
Belum hilang keterkejutan Anna, kini ia sudah kembali merasakan sebuah kecupan yang mendarat di bibir nya. Lagi, dirinya di buat senam jantung, dan tubuh nya kembali kaku. Namun, seperti sebelumnya, ciuman Rasya berhasil membuai nya. Memaksanya harus memejamkan mata menikmati setiap sensasi baru yang ia rasakan.
‘I love you,” bisik Rasya saat sudah melepaskan pagutan nya, namun belum sempat Anna menjawab, Rasya sudah kembali memagut bibir nya dengan sangat lembut.
Dan tanpa membuang waktu, Rasya mulai membuka satu per satu kancing piyama yang di kenakan oleh Anna. Ya, Anna dan Rasya memakai sebuah piyama couple. Padahal, Michele sudah menyiapkan sebuah gaun tidur yang begitu indah untuk Anna, namun gadis itu malah bergidik sendiri saat mencoba memakai nya. Dan atas persetujuan Rasya tadi, akhirnya keduanya memakai sebuah piyama couple.
“Kakak .. “ lirih Anna langsung menyilangkan kedua tangan nya untuk menutupi dada, ia memalingkan wajah nya yang merasa kian semakin panas.
Ia merasa sangat malu melihat wajah Rasya yang sudah di liputi oleh gair*h saat menatap tubuh nya tanpa pakaian.
“Kenapa hem?” tanya Rasya berusaha menarik tangan Anna agar tak menutupi pemandangan di bukti itu.
“A—aku malu kak. Ja—jangan di lihat begitu,” gumam Anna begitu lirih, yang mampu membuat rasya kembali terkekeh.
“Tidak perlu malu lagi, kita sudah menikah. Dan aku suami kamu,” bisik Rasya dengan suara yang begitu parau, membuat Anna seketika menelan saliva nya dengan susah.
Ia menarik napas nya dengan panjang, lalu akhirnya ia mengangguk, “Ta—tapi pelan pelan.”
“Pasti.” Rasya kembali mencium bibir tipis Anna yang sudah menjadi candu nya sejak beberapa waktu yang lalu. Menyesap nya perlahan hingga lidah mereka saling bertaut dan bertukar saliva.
__ADS_1
Anna memejamkan matanya dan mengalungkan tangan nya pada leher Rasya, sementara tangan laki laki itu kini sudah mulai merambah mencari suatu mainan yang akan menyenangkan baginya.
“Kakak ... “ desis Anna saat merasakan sentuhan Rasya di setiap jengkal tubuh nya, hingga membuatnya merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
Ia merasa seakan tubuh nya melayang, hingga membuatnya tak mampu berkata kata lagi untuk men deskrisipkan perasaan nya.
“Tahan Sayang, maaf ... “ bisik Rasya masih berusaha untuk membuka pintu rumah barunya. Dan dengan sekali hentakkan, kini Rasya sudah berhasil membobol pintu rumah impian nya.
“Sakiittt kak!” jerit Anna lirih sambil menggigit bibir nya serta memejamkan mata dengan kuat.
“Maaf Sayang, cup!” Rasya langsung mencium bibir mungil dan tipis milik istrinya, “Kamu milikku.”
“Terimakasih,” ucap Rasya tersenyum puas, lalu ia segera merebahkan tubuh nya di samping Anna dan menarik sebuah selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.
“Jangan tinggalin, Anna ... “ Anna langsung memeluk tubuh Rasya dengan begitu erat, begitupun dengan Rasya yang langsung membalas pelukan Anna dan sesekali mengusap serta mengecup kepala nya.
"Tidak akan!"
“Kakak!” seru Anna tiba tiba menjauhkan wajah nya dari dada bidang Rasya. Bukan karena Rasya yang mencium kepalanya atau mengusap punggung nya, namun karena sesuatu dari bawah sana yang terus saja masih bergerak mencoba untuk membuka pintu kembali.
__ADS_1
“Satu kali lagi,” kata Rasya dengan senyum tanpa dosa nya, dan berikutnya keduanya kembali memulai permainan ronde kedua, dan entah ke berapa lagi ....
Setelah lama berpuasa, kini akhirnya Rasya kembali merasakan rasa itu. Namun kini sangat berbeda, karena kali ini, permainan nya di dasari atas perasaan saling mencintai, bukan karena keterpaksaan.
.
.
.
.
.
.
Udah woy, udah ... Jangan anu lagi, udah jangan mikir anu lagi .. udah yah,,... Jangan pada pengen juga, #Ehhh pengen anu maksudnya..
Astagfirulah, maksudnya pengen bobol rumah juga, ntar di kira maling 🙈🙈 Udah ah 🙈
__ADS_1