I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Abstrak


__ADS_3

Sandy menatap lekat gadis yang bakal jadi calon tunangannya.


Cantik, manis, dan polos. Itu yang tampak terlihat dari mata seorang Sandy Satya tentang Alya Mawarni, gadis yang akan dijodohkan dengannya.


"Gadis ini begitu polos. Apakah dia belum punya pacar? Tapi...masak segede gini belum punya pacar?"


"Gimana, dek, apa kamu keberatan dengan perjodohan ini?" pertanyaan Bian, menyadarkan Sandy dari lamunannya.


"Ah...eh...gimana...gimana, bang?" Sandy pun tergagap. Semua yang berada di ruangan itu menertawakan kegugupannya.


"Bang Bian tanya, apa Dedek keberatan dengan perjodohan Dedek sama Alya?" mbak Karin, mengingatkan.


"Apa...Alya juga sudah ditanyakan keberatan apa gak tunangan sama aku?" tanya Sandy balik, sambil menatap lekat gadis mungil yang duduk didepannya dengan terus menunduk.


Semuanya menoleh ke arah Alya yang salah tingkah.


"Bagaimana nak Alya? Ada yang mau dikatakan?"


"Kalo saya..."


"Alya pasti tidak keberatan. Dan acara pertunangan ini bisa kita mulai sekarang." sahut Pak Ramdani cepat.


Alya hanya bisa menunduk pasrah.


"Apa tidak sebaiknya kami saling mengenal dulu, bang? Maksudku...aku harus tau tentang Alya, dan sebaliknya Alya juga harus mengenalku. Aku gak mau terjadi salah paham di antara kami nanti."


"Aku setuju, om!"


"Hah?!!"


Semua mata menatap Kay yang cengengesan dengan wajah tanpa dosanya.


Alya, Egi, Elsa dan Abby terkikik geli. Karin, mamanya Kay, hampir tersedak menahan tawa melihat Kay yang sangat bersemangat.


Sandy menyipitkan matanya, menatap heran pada keponakannya yang pendiam itu.


"Ada apa dengan bocah ini?"

__ADS_1


"Adek setuju dengan usul Om?" tanya Sandy, ulang.


"Setuju banget, Om! Kan kata orang, tak kenal maka tak sayang. Jadi mengenal lebih dekat itu perlu, ya kan be...eh Al?!"


Sandy tersenyum dan mengangguk. Begitu juga orang tua Alya dan mama papanya.


"Pinter juga kamu, dek. Emang udah pernah pacaran ya?" Sandy mengacak pelan rambut keponakannya yang entah kenapa tiba-tiba jadi sok tua begini.


"Sebenernya udah sih Om, cuma...habis diputusin kemarin." Kay meringis.


"Hahahahaaa!!!" tawa menggema dari mulut Egi dan Abby.


Kay pun merengut, masam.


"Sok tua lo, dek!" Abby menjitak pelan kepala adiknya sambil ngakak.


"Derita lo bro...apes benerrrr!" timpal Egi, ikutan menggoda Kay. Yang lain tertawa geli.


"Sudah! Sudah! Kembali..."


"Ke laptop!" sungut Kay memutuskan ucapan papanya.


Kay manyun.


"Gak pa-pa, bang. Aku dan Alya biar jalanin pendekatan dulu. Kalo cocok kita lanjutkan perjodohan ini. Tapi kalo gak...aku gak mau memaksa Alya. Bagaimana, Alya?"


"Terserah. Saya ikut aja mana baiknya." jawab Alya, lagi-lagi pasrah.


"Baiklah bang Bian, bang Dani...kami sudah sepakat untuk saling mengenal lebih dulu. Bukan begitu, Alya?"


Alya mengangguk.


Sandy tersenyum tenang, menatap Alya yang terus menunduk.


"Kalau begitu...baiklah! Kalian berdua kami beri waktu dua bulan untuk saling mengenal lebih dekat. Dan setelah itu...apapun hasilnya kalian tetap harus menikah."


Sandy dan Alya saling pandang.

__ADS_1


"Sama aja bo'ong!" sungut Alya, sebal.


"He-eh! Mending kawin aja langsung." celutuk Kay, keki.


"Hush! Adek!" tegur mama.


Kay nyengir.


"Kamu ini dek, yang mau tunangan Om kamu, kok malah kamu yang repot. Pengen tunangan juga?" goda papa yang heran dengan tingkah anak bungsunya yang biasanya cool jadi super rese' malam ini.


"Aku gak pengen tunangan, Pa. Aku maunya langsung nikah aja."


"Emangnya udah punya calon?" tanya papa.


"Tadinya sih ada, tapi udah di ambil orang." Kay terlihat sedih.


Pandangan matanya tajam menatap wajah manis Alya yang tertunduk, lesu.


"Deeuh...curhat ni yee?" olok Egi. Elsa menyikut lengan Egi, gemas.


"Jangan digodain, kasian Kay!" bisik Elsa. Egi cemberut.


"Jangan digodain dong, Gi. Ntar adek gue nangis, gue kasih jempol lo ya?!" Abby ikut- ikutan menggoda Kay.


Egi ngakak. Elsa dan Alya terkikik geli.


Sakit...


aku sakit


kala...


ku mengalah


salah...


aku salah

__ADS_1


sudah...


ku mengalah


__ADS_2