I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Pertemuan


__ADS_3

Kay masuk ke dalam rumah Egi, sahabatnya, seperti biasa tanpa mengetuk pintu apalagi memberi salam.


Langsung aja dia ngeloyor dan merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga.


"Aduh!!!"


Kay terlonjak setelah mendengar suara mengaduh dan merasakan tubuhnya seperti menindih sesuatu.


"Apaan nih? Kok kenyal- kenyal gitu? Ada suaranya lagi." batin Kay.


"Siapa lo? Gak punya sopan santun ya? Masuk rumah orang gak pake salam, gak ketuk pintu. Maen nyelonong aja." seorang cewek bersungut-sungut kesel sambil mengusap-usap tubuhnya yang terasa remuk setelah tadi di tindih oleh Kay.


"Lo siapa?" tanya Kay, bego.


Setelah gadis itu mengomelinya panjang kali lebar, Kay seolah hilang akal. Kay belum pernah melihat gadis itu sebelumnya.


"Haish!" gadis itu mendengus kesal. Lalu beranjak pergi.


"Eh, Kay! Kapan lo datengnya? Kok gak bilang gue mau kemari?" tanya Egi yang baru selesai mandi.


"Cewek itu siapa, Gi?" tanya Kay tanpa menjawab pertanyaan Egi.


"Yang mana?" Egi mengernyit, bingung.


"Jangan pura-pura bego, deh." Kay melotot tajam.


Egi mulai ngeh.


"Ooh... itu sepupu gue. Dia dari kota S." ujar Egi.


"Ngapain dia kesini?" tanya Kay lagi.


Egi mengendikkan bahunya, tak tau.


"Jadi cowok kok kepo banget."


Kay melihat gadis itu berjalan menuju kamar mandi yang ada di dapur.


Egi terkekeh geli melihat wajah Kay yang memerah saat mendengar cemoohan dari sepupunya.


"Lo jatuh cinta ya ama sepupu gue?" goda Egi pada Kay yang masih terus memperhatikan gadis itu hingga masuk ke dalam kamar mandi.


"Ora sudi aku! Sepupu lo galak." cibir Kay.


"Emang lo tadi udah ngobrol ama dia?" tanya Egi penasaran kenapa Kay jadi kepo gitu sama sepupunya.


"Gue tadi gak sengaja dudukin dia." jawab Kay, merasa bersalah.


Egi melotot, kaget.


"Wahh! Lo...Lo...parah lo, Kay. Lo kira sepupu gue sofa sampe lo duduki segala."


Egi mencak-mencak sambil menunjuk-nunjuk wajah Kay.


"Sori, Gi...gue gak tau dia lagi tiduran di sofa. Awalnya gue kira boneka yang gue duduk, tapi kok ada suaranya. Eh, gak taunya sepupu lo. Maaf ya, Gi?"


Kay nyengir, malu.


Egi menepuk jidatnya, tak tau apa yang harus dilakukannya. Mau marah, tapi Kay gak sengaja. Mau ketawa, takut Kay ngambek.

__ADS_1


Akhirnya Egi berlalu tanpa bicara.


"Gi! Egi! Lo marah ya?" panggil Kay, saat melihat Egi pergi masuk kekamarnya.


"Huh! Sensi banget jadi cowok, kayak cewek lagi pms aja." sungut Kay yang kembali merebahkan tubuhnya di sofa.


Kay menyalakan tv dan mencari film favoritnya. Setelah pencat sana pencet sini remote mencari film yang akan ditonton tapi gak ketemu juga, Kay akhirnya karaoke.


Mencintai dalam sepi


dan rasa sabar mana lagi


yang harus ku pendam dalam


mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya


nyaman di dalam pelukannya


yang mampu membuatku


tersadar...dan sedikit menepi


Kau yang pernah singgah disini


dan cerita yang dulu


engkau ingatkan kembali


Tak mampu aku 'tuk mengulang lagi


Alya keluar mandi dengan rambut terbungkus handuk. Langkahnya terhenti saat melihat cowok rese yang tadi mengganggunya sedang asik karaokean sendiri.


Tak ada waktu kembali


untuk mengulang lagi


mengenang dirimu diawal dulu


Ku tau dirimu dulu


hanya meluangkan waktu


sekedar melepas kisah sedihmu


Kay feat Alya


Mencintai dalam sepi


dan rasa sabar mana lagi


yang harus ku pendam dalam


mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya


nyaman di dalam pelukannya

__ADS_1


yang mampu membuatku


tersadar...dan sedikit menepi


Kay menoleh cewek yang ikut nimbrung karaokean dengannya.


Sang cewek cuek dan sibuk memilih CD lagu kesukaannya.


Biar kisah cinta ini


sampai disini sajalah


jangan coba ganggu lagi aku t'lah kecewa


Dulu s'lalu kau ucapkan


setiamu kepadaku tapi 'tuk saat ini


kau duakan aku kau lebih memilih dia


Luka-luka hatiku


perih-perih semua


kau tancapkan duri cinta


yang meracuni hidupku


Tolong aku Tuhan


kuatkanlah aku


semoga engkau bahagia


bersama pilihan hatimu


"Kayaknya dalem banget lo menghayati lagunya. Inget mantan, bu?" sindir Kay.


Sedetik kemudian Kay terperanjat saat menyadari bahwa mata gadis itu tengah menatapnya tajam.


"Kayaknya tebakan gue bener, nih. Lo inget mantan lo ya?" bukannya takut, Kay malah makin jahil mengganggu sepupu sahabatnya itu.


"Haishh!" gadis itu berdecak, geram.


"Dasar anak kecil. Gak takut kualat lo ganggu gue, hah?!" bentaknya membuat Kay terlonjak kaget hingga jatuh dari duduknya.


"Astaga naga bonar luar binasa. Galak bener nih cewek."


Kay mengusap dadanya pelan-pelan.


"Maaf deh, tante. Saya ngaku salah. Saya gak mau kualat sama tante."


Kay makin gokil.


Hufh!


Gadis itu mengusap wajahnya, menahan emosi yang siap meledak gara-gara bocah edan disebelahnya kini.


"Istighfar, Al! Jangan sampe darah tinggi lo naek." 😌

__ADS_1


__ADS_2