I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Akhirnya Bersatu Selamanya


__ADS_3

🎵Sumilire angin dalu iki


kelingan esem mung dek wingi


tansah kegowo nganti saiki


ra biso ilang nganti kegowo ngimpi


Wes suwe aku ngenteni kowe


nganti saiki iso dadi siji


mung kowe sing purun nompo


opo kahananku


matur suwun tresnomu mung kanggo aku


Pengen ku siji nyanding kowe selawase


ra ono wong liyo sing iso misahake


cukup sliramu gawe atiku tenang


ra bakal ilang mergo kowe


sing tak sayang


Wes suwe aku ngenteni kowe


nganti saiki iso dadi siji


mung kowe sing purun nompo


opo kahananku


matur suwun tersnomu mung kanggo aku


Pengen ku siji nyanding kowe selawase


ra ono wong liyo sing iso misahake


cukup sliramu gawe atiku tenang


ra bakal ilang mergo kowe


sing tak sayang🎶


"Ati Tenang (pengenku siji) - Happy Asmara"


Wira mer***s lembut jemari Aura yang ia genggam.


Lagu ini sungguh mewakili perasaan hatinya saat ini. Dimana keduanya sedang duduk dipelaminan setelah melewati berbagai prosesi akad nikah sesuai prosedur bagi anggota polisi pada umumnya.


"Makasih ya Yank, kamu mau menerima aku apa adanya!" ucap Wira pelan nyaris berbisik ketika Aura memandangnya, lembut.


Aura tersenyum dan mengangguk seraya balas menggenggam lembut tangan pria tampan yang kini sudah resmi menjadi suaminya itu.


Keduanya saling bertatapan lama dan berbalas senyum ketika,


"Sst! Dek!"


Sebuah panggilan mengusik keduanya. Abby nyengir ketika Wira melotot tajam padanya.


"Biasa aja kali Dek, matanya tajem banget. Perih hati Om liatnya." goda Abby yang tak habis-habis ide untuk menggoda keponakan tampannya itu.


Wira cemberut, keki.


Sedangkan Aura tersenyum, malu-malu.


Bella mencubit gemas pinggang suaminya.


"Jangan godain Dedek terus, Pa. Kasian!"


Bella memperingatkan Abby yang meringis, kesakitan.


"Dek, tante mau foto sama kalian berdua. Boleh?"pinta Bella pada kedua mempelai.


"Boleh dong, tante. Yuk, Yank!" Wira memeluk pinggul istrinya.


"Om gak usah ikutan. Takut lecek ntar hasil fotonya." Wira pura-pura mendorong Abby yang mau ikutan gabung.


"Ishh! Mau bikin skor satu sama ya?" seloroh Abby, membuat Aura terkikik geli.


Wira mencibir.


Akhirnya jadi juga Abby dan Bella berfoto dengan kedua pengantin.


🎵Telah lama sendiri


dalam langkah sepi


Tak pernah ku kira bahwa akhirnya


tiada dirimu disisiku


Meski waktu datang dan berlalu


sampai kau tiada bertahan


semua takkan mampu mengubahku


hanyalah kau yang ada direlungku


Hanyalah dirimu mampu membuatku


jatuh dan mencinta


kau bukan hanya sekedar indah


kau tak akan terganti


Tak pernah ku duga bahwa akhirnya


tergugah janjimu dan janjiku


Meski waktu datang dan berlalu


sampai kau tiada bertahan


semua takkan mampu mengubahku


hanyalah kau yang ada direlungku


Hanyalah dirimu mampu membuatku


jatuh dan mencinta

__ADS_1


kau bukan hanya sekedar indah


kau tak akan terganti🎶


 


...***Takkan Terganti - Marcell***...


 


"Beib?"


Sebuah lambaian tangan nan lembut membuat Kay berjalan menghampiri, tanpa sadar.


"Kamu datang, Beib?"


Kay memandang sendu wajah yang teramat sangat dirindukannya.


Senyum manis dan anggukan pelan membuat Kay terpaku, antara nyata ataukah mimpi?


"Beib, aku gak lagi halu kan?"


"Jelas halu, Bib. Aku kan udah gak ada."


Kay memandang disekelilingnya. Ia masih berada diruangan tempat resepsi pernikahan putranya, Wira.


"Dimana aku? Apa aku sudah..."


Kay menatap dalam wajah kekasihnya.


"Apa aku sudah diduniamu, Beib?" tanyanya, bingung.


"Apa kamu mau ikut denganku, Bib?" Bukannya menjawab, sang pujaan hati malah balik nanya.


