya hanya ingin menghindar dari om nya? tidak mungkin kan, usia nya masih sangat kecil, tidak mungkin ia memiliki perasaan lebih.