I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Akhirnya...


__ADS_3

Sehabis solat isya,


"Bib, makan yuk?" ajak Alya setelah melipat mukenanya dan merapikan sajadah mereka.


"Ngantuk, beib." sahut Kay yang sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur tanpa membuka matanya yang sudah terpejam.


Alya tersenyum jahil.


"Kalo entar loyo aku gak mau ya?" kata Alya.


Kay langsung bangun dari tidurnya dan menarik tangan Alya.


"Yuk beib kita makan." ajaknya.


Alya terbahak.


"Dasar mesum."


Kay nyengir. Lalu sambil ngelendot manja di bahu istrinya, Kay berjalan menuju dapur.


"Ibu sama ayah kemana, beib?" tanya Kay ketika tidak melihat kedua mertuanya.


"Tadi sih katanya ke rumah teman ayah di kota P. Besok baru pulang."


"Terus...abang sama Egi?"


"Udah balik habis magrib tadi. Kamu sih, abis solat magrib langsung tidur. Capek banget ya?" tanya Alya penuh perhatian. Disiapkannya nasi dan lauk pauk untuk suaminya.


"Berarti...malam ini kita tinggal berdua aja, beib?"


"Iyalah."


Kay tersenyum menyeringai membuat Alya bergidik ngeri melihatnya.


"Ka...ka...mu...kenapa ketawa kayak gitu, bib?" Alya menatap suaminya, gugup.


"Makan dulu yuk." Kay menyuapkan makanannya ke mulut Alya.


"Aku...bisa makan sendiri, bib." tolak Alya secara halus.

__ADS_1


"Kita makan sepiring berdua aja, biar romantis." sahut Kay cepat.


"Tapi..."


"Makan gak? Atau mau aku suapin lewat mulut?"


Cepat-cepat Alya memakan makanan yang disuapkan Kay padanya.


Kay tersenyum.


Tingkah malu-malu kucing Alya dan wajahnya yang merah merona karena tersipu malu membuat Kay gemas dan ingin segera menerkam istri tercintanya.


"Istri pintar." Kay mengacak lembut rambut istrinya.


"Makan yang banyak biar kuat sparing sama aku malam ini."


Uhukk. Uhukk.


Alya tersedak mendengar celutukan Kay yang tidak tau kondisi dan tempat.


"Minum beib, biar segeran." Kay menyodorkan segelas air putih pada Alya.


Alya merengut.


"Iya. Iya. Sekarang gantian kamu yang suapin aku." Kay menyodorkan piringnya pada Alya.


"Bismillah, dulu." Alya mengingatkan suaminya.


"Udah. Kamu kan tadi baca doanya dalam hati dan sudah aku aminin dalam hati juga." sahut Kay konyol.


Alya tertawa geli.


Setelah makan, keduanya duduk santai sambil nonton tv.


"Beib. Bobo yuk!" Kay memeluk manja istrinya yang duduk disebelahnya.


"Udah ngantuk ya?" Alya membelai lembut pipi suaminya.


Sang suami pun mengangguk dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Yuk kita bobo."


Kay pun langsung berdiri dan menggendong tubuh mungil Alya membuat gadis itu terpekik, kaget.


"Habib!!"


Tanpa memperdulikan teriakan istrinya, Kay membawa istrinya masuk ke dalam kamar.


Sesampai di dalam kamar, Kay meletakkan pelan-pelan tubuh istrinya di atas tempat tidur.


"Bolehkan aku memintanya sekarang, beib? Aku menginginkanmu." kata Kay pelan, nyaris tidak terdengar di telinga Alya.


Wajah gadis yang sebentar lagi tidak gadis lagi itu bersemu merah mendengar permintaan suaminya.


Dengan malu-malu Alya mengangguk pelan.


Kay tersenyum.


Diciumnya lembut kening, hidung, pipi dan seluruh wajah istrinya. Dibagian bibir Alya, Kay mengecup lama.


Perlahan namun pasti, kecupan lembut pun dirasakan semakin dalam. Alya membalas ciuman Kay dengan begitu bergairah.


Kay pun semakin terpacu hasratnya.


Setelah lidah saling mengait dan mengulum, ciuman Kay beralih ke leher Alya.


Akhh!


Alya mendesah, merasakan sensasi nikmat yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Sensasi yang baru pertama ia rasakan.


Kay memainkan lidahnya di leher Alya dengan lihainya. Kissmark pun terlukis di beberapa bagian leher Alya.


Kay membuka piyama Alya dengan bibirnya ******* bibir Alya.


Dan kemudian, terjadilah yang seharusnya terjadi. Kay mengecup pucuk kepala Alya dengan lembut di akhir aktivitasnya.


"Makasih, beib, untuk cinta dan kesetiaan kamu buat aku. I Love you, beib!"


"I love you too, bib."

__ADS_1


Keduanya pun tertidur pulas karena kecapean sambil berpelukan.


__ADS_2