I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Mulai Akrab


__ADS_3

Dengan pelan, merayap dan hati-hati, Kay melajukan motornya pulang ke rumah Egi. Waktu tempuh yang seharusnya hanya sepuluh menit jadi hampir setengah jam.


"Gi! Egi!" panggil Kay.


Egi membuka pintu dan terkejut melihat Alya sudah di bopong oleh Kay.


"Kenapa Alya, Kay?" tanya Egi khawatir. Dia membantu Kay membawa Alya kekamarnya.


"Sepupu lo maruk bener, Gi. Masak makan bakso habis dua mangkok, dua gelas es teh dan segelas oren jus." adu Kay. "Oh ya, bakso lo di motor tuh." ujarnya lagi.


"Masak sih Kay, Alya kecil gitu makannya banyak? Gak mungkin deh kayaknya?" Egi menggeleng, tak percaya.


"Dia tertidur gini gara-gara kekenyangan, tau gak?!" Kay terlihat kesal melihat Egi yang tidak mempercayainya.


"Udah ah, gue mau tidur. Capek gue gara-gara sepupu lo. Badan kecil, beratnya udah kayak kulkas dua pintu." sungut Kay sebelum masuk ke kamar Egi.


Egi tertawa geli. "Lo udah jatuh cinta ama sepupu gue, Kay. Lo gak bisa bohongi gue."


Keesokan harinya,


Tok tok tok!


"Al, bangun! Alya! Bangun, woiii!!!" Egi menggedor kuat pintu kamar Alya.


"Apaan sih, Gi? Gue masih ngantuk nih!" Alya keluar dari dalam kamar dengan wajah abstrak dan rambut acak-acakan.


"Lo bangun tidur apa habis perang, Al? Muka lo ancur gitu, iler dimana-mana. Mandi cepetan!" Egi menepuk pelan jidat Alya yang nyengir sambil mengelap bibirnya.


"Emangnya mau kemana sih, Gi?" tanya Alya setengah mengantuk. Ia menguap, ngantuk, tanpa menutup mulutnya dengan tangan.


"Ishh! Al, mulut lo bau jigong. Cepetan gih, mandi!" Egi menutup hidungnya dan mendorong tubuh mungil Alya ke kamar mandi.


"Lain kali, kalo mau menguap mulutnya tuh ditutup. Nganganya gede banget udah kayak kudanil lagi bete." Egi menjitak pelan kepala Alya sebelum gadis itu masuk ke dalam kamar mandi.


Terlambat sudah aku menyadari


setelah hatiku kini terluka


hatiku yang tulus selalu mencintai


dan menyayangimu segenap jiwa


Kini ku coba untuk merenungi


dalam hati ini ku coba bertanya

__ADS_1


apakah salahku hingga dirimu pergi


cintaku menjadi harapku sia-sia


Dalam diam ku terpaku


mengingat cinta kita


sedih hatiku tiada berbicara


lemah diriku sungguh tidak berdaya


kepergianmu membuatku tersiksa


Andaikan waktu bisa ku putar kembali


kuingin dirimu tetap ada disini


melewati kisah cinta yang kita jalani


ku tak mampu bila dirimu pergi


Terdiam ku tenggelam meniti sepi malam


kusendiri menanggung


mengalir airmata membasahi pipi


kutepiskan semua dengan ikhlas hati


Kuikhlaskan engkau pergi


dalam hatiku pun sudah rela


jika nanti kau kembali


pintu hatiku selalu terbuka


"Buruan woi, mandinya. Gue mau mandi juga." pintu digedor kuat oleh seseorang.


"Berisik!" Alya membuka pintu kamar mandi.


"Haishh! Elo lagi." Alya mendengus, kesal.


Gimana gak kesal, dari kemaren dia lagi dia lagi. Diganti kek sama 'Taecyeon' atau 'KimSeokJin' yang nongol di depan Alya, kan lumayan buat refreshing mata.

__ADS_1


autor note :


"Kalo itu sih aku juga mau mbak, gantiin muka suamiku mirip sama 'Suho'.😍


Kay senyam senyum sambil menaik-turunkan alisnya, menggoda Alya.


"Belum move on ya? Lagunya galau mulu, masih ingat mantan ya?" goda Kay, jahil.


"Rese' lo!" Alya menoel jidat Kay sambil ngeloyor keluar dari kamar mandi.


Biar kisah cinta ini


sampai disini sajalah


jangan coba ganggu lagi


aku telah kecewa


Brakk! Brakk! Brakk!


"Jangan berisik woi! Nenek di sebelah lagi sakit gigi!" terdengar suara teriakan dari luar kamar mandi.


"Lo tuh neneknya. Sirik aja. Orang mau nyanyi, digangguin. Rese'!" Kay balas berteriak dari dalam kamar mandi.


Egi yang tengah sarapan sampai tersedak mendengar Kay dan Alya saling caci.


"Gue pastiin nih bocah berdua pasti jadian!" bisik batin Egi.


author note :


"Setujuuuuu👍."


Egi :


😲" Lo bisa baca pikiran gue thor?"


author :


"Of course, dong!"


Egi :


"Gimana caranya thor?"


author :

__ADS_1


"Lah...gue yang nulis ceritanya, bambang! Hadeeehhh!!!"🤦‍♀


__ADS_2