"Aku ikhlas kalo Allah mengambil nyawaku sekarang, Beib. Tugasku menjaga Dedek sudah selesai." ujar Kay.


Sang bidadari surga Kay tersenyum manis, sungguh menyejukkan hati Kay yang sudah lama gersang.


Kay memeluk manja dan dipeluk mesra oleh kekasihnya.


"Aku kangen banget sama kamu, Beib. Kangeeeennn banget!"


Kay mengecup mesra bibir kekasih hatinya.


"Aku juga kangen kamu, Bib!" sang kekasih hati pun balas mencium Kay dengan tak kalah mesranya.


Dan lewat ciuman pulalah keduanya melepas rasa rindu yang sudah lama terpendam di dada.


"Aku beneran halu gak sih, Beib?"


"Menurut kamu?"


Kay menatap penuh kasih kekasih hatinya. Dahinya menyatu, menempelkan di dahi Alya.


"Aku mau ikut kamu, Beib. Aku gak mau kamu tinggal lagi. Dedek sudah ada yang menemaninya, sekarang."


Kay membelai lembut rambut panjang nan indah milik Alya.


"Apa menantu kita orang baik, Bib?" tanya Alya, lembut.


"Rara anak yang baik dan penurut, Beib. Buktinya dia mau waktu aku dan Hadi menjodohkan dia dengan Dedek. Padahal mereka kan dulunya sering berantem."


"Apa mereka sudah saling mencintai, Bib?"


"Kalo Dedek emang sudah menyukai Rara, Beib. Tapi gengsinya terlalu besar untuk mengakui perasaannya, makanya dia sering banget cari gara-gara biar Rara marah sama dia."


Alya tersenyum.


Kay mengangguk setuju.


"Bagaimana perasaan menantu kita sekarang buat Dedek? Apa dia sudah mencintai Dedek juga?" tanya Alya lagi.


"Sepertinya sudah, Beib. Kamu lihat, senyum bahagia dari wajah mereka? Aku yakin mereka sudah sama-sama saling mencintai sekarang."


Kay menatap bahagia sepasang pengantin yang tengah berbahagia itu.


Alya mengangguk setuju.


"Semoga Dedek dan istrinya selalu bahagia ya, Bib! Semoga Sakinah, mawaddah, dan warahmah sampai ke jannah-Nya." do'a Alya tulus untuk putra terkasihnya.


"Aamiin aamiin ya rabbal'alamiin!" ucap Kay di akhir do'a.


"Aku ikut kamu ya, Beib?"


Kay bersandar manja di bahu istrinya yang teramat sangat ia rindukan.


Alya tersenyum lembut.


"Aku sudah lama memimpikannya, Beib. Aku ingin bisa terus bersama kamu selamanya. Aku gak mau berpisah lagi dari kamu."


Kay memeluk erat tubuh istri tercintanya.


"Habib!"


Kay melepaskan pelukannya dan menatap lekat kekasih hatinya. Lalu pandangannya beralih, mengikuti arah yang ditunjuk Alya.


"Ayah!!!"


Kay melihat Wira menangis tersedu sambil mengguncang-guncang tubuhnya yang terbaring kaku. Aura ikut menangis sambil memeluk Wira.


Kay juga melihat Abby, Bella, mama dan papanya, ayah dan ibu mertuanya, juga Hadi dan seluruh keluarga besarnya.





"Dek, bangun. Kok tidur sih? Tamu masih banyak tuh!"


Bella menepuk pelan bahu adik iparnya yang tertidur di pojok ruangan.


"Adek tidur ya, sayang?" tanya Abby pada istrinya.


"Iya, Pa. Tapi dari tadi aku bangunin, adek gak bangun-bangun juga, Pa." suara Bella terdengar cemas.


Abby memeriksa keadaan adiknya yang tampak tertidur pulas. Raut wajahnya pun berubah tegang.


"Kenapa, Pa? Adek gak pa-pa kan?" Bella makin panik melihat suaminya tampak tegang.


Apalagi melihat airmata Abby yang mulai jatuh dipipinya.


"Pa?!" Bella memegang lengan Abby.


"Papa?!"


"Adek udah gak ada. Adek udah pergi ninggalin kita!" tangis Abby pecah disusul pekikan Bella yang langsung memeluk tubuh Abby yang merosot, jatuh terduduk.

__ADS_1


Suasana ramai dan meriah pun berubah tegang dan senyap seketika.


Semua orang menghampiri Abby yang sedang menangis bersama Bella disudut diruangan.


