I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Pertunangan


__ADS_3

Malam ini Alya sedang merenung didalam kamarnya. Sebentar lagi adalah hari spesialnya. Dalam hitungan menit Alya akan mengakhiri masa jomblonya.


"Ternyata lo cantik juga kalo dandan gini ya, Al." Egi yang masuk ke kamar Alya, menggoda gadis itu.


"Apa Kay tau malam ini gue tunangan, Gi?" tanya Alya ingin tau. Wajah yang biasa ceria itu kini nampak terlihat layu.


"Tau."


Alya menatap Egi, sendu.


"Seharusnya Kay jangan dikasih tau, Gi. Takut ganggu pendidikannya nanti."


"Iya sih, Al. Tapi mama Kay mau Kay move on dari lo." kata Egi.


Alya mengangguk, paham.


"Apa bang Sandy udah dateng, Gi?" tanya Alya, mengalihkan pembicaraan.


"Gak tau! Dan gak mau tau."


"Loh?" Alya mengernyit bingung pada Egi.


"Al, terus terang ya...gue gak suka sama Om Sandy." ungkap Egi, jujur.


"Kenapa?"


Egi mengendikkan bahunya. "Gak tau!"


"Hah?!" Alya melongo.


"Gue tetep suka lo jadiannya ama Kay. Gue yakin lo jodohnya Kay."


"Gi! Jangan aneh deh."


"Bodo amat!"


Egi keluar dari dalam kamar, meninggalkan Alya sendirian.

__ADS_1


"Aduh Ngil, sampe segitunya Egi baper sama kita."


"Alya, calon kamu udah datang, sayang." ucu Diah, mama Egi, masuk menemui Alya memberitahu kalau bang Sandy dan keluarganya sudah datang.


Alya meringis, tersenyum kecut.


"Ayo kita keluar."


Ucu Diah menggandeng tangan Alya keluar menemui Sandy n famili.


Alya tersenyum canggung saat bertatap mata dengan Sandy, laki-laki yang akhir-akhir ini sangat dekat dengannya.


Sedangkan Sandy tersenyum sumringah menyambut Alya yang baru keluar dari kamarnya.


Sandy mengambil alih, menggandeng Alya dari ucu Diah.


"Kamu cantik banget, dek." bisik Sandy ditelinga Alya, membuat gadis itu bergidik geli merasakan hembusan wangi napas cowok itu dibelakang telinganya.


Alya tersenyum kikuk dan gugup duduk di sebelah Sandy. Alya lalu mencium tangan mama dan papa Kay yang datang mendampingi Sandy. Abby juga datang bersama pacarnya, Bella.


"Mama mau Alya bahagia." ucap mama Kay saat memeluk Alya ketika gadis itu datang dan mencium tangan beliau. Kecut, senyum terukir di bibir Alya.


Sandy dengan senyum tampannya tampak bahagia dengan pertunangan ini. Sepertinya ia menerima dengan senang hati pertunangan yang diatur untuknya.


Sedangkan Alya, gadis itu terlihat masih bingung dengan hatinya, tapi terpaksa menerima dengan berat hati semuanya.


Egi, Elsa, Abby, Bella, dan mama Kay juga ibu menatap sendu Alya yang tampak sekali sangat terpaksa menerima pertunangannya.


"Kasihan lo, Al. Semoga lo gak salah dengan pilihan lo." batin Egi.


"Yang kuat ya, Al. Semoga lo bahagia." suara hati Elsa.


"Lo gak liat Alya sekarang tambah ceking, dek. Kayaknya dia tersiksa banget." Abby sedih melihat Alya yang terlihat kurus.


"Mama kasihan liat Alya, dek. Kayaknya terpaksa banget dia tunangan sama om kamu." bisik batin mama Karin.


"Maaf ya, sayang. Ibu gak bisa bujuk ayahmu yang keras kepala itu." terasa tersayat silet hati ibu melihat Alya yang selalu melamun dan sesekali tersenyum kecut.

__ADS_1


"Ngil!!! Nongol dong!!! Gue kangen lo!!!" jerit Alya dalam hati.


Sandy menyematkan cincin pertunangan di jari manis Alya, dan Alya pun melakukan hal yang sama.


Abby merekam semua prosesi pertunangan di handycamnya, dari awal acara sampai akhir tak ada yang Abby lewatkan.


🎵Satu kata bertulis cinta


telah merasukiku


tak berwujud tak tersentuh


hanya kurasa


Dan jika wujud yang menjelma


pada sebentuk hati


bukankah itu amanah dari Yang Kuasa


Menjaganya... menjaganya...


Wahai insan yang di sana


mungkin saja ini kau dengar


melewati semesta ini


aku sampaikan...


Begitu ingin berbagi batin


mendengarkan hasrat di jiwa


oh Tuhan pertemukan aku


sebelum hatinya beku🎶

__ADS_1


Sandy benar-benar bahagia. Selama dua bulan ia pdkt dengan Alya, Sandy merasa senang. Saat bersama Alya, Sandy merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Bila tidak bertemu Alya sehari saja, Sandy merasa rindu yang teramat sangat. Sebagai pria dewasa dan sudah berpengalaman dalam hal percintaan, Sandy tau saat itulah dia sudah mulai jatuh cinta pada Alya, gadis yang dijodohkan papa untuknya.


"Terima kasih atas jodohnya, Pa. Akhirnya Sandy menemukan gadis impian Sandy."


__ADS_2