I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Masih Egi dan Elsa


__ADS_3

"Sa, lo dari mana aja? Egi dari siang tadi nyari'in lo. Kenapa ponsel lo gak aktif? Emang nya lo kemana?" Rani langsung nyerocos ketika Elsa datang dan hendak masuk ke dalam kamarnya.


"Gue kekosan temen dan ketiduran di sana. Hp gue lowbat. Nih." Elsa menunjukkan ponselnya yang mati.


Rani mengernyit, menatap Elsa dalam-dalam.


"Lo baik-baik aja kan, Sa?" tanya Rani hati-hati.


Rani tau kegalauan hati Elsa saat ini. Itu terlihat dari matanya yang sembab.


"Pasti Elsa habis nangis." tebak Rani dalam hati.


"Keliatan ya, Ran?" tanya Elsa.


Rani mengangguk.


Elsa menunduk dalam. Ia paksakan senyum di sudut bibir tipisnya.


"Lo udah salah paham sama Egi, Sa. Tadi dia cerita kalo dia dan Fania lagi mengerjakan tugas kelompok." ujar Rani, pelan.


"Jadi nama cewek itu Fania?"


Rani mengangguk.


"Dia satu kelompok sama Egi. Kebetulan dua teman mereka tadi gak datang, jadi mereka berdua yang bagi tugas dan menghubungi teman mereka yang lain." jelas Rani.


Elsa diam.


"Egi ngomong begitu sama lo?" tanya Elsa kemudian.


Rani mengangguk.


"Apa lo gak percaya sama Egi, Sa?"


"Gue percaya. Egi orangnya jujur."


"Terus?"


"Gue gak percaya ama tuh cewek."


"Hah!" Rani melongo, tak mengerti.


"Maksud lo?"


Elsa menghempas napas kesal.


"Dia nyari gara-gara ama gue. Belum tau dia siapa gue." gerutu Elsa menahan geram.


Rani garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Siapa, Sa?" tanyanya bingung. Rani makin tidak mengerti maksud perkataan Elsa.


Elsa membisikkan sesuatu ke telinga Rani.


"Lo mau bantu gue kan, Ran?" tanya Elsa.


Rani mengacungkan jempolnya.


Dua hari kemudian,


"Kamu kemana sih, Yank? Aku telpon gak di angkat, aku chat gak di bales. Aku samperin kekosan kamu gak ada, ditungguin di kampus gak nongol juga. Bingung aku nyari'in kamu." keluh Egi sambil menatap lekat foto Elsa di ponselnya.


Egi bersandar lesu di bangku taman belakang kampus.


"Egi! Aku dari tadi cari-cari kamu, gak taunya kamu disini." Fania datang menghampiri Egi. Dengan santai ia duduk disebelah Egi.


"Ada apa, Fan? Apa Dian dan Sari udah lo kabari tentang yang kita bahas kemarin?"


"Sari udah. Dian belum. Katanya kemarin dia pulang kampung karna aboknya meninggal. Tapi hari ini dia pulang kok, ntar aku hubungi dia lagi."

__ADS_1


Egi mengangguk, mengerti.


"Eh Gi, kamu masih pacaran gak sih sama Elsa?" tanya Fania, tiba-tiba, membuat Egi mengernyitkan dahi dan menatapnya lekat.


"Emangnya kenapa?"


"Kemarin aku lihat dia jalan berduaan sama cowok di bioskop."


"Siapa?"


"Kayaknya pacar Rani, Arkan."


Egi diam, tampak sedang berpikir.


"Mereka jalannya sambil gandengan loh, Gi. Mesra banget."


"Serius lo?" tanya Egi setengah berteriak. Matanya sampai melotot saking kagetnya.


Fania mengangguk cepat.


"Lo salah liat kali?!" sanggah Egi.


"Gue gak mungkin salah liat, Gue udah beberapa kali liat Elsa jalan sama Arkan Teman-teman yang lain juga liat."


"Jangan fitnah lo!!!" bentak Egi. Matanya menatap kesal teman satu kelompoknya itu.


"Ini fakta, Gi."


"Elsa gak mungkin kayak gitu. Kami udah lama pacaran, dan dia selalu setia sama gue."


"Iya, di depan kamu. Di belakang kamu jelas-jelas Elsa udah mengkhianati kamu."


"Fania!!!"


"Nih, buktinya kalo kamu masih gak percaya!" Fania memperlihatkan foto yang diambilnya kemarin saat bertemu dengan Elsa dan Arkan.


Tiba-tiba, Egi melihat Elsa sedang berjalan bersama Arkan, dimana Arkan merangkul bahu Elsa dan mereka tertawa-tawa bersama.


Egi yang sudah emosi langsung berdiri dan menghampiri mereka.


"Sabar, Gi. Tahan emosi kamu. Pikirkan apa yang sebaiknya kamu lakukan sama cewek tukang selingkuh kayak Elsa." hasut Fania saat melihat Egi sudah terpancing emosinya.


"Elsa!!!"


Elsa terperanjat kaget mendengar teriakan keras Egi.


"Paan sih? Bisa gak manggilnya pelan-pelan. Ini di kampus, bukan di hutan." sungut Elsa kesal.


Apalagi saat melihat Egi datang bersama Fania yang tengah tersenyum sinis, menatap kearahnya.


"Kamu tau ini kampus, tapi kamu masih berani selingkuh di depan aku. Gak punya hati kamu, Elsa!" Egi menatap nanar wajah cantik Elsa.


