I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
LDR


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Alya kembali melakukan aktivitasnya di kampus bersama teman barunya, Abby dan Bella. Alya juga sudah memaafkan Arkan dan mereka pun kembali bersahabat seperti dulu.


Walaupun Arkan pernah mengungkapkan keinginannya untuk kembali merajut benang kasihnya yang sempat terputus, namun Alya menolaknya dengan alasan bahwa Alya telah memilih Kay untuk mengisi kekosongan hatinya.


Ya! Akhirnya Alya menerima bocah tengil yang baik hati dan tidak sombong, apalagi pelit untuk membayarnya makan bakso walaupun habis dua mangkok😂, sebagai pacarnya sekarang.


Meskipun LDR-an dan mereka hanya bisa jumpa via suara dan videocall, tapi Kay dan Alya menjalaninya dengan senang hati.


Seperti malam ini,


"Beib! Aku kangen!" wajah Kay memelas lucu.


Alya nyengir.


"Inilah resikonya pacaran sama bocah, minta dimanjain terus." Alya pura-pura mengeluh.


"Kok gitu, beib? Aku gak manja loh, maunya aku yang manja'in kamu." protes Kay.


"Aku tau kok, Ngil. Aku juga kangen sama kamu." Alya tersenyum manis.


Kay ikut tersenyum, penuh bahagia.


"Beib, dua minggu lagi aku udah mau ujian akhir. Mulai malam ini aku mau kamu nemenin aku belajar ya, beib?" pinta Kay dengan sangat.


"Emang kamu gak keganggu, Ngil?"


"Gak lah, beib. Aku malah semangat kalo belajarnya ditemenin kamu. Mau ya, beib?" wajah tampan Kay terlihat memelas.


"Iya deh! Tapi janji ya hasil ujian kamu harus memuaskan? Pokoknya kamu harus lulus dengan nilai bagus. Janji?"

__ADS_1


"Aku janji, beib. Ini kan juga untuk masa depan aku dan kamu yang sudah menjadi kita." Kay mengerling lucu.


Alya tertawa.


"Gombalanmu garing, Ngil. Tapi aku suka. Heee!" sahut Alya, alay. Kay ikutan tertawa.


"Aku kangen kamu, beib. Gak sabar rasanya pengen cepet lulus dan kita kuliah bareng."


"Mana bisa bareng, Ngil. Kamu aja baru kelas XII, aku sudah Semester empat. Jauh kamu nyusul aku."


"Yang penting nanti kan kita satu kampus, beib. Dan aku bisa ketemu kamu setiap hari."


Alya mengangguk. "Kalo gitu...aku tunggu kamu ya, Ngil?" kata Alya, memberikan semangat untuk Kay.


"Jelas kamu harus tunggu aku, beib. I love you, tante cantik!"


"Apapun panggilannya buat kamu, kamu tetap Bebeib ku yang paling ku cinta." gombal Kay.


"Aduhh, Ngil! Habis disanjung gini, tolong jangan hempas aku ya? Aku gak sanggup jatuh , Ngil!" bukannya terharu, Alya malah berpikiran jelek.


"Beib, apaan sih! Mana mungkin aku sanggup menjatuhkan kamu, aku kan sayang banget sama kamu, beib? Masak kamu gak percaya sih?" Kay sangat kesal dengan Alya yang masih saja menganggap Kay hanya main-main.


Gadis itu terkekeh, geli melihat kekasih bocilnya merajuk.


"Aku percaya kok, Ngil. Jangan sedih ya, semangat! Kan mau ujian dan ngampus bareng aku?" bujuk Alya.


Kay tersenyum dan mengangguk.


"Udahan dulu ya, Ngil. Aku udah ngantuk nih. Kamu juga harus istirahat biar besok bangun badan kamu segeran." nasehat Alya.

__ADS_1


"Beib...boleh aku minta sesuatu gak sama kamu?" tanya Kay sebelum Alya menutup vc mereka.


"Paan?"


"Tolong jangan panggil aku 'Ngil' lagi."


"Kamu gak suka? Tapi itu panggilan sayang aku ke kamu loh?" Alya terlihat sedih.


"Bukannya gitu, beib. Aku maunya kamu panggil aku 'Habib', kan aku kekasihmu, beib?!"


Alya menghela napas panjang. "Aku mau panggil itu ke kamu kalo kamu udah resmi jadi suamiku, Ngil."


"Tapi aku nanti pasti akan menjadi suami kamu, beib."


"Itu masih lama, Ngil. Untuk saat ini kamu terima saja ku panggil 'Ngil' karena itu panggilan sayang aku khusus buat kamu, pacarku, cintaku, kekasihku!"


Alya mengedipkan sebelah mata, genit, menggoda Kay yang nun jauh di sana. Membuat Kay begitu gemas melihatnya.


"Aku jadi pengen cium kamu, beib. Aku rindu bibir kamu." Kay mengerjab-kerjabkan matanya, seolah sangat menginginkan Alya.


"Haishh!" Alya mendengus kesal. "Masih kecil udah mikir macem-macem. Udah, bobo sana. Udah malem." omel Alya.


"Beib..."


"Bobo! Bye!"


Alya memutuskan vc sebelum Kay sempat protes lagi. Senyum manis terukir dibibir gadis itu, mengingat hubungannya dengan Kay, bocah tengil yang sudah mencuri hatinya.


"Semoga bersamamu aku bisa bahagia selamanya, Habibku sayang!"

__ADS_1


__ADS_2