Wira tak kalah cemas melihat Abby menangis sambil memeluk ayahnya. Perasaannya tidak enak.


"Ayah!"


Wira memegang tangan ayahnya yang ia rasakan begitu dingin.


Hatinya makin tak karuan memikirkan sesuatu hal buruk yang sedang terjadi.


"Ayah..."


Abby memeluk Wira erat.


"Dedek yang tabah ya, ayah udah pergi nyusul emak."


"Tidaaaaaakkkk!!!"


Wira menjerit keras sambil memeluk tubuh kaku ayahnya.


"Ayah! Ayah gak mungkin pergi ninggalin aku kan, Yah? Ayah tadi sehat-sehat saja kan? Kenapa ayah ninggalin aku?!!" teriak Wira sambil terus mendekap tubuh ayahnya.


Salah satu tamu undangan, teman Wira yang juga seorang dokter, berinisiatif memeriksa kondisi Kay.


"Lo yang tabah, Wir. Bokap lo kena serangan jantung. Maaf!" sang teman menepuk pelan bahu Wira yang makin keras menangis.


Aura memeluk suaminya yang makin terpuruk. Airmatanya pun ikut tumpah melihat duka yang kini dialami suaminya.


Ayah yang sangat dicintainya telah pergi meninggalkannya di hari bahagianya.


"Habib yang sabar ya? Aku di sini bersama Habib!" ujar Aura pelan ditelinga Wira yang menangis dipelukannya.


"Ayah udah pergi menyusul emak, Yank. Aku gak punya siapa-siapa lagi." tangis Wira.


"Habib masih punya aku, papa, abok, nenek, om dan yang lain. Habib gak sendiri. Kami masih ada bersama Habib." Aura membelai lembut rambut suaminya.


"Kamu jangan pernah ninggalin aku ya, Yank? Tolong jangan tinggalin aku!"


Wira memeluk erat istrinya. Airmatanya terus mengalir deras.


"Gak akan, Bib! Aku akan terus bersama Habib selamanya!" janji Aura.


Tangannya terus mengusap kepala Wira yang menempel didadanya.


Aura juga tidak bisa menahan kesedihannya.


"Ayah! Rara baru saja dekat dengan ayah. Rara tau ayah orang yang baik. Terima kasih sudah menjadikan anak ayah yang baik untuk menjadi suami Rara. Rara sayang ayah. Semoga ayah dan emak tenang di sisi Allah SWT. Doakan agar pernikahan Rara dan Wira terus bahagia hingga ke jannah-Nya. Aamiin!"


_-_


_-_


_-_


Kay melangkah tenang sambil bergandengan mesra dengan Alya yang berjalan anggun disisinya.


Senyuman manis terukir di wajah keduanya yang memancarkan kebahagiaan.


Kini tak ada lagi yang bisa memisahkan mereka berdua. Kay dan Alya akhirnya kembali bersatu, dan sekarang untuk selama-lamanya.


Ya, Kay pergi dengan tenang, meski diiringi isak tangis oleh anak, saudara, orang tua, sahabat, dan handai taulannya.


Keinginannya memberi kebahagiaan untuk anak semata wayangnya sudah tercapai dan saatnya ia kembali bersama bidadarinya yang telah menunggunya di surganya Allah.


"Terima kasih ya Allah. Engkau telah memberiku kebahagiaan hingga di akhir sisa hidupku."


🎵Manakala hati menggeliat


mengusik renungan


mengulang kenangan saat cinta


menemui cinta


Suara semalam dan siang


seakan berlagu


dapat aku dengar rindumu


memanggil namaku


Saat aku tak lagi disisimu


kutunggu kau di keabadian


Aku tak pernah pergi


selalu ada dihatimu


kau tak pernah jauh


s'lalu ada di dalam hatiku


Sukmaku berteriak menegaskan


ku cinta padamu


terimakasih pada Maha Cinta


menyatukan kita


Saat aku tak lagi disisimu


kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


menggelarkan cerita penuh suka cita


sehingga siapapun insan Tuhan


pasti tau


cinta kita sejati


*Lembah yang berwarna


membentuk melekuk memeluk kita


dua jiwa yang melebur jadi satu


dalam kesucian cinta❤🎶


\*\*\* ***Cinta Sejati - BCL*** \*\*\*

__ADS_1


Tamat💕💕💕


Terimakasih untuk pembaca yang sudi membaca novelku yang masih banyak kekurangannya ini. Semoga saja bisa memuaskan hati para pembaca yang budiman. Maaf bila ada salah kata. Dan mohon like n komentarnya.🤗🤗🤗


__ADS_2