I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Bongilku


__ADS_3

Bian garuk-garuk kepala, bingung. Karin duduk tenang di dekat Kay dan Sandy.


"Papa tinggal temui bang Dani aja, seperti yang mama bilang." Karin memberi solusi.


"Gak semudah itu, Ma."


"Biar aku aja yang ngomong sama ayahnya Alya, Pa."


Bian menoleh ke arah Kay.


"Memang harus kamu yang bicara sama Dani, karna kamu yang membuat kacau semuanya." Bian menatap anaknya, kesal.


"Dari awal kan aku memang udah gak setuju, Pa. Hanya saja waktu itu aku gak berani..."


"Jadi sekarang udah berani?" bentak Bian, memotong perkataan Kay.


"Aku udah dewasa, Pa. Udah punya tanggung jawab, jadi aku harus berani mempertahankan milikku." jawab Kay, optimis.


Bian menyeringai sinis.


"Papa jadi pengen lihat gimana reaksi Dani saat tau masalah ini. Dan papa juga penasaran apa kamu bisa menaklukkan sikap keras kepala Dani." Bian seperti tampak sedang berpikir.


"Dan kamu, dek! Kenapa kamu menuruti maunya bocah tengil ini?" tanya Bian pada Sandy.


"Aku bukan bocah lagi, Pa." protes Kay.


"Bocah tengil? Hahh! Sejak kapan papa ketularan Alya?" batin Kay menggumam kesal.


Sandy tertawa geli melihat Kay merengut kesal.


"Mau gimana lagi, bang. waktu dua tahun ternyata gak bikin Alya jatuh cinta padaku. Entah adek pakai pelet apa sampai Alya gak bisa buka hatinya buat aku." keluh Sandy.


Kay terkekeh.


"Pake pelet ayam campur dedak, om." seloroh Kay.


Sandy nyengir. Sedangkan Bian dan Karin cekikikan geli.


"Itulah namanya cinta sejati, om. Akan selalu di hati meski badai datang menghalangi." sahut Kay lagi, sok puitis.


"Kita lihat sampai dimana kamu bisa mempertahankan cinta sejatimu, dek." kata Bian berusaha menahan tawanya melihat ketengilan anak bungsunya. Sedangkan Karin dan Sandy sudah terpingkal geli sambil memegang perutnya.


"Oke! Lihat aja nanti."


"Ingat! Kami butuh bukti, bukan janji."


"Idihh! Aku mau perang urat sama ayahnya Alya, Pa, bukan lagi kampanye. Hadehhh si papa!" Kay menepuk jidatnya, pelan.


"Kamu siap, gak?" Papa menoel gemas kepala Kay.


"Siap,Komandan!" Kay bersikap hormat bendera.


"Bagus! Laksanakan."


"Siap! Laksanakan!"


Kay pun pamit pergi menemui Alya.


"Dasar bocah tengil. Tentara kok bucin." Bian menertawakan Kay setelah cowok ganteng itu pergi.


Karin dan Sandy dari tadi terus tertawa melihat ulah Kay. Bahkan Karin sampai lari ke toilet tak mampu menahan pipis akibat tertawa.


****


Kay menjemput Alya di kampusnya. Saat Kay melewati parkiran kampus, Kay melihat Alya sedang dihadang tiga orang mahasiswi.


"Jangan sok kecakepan deh lo, Al. Semua cowok-cowok di sini deket ama lo. Obral murah lo sama mereka?" celutuk salah satu mahasiswi.


Kay yang melihat mereka dari tempat yang tersembunyi tidak mengenal satu pun dari gadis itu.


"Pastilah obral murah, Sis. Muka pas-pasan, bodi juga minimalis, mana ada yang mau deketin sih." caci yang satu lagi. Kedua temannya tertawa mengejek.

__ADS_1


"Mau lo semua apa sih? Perasaan...gue gak pernah ganggu lo pada." tanya Alya tenang.


"Munafik lo, Al. Arkan, Abby, Egi, Pian, Ando,..."


"Ardi, Toni, Dian, Setya, Abdi, Dino, Rido,..."


"Wawan, Erdan, Gani, Jay, Redi, Temy,..."


"Stop!" Alya mengangkat tangannya menyuruh ketiga cewek itu berhenti nyerocos. Sontak ketiga mahasiswi itu pun mingkem.


"Lo lupa satu nama belum lo bertiga sebutin."


"Siapa?" ketiga cewek itu saling pandang.


"Pak Ahmad, satpam kampus. Jangan lupa, dia cowok yang paling deket ama gue." jawab Alya santai membuat trio cabe itu mencak-mencak kesal.


"Lo bener-bener nantangin ya, Al. Nyari mati lo ama gue." yang baju merah mulai kepanasan.😲(siapa suruh pake baju merah, weee😜)


"Sape elu? Malaikat Izra'il? Hiii, atut!" Alya pura-pura bergidik ngeri.


"Kami ini calon pacar dari cowok-cowok ganteng yang lo deketin itu." sahut yang baju biru. (coba kalo jilbab biru, kan enak ada lagunya. Oi adek yang jilbab biruuuuuu cantik manis cak ulet buluuuuu🤭)


"Iya. Aku kan sukanya sama Abby, tapi dia nemplok terus deket kamu." timpal yang baju pink.


"Lo kata si Abby cicak, maen nemplok aja. Abby tuh udah punya pacar, namanya Bella, yang taun kemaren ikut pertukaran pelajar ke UNY." jelas Alya, apa adanya.


"Kalo Egi?"


"Egi tuh sepupu gue. Udah punya cewek juga namanya Elsa, anak Sastra."


"Ketua senat kita, si Arkan?"


Alya menghela napas kesal.


"Lo semua mau ngeroyok gue apa mau cari informasi sih?" sungutnya, keras.


