I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Curiga


__ADS_3


Sandy memandang tak berkedip foto yang jadi wallpaper di ponsel milik Alya yang tertinggal dikamarnya.


"Bukankah ini foto Kay?" gumam Sandy.


Kemudian Sandy membuka laci meja belajar Alya dan menemukan foto yang sama pernah ia lihat di kamar Kay.


"Apa Alya dan Kay punya hubungan?"


"Atau...mereka memang pacaran?"


"Dan mereka putus gara-gara aku?"


Berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam hati Sandy.


flashback on


"Om...apa om yakin mau dijodohkan sama cewek yang gak om kenal?" tanya Kay pada Sandy ketika malam itu menginap di rumah Kay dan tidur dikamarnya.


"Apa om sudah bertemu gadis itu?"


Sandy tersenyum geli mendengar pertanyaan keponakan kesayangannya itu.


"Kamu kok kepo banget, dek? Biasanya juga cuek."


"Bukannya gitu, om. Apa om gak selidiki dulu siapa tau cewek itu punya pacar, kan kasian kalo mereka harus putus gara-gara cewek itu dijodohkan dengan orang lain." ujar Kay, beralasan.


"Iya juga sih. Tapi mau gimana lagi, dek. Papa kamu dan ayah gadis itu gak mau membatalkan perjodohan ini." Sandy garuk- garuk kepalanya, bingung.


"Ya...om kasih alasan yang kuat dong. Bilang kalo om udah punya pilihan lain." sahut Kay, ngotot.


Sandy menyipitkan matanya, menatap Kay, dalam.


"Kayaknya kamu sensitif banget sama masalah om, dek. Apa kamu kenal cewek yang mau dijodohkan sama om?" tanya Sandy, curiga.


Kay nyengir kuda.


"Aku cuma gak mau om salah menentukan sikap. Om kan harus menemukan jodoh yang baik untuk jadi pendamping hidup om. Sekali seumur hidup loh, om"


Sandy mengangguk setuju.


"Liat nanti deh, dek. Jalanin aja dulu pelan- pelan." sahut Sandy.


Kay hanya mendesah, seperti pasrah, membuat dahi Sandy berkerut, penasaran.


flashback off


Sandy mengacak-acak rambutnya, bingung. Ia mengingat semua betapa Kay banyak berubah setelah tau bahwa Sandy akan dijodohkan.

__ADS_1


Kay yang biasanya dingin, cuek dan tak banyak omong tiba-tiba jadi sangat kepo dan cerewet.


"Jangan-jangan...Kay dan Alya memang ada hubungan?"


"Tapi...Alya gak pernah menyinggung tentang Kay di depanku? Atau...dia takut aku marah?"


Sandy berusaha mengingat-ingat lagi.


flashback on


"Aku sama Abby satu kampus, bang. Kalo Kay kan temannya Egi, sepupuku." jelas Alya ketika Sandy bertanya tentang Abby dan Kay.


"Pantesan kalian akrab banget." kata Sandy.


Alya tersenyum kikuk.


"Bagus deh, berarti kamu gadis yang baik, karna semua teman Abby dan Kay pasti orang baik." kata Sandy lagi.


Alya hanya meringis, kaku.


flashback off


"Assalamualaikum!"


Sandy menoleh.


"Kayak suara Alya? Apa dia sudah pulang?"


"Dek? Kamu sudah pulang? Di antar Arkan?" Sandy menyambut Alya dengan wajah gembira.


"Abang di sini?" tanya Alya balik tanpa menjawab pertanyaan Sandy. "Ibu mana?"


"Ibu arisan dirumahnya bu Ani. Abang tadi habis pulang kantor langsung kemari. Arkan mana?" tanya Sandy lagi. Ia tau Alya pergi liburan bareng Arkan dan Rani.


"Nganterin Rani kekosannya."


Alya membawa kopernya masuk ke kamar, di ikuti Sandy.


"Hpmu kenapa gak di bawa, dek?" tanya Sandy.


Alya nyengir.


"Lupa, bang!" jawabnya sambil cengengesan memperlihatkan gigi putihnya yang berderet rapi.


"Kebiasaan!" Sandy mengusap pucuk kepala Alya.


"Abang kangen tau, gak bisa ketemu dan denger suara kamu." Sandy mengerucutkan bibirnya, pura-pura merajuk.


Aly tertawa.

__ADS_1


"Maaf, bang." ucapnya penuh sesal.


Sandy tersenyum manis.


"Gak pa-pa deh, yang pentingkan sekarang kamu udah pulang dengan selamat. Oh ya, gimana liburannya? Di sana enak tidak?"


"Enaklah. Namanya juga liburan, pasti hepi dong."


"Oh ya? Kenalan cowok cakep gak?" goda Sandy.


"Cowok cakep mah dimana-mana banyak, bang."


"Masak?"


"Ya iyalah. Setiap manusia pasti terlahir cakep, gak ada yang jelek." sahut Alya.


"Pinter banget kamu ngelesnya." Sandy mengacak rambut Alya lagi.


"Bang!"


"Hm!


"Bang!"


"Apa adekku manis?"


Alya duduk di bawah sambil membongkar kopernya, menatap Sandy lekat.


"Aku di Bogor ketemu Kay."


Sandy diam.


"Ternyata dia masuk Akmil dan tugas di sana."


Sandy masih diam.


"Kay sekarang makin dewasa, juga makin item, bang. Kebanyakan berjemur kali ya?!" celoteh Alya.


"Emangnya turis demennya berjemur. Kay kan tentara, jadi harus latihan fisik setiap hari. Biar kuat, dek."


Alya mengangguk mengerti.


"Pasti berat ya, bang."


"Jadi tentara harus siap menghadapi apapun, dek. Kan harus bela negara?!"


"Iya ya. kasihan juga ya Kay kalo setiap hari harus latihan berat seperti itu." gumam Alya.


Sandy menatap Alya yang terpaku.

__ADS_1


"Mudah-mudahan ini semua salah."


__ADS_2