
"Honey!!!" seorang cewek cantik nan seksi berteriak girang dan langsung memeluk lengan Kay, hangat. Kay yang sedang makan bakso dengan Alya spontan menghela napas berat. Matanya menatap malas pada cewek yang memeluknya.
"Udah berapa kali gue bilang ke elo, gue bukan honey lo!" bentak Kay, keras. Alya sampai terperanjat kaget. Hampir saja bakso yang dimakannya tersedak keluar.ðŸ¤
"Ngil! Kasar amat sih lo ama cewek? Gak boleh gitu!" Alya menatap kesal pada Kay yang tengah merengut kesal.
"Lo siapa?" tanya si cewek cantik nan seksi pada Alya. Mata indahnya menatap Alya tajam, penuh cemburu.
"Gue..."
"Dia cewek gue! Jadi, jangan pernah lo deketin gue lagi. Lo sekarang pergi dari depan muka gue. Eneg gue liat muka lo udah kayak muka badak gitu." usir Kay.
"Ngil..."
"Cepetan baksonya dihabisin, beib. Gue jadi mati napsu kalo gini." Kay mendorong mangkok baksonya.
"Kalo lo gak mau buat gue aja, Ngil. Gue masih mau nambah." sahut Alya. Cepat-cepat diambilnya mangkok bakso Kay dan memakannya.
"Ishh...elo, beib. Maruk!" cerca Kay, geli melihat Alya yang tidak merasa jijik memakan bakso bekasnya. Malah Alya menikmati dengan begitu rakusnya. Kay geleng-geleng kepala, geli. Dengan gemas diacaknya rambut Alya.
"Honey..."
__ADS_1
"Lo...masih disini juga!!!" pekik Kay pada cewek yang ternyata masih berada disitu, melihat kebersamaan Kay dan Alya.
Refleks Alya menepuk keras bahu Kay dan menatapnya tajam. Kay cemberut sambil mengusap-usap bahunya.
"Siapa sebenarnya nih cewek? Apa benar dia pacar Kay?"
"Makannya jangan buru-buru juga kali, beib. Liat nih mulut kamu belepotan gitu." Kay menyapu tisu dibibir Alya yang penuh bekas kuah. Alya hanya nyengir, cuek.
"Honey! Kamu udah nyakitin aku, tau gak?!" akhirnya Elsa bersuara setelah tak tahan lagi melihat kemesraan yang ditunjukkan Kay pada gadis yang belum pernah Elsa kenal.
"Eh, muka badak! Kalo cacian gue gak mempan, apa perlu gue bertindak kasar ama lo?!" bentak Kay lagi. Cewek itu mengkerut, takut.
Kay mengajak Alya pergi setelah membayar bakso dan minuman mereka.
"Bukan siapa-siapa, beib. Tadi itu cewek gila muka badak. Gak usah kamu pikirin ya?" ujar Kay sambil menggenggam tangan Alya yang memegang jaket Kay.
"Iddihh! Kurang kerjaan kali gue. Masalah gue aja lebih mumet dari masalah lo ama fans berat lo." tukas Alya sambil menepuk keras punggung Kay.
"Gue cuma heran aja, kok ada ya cewek yang tahan dikasarin ama cowok. Emang udah lama dia suka ama lo?" Alya tak habis pikir dengan cewek cantik nan seksi tadi yang seperti tak punya harga diri, mengejar cowok yang jelas-jelas sudah menolaknya.
"Sejak kelas X. Sebenarnya Elsa tuh temen kecil gue, kita udah kayak saudara malah. Tapi gak tau kenapa dia jadi lebay kayak gitu, bikin gue males temenan lagi sama dia."
__ADS_1
"Mungkin dia udah jatuh cinta ama lo, Ngil. Cinta datang kan gak diundang?" Alya menepuk pelan bahu Kay yang menghentikan motornya di taman yang tak jauh dari rumah Egi. Kay diam. Alya turun dari motor dan duduk di sebuah bangku.
"Tapi gue gak punya perasaan cinta layaknya cowok pada cewek, beib. Gue sayang ama Elsa hanya sebatas teman, gak lebih. Gue kesel kenapa Elsa jadi bucin banget ama gue. Gue kecewa, beib." Kay jadi curhat sama Alya.
"Bukan berarti lo boleh ngomong kasar ama Elsa kan, Ngil? Dia cewek loh. Kalo dia sakit hati sampe bunuh diri, gimana?"
"Gak usah lebay deh. Kalo dia mau bunuh diri udah dari dulu, kaleee!" Kay menoel jidat Alya, gemas. Alya merengut, kesal.
"Gue nih lebih tua dari lo, Ngil. Jangan sembarang noal-noel kepala orang, ntar kena tulah lo." gantian Alya yang menoel jidat Kay yang hanya bisa cengengesan.
"Coba deh ntar kalo ketemu Elsa lagi, lo ngomong baik-baik. Kali aja dia ngerti." usul Alya. Kay menggeleng.
"Udah dari cara halus, cara kasar, tetap aja Elsa terus maksa-maksa pengen jadian ama gue. Ditambah lagi mama pengen banget ngejodohin gue sama dia." Kay tertunduk lesu. Alya menepuk bahu Kay lagi.
"Itu sih DL namanya, Ngil."
"Apaan tuh DL?" tanya Kay, tak mengerti.
"DL itu... de-ri-ta lo!"
Alya terbahak, ngakak melihat Kay yang spontan manyun mendengar maksud perkataan Alya.
__ADS_1
"Jahat lo ama gue, beib! Hiks!"
Kay pura-pura terisak. Alya makin heboh ngakaknya.