I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Lanjut...


__ADS_3

Alya merasakan sakit di sekujur tubuhnya saat ia bangun untuk solat subuh.


"Bib. Bangun, yuk. Udah subuh." Alya menepuk pelan tangan Kay yang melingkar diperutnya yang polos karena piyamanya entah di lempar kemana oleh Kay semalam.


Pelukan Kay makin erat.


"Bib?"


"Iya. iya, beib." Kay pun menarik selimut yang menutupi tubuh polos mereka.


Alya membuang pandangannya ke arah lain.


Kay yang melihat Alya malu langsung mengangkat tubuh polos Alya dan membawanya ke kamar mandi.


"Bib! Turunin aku." jerit Alya kaget.


Tanpa banyak bicara Kay menurunkan tubuh istrinya ke dalam bathtub. Kay juga menyalakan shower dan memandikan istrinya.


Dengan lembut dan perlahan digosoknya punggung dan seluruh tubuh mungil istrinya.


"Bib, aku bisa mandi sendiri."


"Gak usah malu-malu lagi. Kita sudah sama-sama melihatnya."


"Tapi aku..."


"Sekarang kamu yang mandi'in aku." Kay menyodorkan spons pada istrinya dan Alya pun dengan cepat menggosok punggung Kay, lalu menyiram tubuh tegap suaminya.


"Udah. Aku juga udah selesai. Cepat handukan dan ganti baju, sebentar lagi solat subuh." Alya memberi handuk pada kay sebelum keluar dari kamar mandi.


Setelah solat subuh,


"Beib, bobo lagi yuk?" ajak Kay sambil memeluk Alya yang hendak keluar kamar, dari belakang.


"Kamu masih ngantuk, bib?" Alya membelai pipi Kay.


"He-eh." Kay mengangguk.


"Ayok!"


"Yeay!" sorak Kay.


Diangkatnya tubuh mungil Alya membuat istrinya itu terpekik kaget.


Dan sedetik kemudian tertawa geli dengan kekonyolan pria yang kini sudah menjadi suaminya, menjadi miliknya seumur hidup.


Alya pun dengan manja membenamkan wajahnya di dada suaminya.

__ADS_1


Setelah membaringkan Alya, Kay langsung menindih tubuh dan ******* bibir wanitanya.


Alya melingkarkan tangannya di leher Kay dan balas ******* bibirnya dengan penuh gairah.


Dan terjadilah kembali sparing ranjang antara keduanya dengan penuh perasaan dan kelembutan, juga cinta.


"Makasih ya, beib." Kay mengecup kening Alya sebelum merebahkan tubuhnya di samping tubuh polos Alya.


Alya mengangguk lemah.


Kay membawa Alya ke dalam pelukannya dan akhirnya mereka pun tertidur lagi.


Waktu menunjukkan pukul 11.15 wib. Tapi Kay dan Alya masih berada entah di alam yang mana.


Brak! Brak! Brak!


"Udah siang, woy! Bangun!!!"


Pintu kamar digedor keras. Entah siapa yang melakukannya, yang pasti Kay dan Alya terlonjak kaget saat bangun.


Kay cepat-cepat meraih bajunya yang tergeletak di lantai. Sedangkan Alya segera masuk ke dalam kamar mandi.


Kay membuka pintu kamar dengan wajah tegang.


"Gawat nih, ayah mertua ngamuk." begitu pikirnya.


Senyum jahil terukir di wajah sosok yang Kay kira tadi ayah mertuanya.


"Ngapain lo pagi-pagi ganggu orang tidur? Kurang kerjaan lo ya?" Kay menatap kesal Egi yang sudah mengganggu tidur nyenyaknya dengan Alya.


Egi tertawa, cengengesan dia.


"Mentang-mentang udah buka puasa, ampe gak ingat waktu lagi." sindir Egi.


"Sekarang udah jam sebelas lewat, bro. Hampir dzuhur, tau gak?"


"Siapa, bib?" tanya Alya. Ia sudah selesai mandi dan berganti pakaian.


"Nyamuk, beib. Nyamuk jahil yang minta ditampol." gerutu Kay.


Alya mengernyit.


Dan saat melihat Egi yang cengar-cengir di depan pintu, Alya pun tersenyum geli.


"Lo...emang gak tau sikon ya, Gi. Demen banget gangguin orang." umpat Kay lagi.


"Deuh...lo tuh yang gak inget waktu. Gak puas-puas lo dari semalem?" semprot Egi.

__ADS_1


"Ketagihan lo ya?" sindirnya.


"Hush! Anak kecil gak boleh tau urusan orang tua. Belum waktunya." Alya sengaja membuat Egi manyun.


"Haishh! Sok tua lo, mbah Surti." sungut Egi dengan mulut manyun.


Kay dan Alya tertawa.


"Bib, kamu mandi. Aku mau buatin sarapan dulu." kata Alya sebelum berlalu menuju dapur.


Kay mengangguk dan segera pergi mandi. Sedangkan Egi mengikuti Alya ke dapur.


"Sarapan lo berdua telat, Al. Kelamaan buka puasa ampe lupa sahur ya?" ledek Egi.


"Males gue ngeladenin omongan lo, Gi. Lo masih di bawah umur, belum pantes tau yang begituan."


"Begituan apaan, Al?" tanya Egi penasaran.


"Jangan di jawab, beib. Itu pertanyaan jebakan." sergah Kay yang tiba-tiba datang.


"Astaghfirullahaladziim. Bib, kamu nih bikin kaget aja." Alya menepuk pelan dada Kay yang hendak mencium keningnya.


Kay tertawa.


"Cepet amat lo mandi, Kay? Mandi burung ya? Lo kan harus mandi wajib, Kay?" Egi lagi-lagi meledek Kay.


"Kami udah biasa mandi cepat, Gi. Kalo kelamaan ntar keduluan di tembak musuh."


"Pasti ini mandi kedua lo hari ini kan?" tak habis-habis bahan Egi terus menggoda pasangan pengantin baru itu.


"Lebih malah, Gi. ini entah keberapa kalinya gue mandi...mandi kenikmatan." Kay sengaja membuat Egi mencibir iri.


"Sombong banget. Mentang-mentang udah punya istri, udah buka puasa juga...mau pamer? Gak perlu, gue nanti bakal kawin juga." cibir Egi dengan wajah kesal.


"Eits, nikah dulu baru kawin, Gi." ralat Alya.


"Nggeh, mbah." jawab Egi kalem, membuat Kay dan Alya tertawa ngakak.


Egi menatap kesal pasangan itu.


Maksud hati tadinya Egi sengaja ingin mengganggu pasangan pengantin baru. Tapi ternyata, malah dia yang dijahili pasangan itu.


"Dasar laki bini somplak!"


Tawa ngakak Alya dan Kay menggema, menertawakan Egi yang cemberut kesal.


"Senjata makan tuan si Egi."🤭

__ADS_1


__ADS_2