Rasa sedih dan kecewa ia rasakan saat memandang wajah kekasihnya yang sudah tega mengkhianatinya.


"Apa? Aku? Selingkuh?" Elsa melotot tajam ke arah Egi.


"Kamu gak salah ngomong?!" sindirnya pedas.


"Gak usah ngeles. Di depan mata aku kamu berani bermesraan sama Arkan. Pantesan aku nyari'in kamu menghindar terus, rupanya kamu 'bermain' di belakang aku."


"Bro! Jangan gila lo!"


"Diem, lo! Gue bukan brother lo!" Egi membentak Arkan.


"Lo kenapa sih Gi..."


"Ba****t lo!!!"


Bugh!!!

__ADS_1


Arkan terduduk ketika Egi memukulnya dengan tiba-tiba.


"Bang!!!" Elsa membantu Arkan bangun. Matanya memerah, menahan geram menatap Egi.


Dan Amarahnya makin ke ubun-ubun ketika terlihat Fania tersenyum sinis padanya.


"Mau kamu apa, Gi? Kamu mau putus, terus pacaran sama dia? Iya?!" teriak Elsa penuh emosi.


"Kamu jangan memutar balikkan fakta, Elsa! Jelas-jelas kamu yang selingkuh, bukan aku!" sahut Egi tak kalah keras.


"Egi, ini gak seperti yang lo..."


"Diem lo! Gue gak butuh penjelasan lo!" gantian Arkan yang Egi bentak.


"Lo yang diem!!!" bentak Elsa pada Egi.


"Gue gak nyangka lo kayak gini, Gi. Lo udah terhasut fitnah dia. Gue tau dia biang keroknya." Elsa menunjuk wajah Fania yang seketika pucat pasi.


"Kok gue? Gue gak tau..."


"Gak usah sok polos. Gue tau lo selama ini mengejar-ngejar Egi dan mau merebut Egi dari gue, kan?" tuduh Elsa langsung.


"Elsa..."


"Gue suka sama Egi, sis. Gue akan memfitnah Elsa dan menghasut Egi biar Egi membenci Elsa dan mereka putus. Kemarin gue sudah berhasil membuat Elsa cemburu. Dia melihat gue lagi berduaan sama Egi. Padahal kita cuma lagi buat tugas. Gue seneng, sis, akhirnya gue bisa deketin si Egi."


"Kita putus, Gi. Buang waktu, gue jelasin juga percuma. Lo lebih percaya sama dia daripada gue."


"Dek! Semua kan masih bisa diomongin baik-baik. Masak hanya karna salah paham kalian harus putus? Kalian kan udah pacaran hampir enam tahun?!" kata Arkan, berusaha menenangkan Elsa.


"Gak guna dijelasin juga, kalo bego sama keras kepala udah nyatu. Gak bakalan ngerti juga. Sama kayak lo dulu, bang, waktu dibegoin ama Wulan." sindir Elsa yang bukan hanya ditujukan pada Egi, tapi Arkan pun kena juga.


"Loh...kok malah beloknya ke situ sih, dek." protes Arkan.


"Emang sama kok. Kalian tuh sama-sama bego. Mau ngomong apa lo?!" tantang Elsa.


Arkan menoleh ke arah Egi dengan penuh kesal.


Egi yang masih diam tak bergeming, tak menggubrisnya. Dia kaget tadi ketika mendengar rekaman suara dari ponsel Elsa.


Egi merasa sudah ditipu mentah- mentah oleh Fania, yang disangkanya baik.


"Lo emang bego, Gi. Lo kan tau Elsa itu sepupu gue, masih juga lo cemburu ama gue. Dodol lo!" caci Arkan kesal pada Egi dan menoel keras kepala Egi, membuat cowok tampan itu tersentak kaget.


"Gawat. Gue lupa!"


Egi menepuk jidatnya. Dia menyadari kesalahannya.


Egi pun cepat-cepat memegang dan menggenggam tangan Elsa, namun ditepis keras oleh gadis itu.


"Yank, maafin aku ya? Aku udah salah..."


"Gue udah ikhlas kalo lo mau pacaran sama dia. Gue gak butuh cowok yang lebih percaya hasutan orang daripada gue." sahut Elsa ketus.


"Maafin aku, Yank. Aku gak mau pacaran sama yang lain apalagi sama dia. Aku maunya cuma sama kamu. Aku janji aku gak bakalan mudah terhasut lagi. Maafin ya, Yank? Kita gak jadi putus ya?"


"Egi, aku..."


"Gue akan bilang ke dosen akan tukar kelompok. Gue gak mau satu kelompok dengan orang yang suka menghasut gue dan memfitnah pacar gue. Sekarang lo pergi karna gue gak mau liat muka lo lagi." usir Egi.


Ditepisnya kasar tangan Fania yang coba memegang tangannya.


"Lo ingat baik-baik, Fan. Cinta kami gak terjadi dengan mudah, jadi jangan anggap lo bisa dengan mudah menghancurkannya. Sebelum niat buruk lo berhasil, lo yang malu lebih dulu." kata Egi lagi.


Fania pun pergi dengan wajah kesal dan malu. Pupus sudah harapannya punya cowok ganteng dan pintar seperti Egi.


Ditambah lagi Egi sudah menolaknya mentah-mentah dan tidak mau melihatnya lagi.


Penyesalan memang selalu datang terlambat, Gi. Yang datang di awal itu ... 'kata pengantar'.😂

__ADS_1


__ADS_2