
🎵Ku tak bahagia
melihat kau bahagia dengannya
aku terluka
tak bisa dapatkan kau sepenuhnya
Aku terluka
melihat kau bermesraan dengannya
ku tak bahagia
melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana
dampingimu dan bukan dia
harusnya aku yang kau cinta
dan bukan dia
Harusnya kau tau bahwa
cintaku lebih darinya
harusnya yang kau pilih bukan dia
Ku tak bahagia
melihat kau bahagia dengannya
ku tak bahagia
melihat kau bahagia🎶
Tetes airmata tanpa sadar mengalir pelan di pipi Kay. Video kiriman Abby membuat hatinya makin galau.
"Aku gak bisa lupain kamu, beib. Aku kangen banget sama kamu."
"Kamu kok kurusan sih, beib. Kamu sakit ya? Mukamu kayaknya terpaksa banget."
Kay menatap sedih pujaan hatinya yang kini sudah menjadi milik om kesayangannya.
"Kamu pasti tersiksa banget ya, beib. Maafin aku yang gak bisa bantu kamu keluar dari masalah ini. Seandainya aku saat ini sudah jadi seseorang yang bisa kamu banggakan di depan ayahmu, pasti gak bakal seperti ini jadinya. Pasti kamu akan jadi milik aku selamanya. Seperti janji kita, beib."
Kay mengusap lembut foto Alya di ponselnya.
Suara rusuh di luar kamar mengusik kesendirian Kay. Cepat-cepat Kay menghapus airmata dipipinya sebelum teman-temannya datang.
Tak lama, masuklah teman- teman Kay satu asrama.
"Ngapain lo melamun terus. Galau terus. Gak capek?"
Sebuah kaos singlet mampir manja di wajah tampan Kay.
"Sialan lo! Kecut banget bau lo. Udah berapa rain Lo gak mandi? Bau keringat kok kayak bau comberan."
Kay melempar balik kaos itu keempunya yang terkekeh geli tanpa merasa bersalah.
Ryan, sahabat Kay sejak mereka sama-sama masuk Akmil, mengintip ke arah ponsel Kay. Tapi dengan cepat Kay mematikan ponselnya.
"Liat apa sih, bro? Kok muka lo lecek gitu?" kepo Ryan kumat.
"Gak pa-pa. Gue cuma liat foto mama gue. Kangen."
__ADS_1
Ryan nyengir. Dia bukan orang bodoh.
"Masak liat foto mama pake ngintip-ngintip, ada something wrong nih!"
"Kenapa lo senyum-senyum? Lagi kumat ya?" Kay waspada melihat Ryan cengar-cengir.
"Lo jangan bohongin gue, Kay. Mana mungkin lo liat foto mama lo pake ngumpet-ngumpet gitu, pasti lo...liat gambar porno ya? Ngaku lo!" tuduh Ryan sadis.
"Astaghfirullah al adzim, Yan. Istighfar!" spontan Kay menjitak keras kepala Ryan hingga cowok itu mengaduh kesakitan.
"Belajar yang bener. Jangan suka berpikir mesum." sahut Kay galak. Ryan nyengir lagi.
"Terus...lo lagi liat apa?" tanya Ryan penasaran.
"Kepo!!!" Kay menoel kepala Ryan, kesal.
"Udah, tidur sana. Udah malem." usirnya sambil mendorong tubuh kekar Ryan turun dari tempat tidurnya.
Dengan lesu Ryan turun dari kasur Kay dan merebahkan diri dikasurnya yang terletak di bawah tempat Kay tidur.
Di asrama, para siswa tidur di ranjang bertingkat. Kay satu ranjang dengan Ryan, dimana Kay tidur di atas dan Ryan di bawah.
"Kay...beneran gue gak boleh liat?" kepala Ryan nongol dari bawah kasur Kay.
"Gak! Tidur sana!"
Ryan pun berbaring. Tak lama,
"Boleh ya, Kay..."
"Tidur gak?! Gue bogem mau?!" ancam Kay sambil menunjukkan bogemnya.
Ryan terkekeh.
"Segitunya sih, bro. Gue kan cuma..."
Sebuah pulpen sukses mampir di jidat Ryan, membuat cowok itu kaget dan manyun seketika.
"Kalo gak mau kasih tau ya udah, jangan ditimpuk juga kali."sungutnya kesal.
