
Dengan pelan, merayap dan hati-hati, Kay melajukan motornya pulang ke rumah Egi. Waktu tempuh yang seharusnya hanya sepuluh menit jadi hampir setengah jam.
"Gi! Egi!" panggil Kay.
Egi membuka pintu dan terkejut melihat Alya sudah di bopong oleh Kay.
"Kenapa Alya, Kay?" tanya Egi khawatir. Dia membantu Kay membawa Alya kekamarnya.
"Sepupu lo maruk bener, Gi. Masak makan bakso habis dua mangkok, dua gelas es teh dan segelas oren jus." adu Kay. "Oh ya, bakso lo di motor tuh." ujarnya lagi.
"Masak sih Kay, Alya kecil gitu makannya banyak? Gak mungkin deh kayaknya?" Egi menggeleng, tak percaya.
"Dia tertidur gini gara-gara kekenyangan, tau gak?!" Kay terlihat kesal melihat Egi yang tidak mempercayainya.
"Udah ah, gue mau tidur. Capek gue gara-gara sepupu lo. Badan kecil, beratnya udah kayak kulkas dua pintu." sungut Kay sebelum masuk ke kamar Egi.
Egi tertawa geli. "Lo udah jatuh cinta ama sepupu gue, Kay. Lo gak bisa bohongi gue."
Keesokan harinya,
Tok tok tok!
"Al, bangun! Alya! Bangun, woiii!!!" Egi menggedor kuat pintu kamar Alya.
"Apaan sih, Gi? Gue masih ngantuk nih!" Alya keluar dari dalam kamar dengan wajah abstrak dan rambut acak-acakan.
"Lo bangun tidur apa habis perang, Al? Muka lo ancur gitu, iler dimana-mana. Mandi cepetan!" Egi menepuk pelan jidat Alya yang nyengir sambil mengelap bibirnya.
"Emangnya mau kemana sih, Gi?" tanya Alya setengah mengantuk. Ia menguap, ngantuk, tanpa menutup mulutnya dengan tangan.
"Ishh! Al, mulut lo bau jigong. Cepetan gih, mandi!" Egi menutup hidungnya dan mendorong tubuh mungil Alya ke kamar mandi.
"Lain kali, kalo mau menguap mulutnya tuh ditutup. Nganganya gede banget udah kayak kudanil lagi bete." Egi menjitak pelan kepala Alya sebelum gadis itu masuk ke dalam kamar mandi.
Terlambat sudah aku menyadari
setelah hatiku kini terluka
hatiku yang tulus selalu mencintai
dan menyayangimu segenap jiwa
Kini ku coba untuk merenungi
dalam hati ini ku coba bertanya
__ADS_1
apakah salahku hingga dirimu pergi
cintaku menjadi harapku sia-sia
Dalam diam ku terpaku
mengingat cinta kita
sedih hatiku tiada berbicara
lemah diriku sungguh tidak berdaya
kepergianmu membuatku tersiksa
Andaikan waktu bisa ku putar kembali
kuingin dirimu tetap ada disini
melewati kisah cinta yang kita jalani
ku tak mampu bila dirimu pergi
Terdiam ku tenggelam meniti sepi malam
kusendiri menanggung
mengalir airmata membasahi pipi
kutepiskan semua dengan ikhlas hati
Kuikhlaskan engkau pergi
dalam hatiku pun sudah rela
jika nanti kau kembali
pintu hatiku selalu terbuka
"Buruan woi, mandinya. Gue mau mandi juga." pintu digedor kuat oleh seseorang.
"Berisik!" Alya membuka pintu kamar mandi.
"Haishh! Elo lagi." Alya mendengus, kesal.
Gimana gak kesal, dari kemaren dia lagi dia lagi. Diganti kek sama 'Taecyeon' atau 'KimSeokJin' yang nongol di depan Alya, kan lumayan buat refreshing mata.
__ADS_1
autor note :
"Kalo itu sih aku juga mau mbak, gantiin muka suamiku mirip sama 'Suho'.😍
Kay senyam senyum sambil menaik-turunkan alisnya, menggoda Alya.
"Belum move on ya? Lagunya galau mulu, masih ingat mantan ya?" goda Kay, jahil.
"Rese' lo!" Alya menoel jidat Kay sambil ngeloyor keluar dari kamar mandi.
Biar kisah cinta ini
sampai disini sajalah
jangan coba ganggu lagi
aku telah kecewa
Brakk! Brakk! Brakk!
"Jangan berisik woi! Nenek di sebelah lagi sakit gigi!" terdengar suara teriakan dari luar kamar mandi.
"Lo tuh neneknya. Sirik aja. Orang mau nyanyi, digangguin. Rese'!" Kay balas berteriak dari dalam kamar mandi.
Egi yang tengah sarapan sampai tersedak mendengar Kay dan Alya saling caci.
"Gue pastiin nih bocah berdua pasti jadian!" bisik batin Egi.
author note :
"Setujuuuuu👍."
Egi :
😲" Lo bisa baca pikiran gue thor?"
author :
"Of course, dong!"
Egi :
"Gimana caranya thor?"
author :
__ADS_1
"Lah...gue yang nulis ceritanya, bambang! Hadeeehhh!!!"🤦♀