HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Leon mabuk


__ADS_3

Ting!


Sebuah pesan singkat dari Leon berhasil membuat konsentrasi Anna buyar. Ia mengerutkan dahinya, menatap ponsel nya beberapa kali, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi nomor tersebut.


“Halo,” kata Anna saat panggilan nya terhubung.


‘An, aku menemukan nya, aku menemukan nya, hiks hiks.’


Kening Anna semakin berkerut saat mendengar suara Leon yang begitu parau serta di iringi dengan isak tangis, “Kakak kenapa? Menemukan apa? Anna tidak mengerti kak.”


“Dia An, aku bertemu dia, tapi, tapi dia ... “


“Kak Leon, bisakah bicara dnegan jelas kakak dimana sekarang?” tanya Anna dengan nada penuh ke khawatiran.

__ADS_1


“Aku di surga An.”


Anna menghela nafas nya dengan kasar, kini ia bisa memastikan bahwa Leon saat ini tengah mabuk, tapi dimana keberadaan orang itu Anna tidak bisa menebak nya.


“Kakak dimana sekarang? Anna ke sana ya?” ujar Anna malah membuat Leon semakin terisak.


“Jangan temui aku An, aku gak sanggup. Aku ingin membunuh nya, dia jahat Anna, dia jahat hahahaha.”


Anna menggaruk kepala nya yang tidak gatal, kepalanya ikut menjadi pusing. Dia cukup tahu sedikit hal tentang Leon, dirinya di buat patah hati oleh kak Rara, sahabat Michele. Dan sejak dulu, bila Leon teringat akan nama itu pasti dia akan lari ke arah minuman dan mabuk, karena menurut nya hanya dengan cara itu dirinya bisa melupakan Rara. Namun, kegilaan Leon tak hanya sampai di situ, dulu dia bahkan sampai sempat hendak bunuh diri karena merasa sangat teramat sesak. Anna tahu, bahwa Leon masih sangat mencintai Rara, maka dari itu dirinya juga tidak bisa membuka hati atau menerima pernyataan Leon karena ia tau bagaimana hati leon sesungguh nya.


“Aku ingin ke hatimu An, hahaha.”


“Astaga,” Anna mengusap dada nya dan terus berusaha sabar, hingga para sahabat nya menghampiri nya karena tidak kunjung menyusul.

__ADS_1


“Kenapa sih Ann?” tanya Farah penasaran sambil memakan D’cepes nya.


“Kak Leon,” jawab Anna mengangkat kedua bahunya, “Kayaknya aku harus duluan deh.”


“Yah, Anna. Kamu yah, tidak jadi jalan sama kak Rasya, malah mau jalan sama kak Leon. Sebenarnya, cowok kamu itu ada berapa sih?” cetus Karin menghela nafas kasar.


“Hati aku Cuma ada kak rasya, tidak ada yang lain. Kak leon itu hanya teman ku, dah lah, aku duluan yah.Bye bye.”


Anna segera mencari taxi dan menuju lokasi dimana Leon berada. Cafe, yah, Leon pergi ke cafe nya sendiri. Di sana ada banyak ruangan private, dan ada tempat khusus untuk nya menyimpan banyak minuman. Sedangkan Cafe nya tidak menjual minuman alkohol.


Setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam, kini akhirnya Taxi Anna telah sampai. Bukan karena jaraknya jauh,namun karena di jam segitu jalanan sangat macet karena jam pulang kantor. Anna memasuki kafe itu dan menemui pelayan terlebih dulu.


“Permisi,” panggil Anna dengan sopan, “Apakah kak Leon ada di dalam?” tanya nya lagi.

__ADS_1


“Oh pak Leon ada di dalam nona, sejak tiga jam yang lalu beliau belum keluar.” Tutur saah seorang pegawai kafe.


“Astaga!” seru Anna menggelengkan kepala nya, pantas saja tadi suara nya sudah sangat parau ternyata memang dia sudah minum sejak tadi, “Baiklah, kalau begitu saya masuk dulu yah. Dan tolong buatkan sup panas untuk meredakan pengar nya, karena sepertinya dia mabuk.” Imbuh Anna, lalu ia segera beranjak pergi menuju ruangan Leon.


__ADS_2