"Kalo mau cari info, tanya baik-baik. Jangan ngatain gue murahan. Aishh, gue beri juga lo." Alya mulai kesal pada trio cabe didepannya. Tangan mungilnya sudah terkepal, keras.


"Three musketeers?" Alya mengernyitkan dahi.


Trio cabe mengangguk kompak.


"Egi, Abby dan Arkan, three musketeers?"


Trio cabe mengangguk lagi. Dan Alya pun ngakak, guys.


"Mirip! Mirip! Mirip!" Alya ngakak sambil mengangguk-angguk. Gantian trio cabe yang bingung dengan tingkah Alya.


"Mirip siapa, Al?"


"Mirip tikus di pelem three musketeers. Hahahahaaaa!!!" Alya ngakak makin keras sambil memegang perutnya.


Kontan trio cabe pun merengut masam.


"Lo jangan nonton yang versi kartun dong, Al. Tonton yang versi Hollywood biar lo tau betapa ganteng dan gagahnya mereka." protes trio cabe.


"Ogah. Gantengan juga cowok gue." sahut Alya cuek.


"Sombong lo. Palingan juga sekelas Pak Ahmad yang naksir elo." ejek si pinky.


"Ho-oh!" si bilu-mela mengangguk, mengiyakan. Kok kayak judul pelem ikan ya?🙄🤔


"Jangan sok tau. Ntar lo semua ngences sampe guling-guling kalo liat cowok gue, gue gak tanggung ya?" gurau Alya.


"Cuihh! Ngimpi lu!" kompak trio cabe melengos.


"Lu yang halu, nyama'in Egi, Arkan juga Abby mirip aktor hollywood. Bawa berobat tuh mata, Mumun!" sergah Alya.


Kay yang dari tadi mengintip tak mampu lagi menahan tawanya. Dia ngakak, menertawakan trio cabe yang awalnya mau membully Alya malah mereka yang dibully Alya tanpa mereka sadari.


"Bongil!"pekik Alya nyaring.

__ADS_1


"Ngapain lo disitu?!" bentaknya.


Kay keluar dari tempatnya bersembunyi sambil terus tertawa geli. Trio cabe pun sukses melotot, guys.


Pemandangan indah yang sayang untuk dilewatkan. Seorang pria tampan dengan tubuh tinggi, atletis, dan tegap berjalan gagah menghampiri mereka.


"Mashaallah! Bang Suho versi eksotik!" teriak si pinky takjub.


"Kim Soo Hyun!" si bilu ikutan histeris.


"Jin!" pekik si mela.


"Astaghfirullah! Beib, dia bisa liat jin." celutuk Kay yang memang o'on soal K-pop.


Alya ngakak. Si mela mencetut. Pinky dan bilu tetep fokus menatap Kay, takjub.


"Kim Seok Jin, abang. Bukan jin iprit." ralat si mela.


"Temen baru jin tomang ya?" tanya Kay blo'on. Si mela menepuk jidatnya, sebal.


"Sak arepmu lah, bang." sungutnya kesal. "Untung ganteng lo, kalo gak gue lempar ke got dah lo." umpat si mela dalam hati.


Melihat cengiran Kay, tawa Alya pun makin keras. Alya sampai memeluk Kay menahan gejolak diperutnya akibat terlalu keras tertawa.


"Udah, beib. Udah. Ntar sakit perutnya." Kay memegang perut Alya.


"Abang ganteng ini siapa, Al?" tanya si mela yang langsung disikut pinky, cepat.


"Lo budek ya? Tadi kan dia panggil Alya beib, berarti ini pacar Alya." bisik pinky.


Kompak, trio cabe menatap Kay lagi, penuh kekaguman.


"Iler kalian ngences tuh. Lap'in gih!" Alya sengaja menggoda trio cabe.


Geli diperutnya masih terasa dan tambah menggelitik lagi ketika ia melihat trio cabe spontan mengelap mulut mereka masing-masing, tanpa sadar. Alya pun ngakak lagi.


"Udah, beib. Kasihan mereka kamu mainin terus." ujar Kay yang ikutan cekikikan geli. Alya hanya nyengir, cuek.


"Biarin. Siapa suruh mereka tadi nuduh aku macem-macem. Bilang aku murahan, muka pas-pasan, bodi minimalis...sembarangan." Alya ngedumel, kesal. Si Alya dendam guys.🤭


"Kurang ajar mereka, beib." Kay terprovokasi.


"Gak juga, sih."


"Loh?" Kay menatap kekasihnya, bingung.


"Muka pas-pasan, bodi minimalis..." Alya nampak berpikir sejenak.


"Emang bener sih mukaku pas-pasan, bodi minimalis, tinggi semeter kotor.. tapi aku kan gak murahan, Ngil. Enak aja." Alya bersungut kesal.


Kay tersedak mendengar umpatan Alya.


"Kamu kok jujur banget sih, beib." Kay mencubit gemas hidung kekasihnya yang juga minimalis.


"Mending kita ngebakso aja yuk. Aku laper." ajak Kay sambil merangkul Alya, mengajaknya pulang. Alya ikut dengan wajah cemberut.


"Al, kenalin kita dong sama abang Jin." teriak si mela.


"Iya, Al. Gue pengen salim ama babang Hyun." sambung si bilu.


"Gue juga, Al. Mau cipika ama mamas Suho." pekik pinky.


Alya menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah trio cabe.


"Kalo yang ini...mau gak?!" Alya mengacungkan bogem mungilnya.


"Kaburrrrr!"


Tanpa komando, trio cabe bergegas pergi dari tempat itu sebelum Alya mengeluarkan jurus seribu cacian mak erot.


🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀

__ADS_1


__ADS_2