
Flashback!
*
*
*
“Bunda, itu siapa?” tanya Chila yang entah sejak kapan sudah berada di samping Anna.
Saat ini, Anna tengah duduk di balkon kamar sambil mendekap sebuah foto seorang wanita muda yang begitu cantik dengan senyum manisnya. Wanita yang sudah melahirkan Anna ke dunia ini, memberikannya hidup dan warna di setiap detiknya. Ya, tentu saja, andai saat itu Cristy tidak berjuang melahirkannya ke dunia ini, tentu saja Anna tidak akan bisa menikmati kehidupan yang meskipun sedikit menyakitkan ini.
“Cantik ya?” ucap Anna malah balik bertanya.
“Cantik, seperti bunda,” jawab Chila dengan polosnya, mata lentiknya menatap berulang antara foto dan bunda nya.
“Namanya oma Cristy, beliau yang sudah melahirkan Bunda.”
“Ibu kandung nya Bunda?” pekik Chila terkejut, karena ini adalah kali pertama ia melihat foto oma Cristy. Masih sangat muda dan cantik, tidak terlihat seperti oma-oma pada umumnya. Berbeda sekali dengan oma Crystal yang sudah terlihat tua dengan sedikit uban. batin Chila.
Meskipun Chila sering melihat foto Cristy terpajang di ruang keluarga rumah opa Tian, namun ia tidak pernah bertanya siapa wanita cantik yang ada di sana. Bukan tidak bertanya,hanya saja dirinya selalu lupa. Dan juga, tidak ada yang menceritakan padanya, dirinya hanya tahu bahwa bunda Anna sudah tidak memiliki ibu, jadi Chila tidak terlalu banyak bertanya.
__ADS_1
Anna hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, “Bunda, kata orang, surga itu ada di telapak kaki ibu. Bunda sudah melihat surganya bunda? Meskipun ibunya Bunda sudah di surga sana. Tapi Chila kok gak bisa lihat surganya Chila yah?” tanya anak kecil itu dengan polos namun tatapan matanya terlihat begitu sayu.
“Sayang,” panggil Anna yang merasa bahwa Chila kembali bersedih.
Tak jarang Chila selalu bercerita padanya, bahwa dirinya ingin bertemu dengan orang yang sudah melahirkannya. Walaupun dirinya sudah memiliki dua ibu sambung dan angkat, namun jauh dari dalam lubuk hati Chila, ia masih tetap ingin tahu siapa orang yang sudah melahirkannya di dunia ini. Anna juga sering mendengar doa doa yang Chila panjatkan saat usai sholat.
Bohong bila Anna tidak terenyuh, namun ia menghargai segala keputusan Rasya yang tidak menginginkan Chila mengetahui kenyataannya. Rasya terlalu takut putrinya terluka, tanpa ia tahu bagaimana terlukanya Chila selama ini karena rasa penasarannya.
“Menurut bunda, kira kira ibu kandung nya Chila, sayang gak sih sama Chila? Kok gak pernah temuin Chila, atau dia sudah meninggal? Apakah ibu kandung Chila sudah bersama dengan Oma Cristy?” tanya Chila lagi menatap bunda nya.
Bukan maksud Chila menyakiti hati bunda sambungnya, namun inilah yang ia rasakan. Ia sangat ingin bertemu ibu kandung nya, walaupun memang mungkin ibunya sudah meninggal, ia tetap ingin melihat makam nya. Setidaknya ia tahu siapa sosok wanita yang sudah melahirkannya.
“Sayang, jangan bahas itu lagi yah. Sebentar lagi ayah pulang, yuk kita turun.”
“Sayang, terkadang, tidak mengetahui sebuah fakta, itu menjadi terbaik, daripada tahu akan kenyataan yang mana akan membuat kita terluka.”
“Tapi Chila sangat ingin tahu Bunda, tidak bisakah Bunda memberitahu Chila? Chila yakin,bunda pasti tahu sesuatu? Mama Icel, papa Adi, mereka juga tahu. Tapi kenapa mereka tidak ada yang mau memberitahu Chila? Apakah karena Chila masih kecil? Apakah karena Chila masih nakal? Enggak Bunda, Chila akan berusaha gak nakal lagi. Please tell me.” Pinta Chila memohon pada bunda Anna.
"Sayang ... "
"Bunda please," pinta Chila lagi dengan mengantupkan kedua tangannya di dagu, "Chika janji tidak akan beritahu Ayah. Chika hanya ingin tahu seperti apa ibu kandung Chika, Bun."
__ADS_1
"Tapi kamu kan terluka Sayang."
"Chila kuat Bunda. Chila janji tidak akan terluka."
"Tapi, ... "
"Bun ... "
“Baiklah, tapi tidak sekarang Sayang.” Kata Anna pada akhirnya karena merasa tidak tega.
“When?”
“Someday, cepat atau lambat. Bunda janji.” Chila hanya mampu menganggukkan kepalanya, ia menerima uluran jari kelingking yang bunda berikan untuk membuat simbol janji.
"Dan ingat Sayang, mungkin ini akan sangat menyakitkan untuk Chila. Tapi percaya sama Bunda, apapun nanti yang akan kamu ketahui, percaya bahwa bunda melakukan itu demi Chila."
"Chila percaya sama Bunda. Chila sayang sama Bunda, dan Chila akan menuruti semua yang bunda katakan." jawab Chila dengan yakin.
*
*
__ADS_1
*
Flashback Off.