Kay cuek dan kembali asik dengan ponselnya.
"I miss you, beib. I love you!"
Malam semakin larut. Kay pun segera tidur dan berharap Alya muncul dalam mimpinya. Ya, hanya lewat mimpi Kay bisa bertemu dan memadu kasih dengan Alya.
"Meskipun mimpiku tak semanis kenyataan, setidaknya mimpiku tak sepahit kenyataan."
author :. "Bingungkan?"
netizen : mengangguk.
author :. "Sama. Gue juga bingung."
netizen : melongo, lalu menepuk jidat. "Hadeeeeehhhh!!!🤦♀🤦♀🤦♀"
Di kamar Alya,
"Semoga cita-citamu tercapai, Ngil."
Alya menatap gambar ilustrasi hasil dari imajinasinya yang ia tumpahkan lewat goresan pensil warnanya. Gambar itu terlihat gagah ditempelkan Alya di dinding kamarnya.
Alya menatap gambar itu dengan penuh rindu, seolah itu gambar Kay, mantan pacar yang masih sangat ia rindukan.
"Ah Ngil, seandainya kamu memakai seragam seperti ini pasti kamu gagah dan tampan lebih dari si kartun ini."
__ADS_1
Alya mengambil ponsel di dalam tasnya. Setelah agak lama menggeser dan mencari, akhirnya Alya tersenyum karena sudah menemukan apa yang dicarinya.
Alya mengirim sesuatu dan mengetik nomor yang akan ditujunya.
08129456****
send
Bebeib ayangku😘
*T**erkirim*
Alya tersenyum lagi menatap satu-satunya kenangan yang dipunyanya bersama Kay. Selama pacaran, Kay dan Alya memang tak pernah berfoto selfi seperti layaknya pasangan-pasangan karena mereka memang sama-sama tak suka narsis. Jadi, hanya pemandanganlah yang bisa mereka simpan untuk kenang-kenangan masa indah mereka pacaran. Dan sayangnya, karena masa pacaran mereka yang terbilang singkat dan tak sempat menikmati pemandangan indah yang lainnya, maka hanya foto itu satu-satunya saksi indah cinta mereka.
Ting
Bunyi pesan masuk. Alya membaca nama si pengirim.
"Kay?!"
Bongil :
"Aku mohon jangan kamu hapus foto ini, beib. Karena aku juga takkan pernah menghapus kenangan kita."
Alya menghela napas berat. Ia telah salah langkah. Tak seharusnya ia melakukan ini. Tak seharusnya ia mengungkit masa lalu yang seharusnya ia kubur lama. Agar mereka bisa sama-sama move on.
Bebeib ayangku😘
Kay menatap kesal setelah melihat pesan yang diterimanya.
"Kenapa kamu hapus, beib? Kan udah aku bilang jangan dihapus."
Kay kecewa.
Tak Lama, senyum licik terukir dibibirnya.
"Untung tadi sempat aku screenshoot. Hee!"
"Heh, jangan cengengesan sendiri lo! Nakutin tau gak?!"
Sebuah handuk kecil yang baunya 'na'udzubillah' nangkring manis diwajah tampan Kay, membuat cowok itu hampir muntah waktu mencium aromanya.
"Ishh! Bau banget. Jorok lo!" Kay mendengus kesal. Ditimpuknya balik Ryan yang sedang cekikikan dengan handuk itu.
"Emang apa sih yang bikin lo senyum-senyum sendiri dari tadi? Abis obat ya?" tak habis- habis ide Ryan untuk terus meledek Kay.
"Berisik!!!" bentak Kay keras, tanpa sadar.
Sssstttt!!!
Kay nyengir. Sambil cengengesan dengan memasang wajah memelas ia memohon maaf pada teman-teman sekamarnya yang lain.
Ryan terbahak, ngakak.
Pletakk!
Bakk!
Bukk!
"Aduhh!"
Tawa ngakak Ryan terhenti dan berganti suara mengaduh dari mulutnya ketika segala atribut yang ada di dalam kamar tersebut terbang bebas dan mendarat mulus di sekujur tubuh dan wajahnya.
__ADS_1
"Rasain lo! Remuk- remuk dah tuh badan." gantian Kay yang hampir tersedak, menahan tawanya.🤭