
"Serius, Al?"
Arkan menatap Alya, dalam. Saat ini Arkan dan Alya tengah berada di taman belakang kampus.
Alya mengangguk pelan.
"Terus...Kay...gimana?" tanya Arkan lagi, hati-hati.
Alya menghela napas berat.
"Sama sekali gak bisa diharapkan! Pasrah aja, Ar. Kami putus sebelum gue tunangan." jawab Alya lesu.
"Lo yang mutusin, Al?"
"Ya iyalah, Bambang, masak mang Asep!" Alya menjitak kepala Arkan, gemas.
Arkan terkekeh.
"Pasti enak ya Al punya tunangan, apalagi kalo sampai nikah. Tunangan lo baik gak, Al?"
Alya menyipitkan matanya, menatap Arkan curiga.
"Kayaknya lo tertarik ama tunangan gue, Ar. Jangan bilang...lo naksir sama bang Sandy, Ar?!"
"Lo sedeng ya?!" bentak Arkan kesal dan menjitak jidat Alya, keras hingga gadis itu mengaduh.
"Gue masih normal, keles." sanggah Arkan dengan gaya sok alay nan lebay n nyaris mirip jablay.🤭
Alya tersedak menahan tawa. Kemudian gadis itu pun terbahak, ngakak.
"Kali aja lo udah belok, Ar." celutuk Alya, geli.
"Sembarangan lo!"
Arkan mengaitkan tangannya di leher Alya dan menjitak kepala gadis, kesal.
"Maaf, Ar! Ampun!" Alya mengaduh sambil cengengesan menahan sakit.
"Tiada maaf bagimu!"
"Ampun Ar, benjol nih kepala gue!"
"Bodo amat!"
"Ar..."
"Lo berdua ngapain?!"
Arkan dan Alya spontan menoleh ke sumber suara. Entah sejak kapan Abby, Egi dan Elsa sudah berada di dekat mereka.
Arkan melepaskan Alya. Abby menarik Alya menjauh dari yang lain.
"Lo selingkuh sama Arkan ya?" tuduh Abby tanpa basa basi.
Alya melotot kaget.
"Sarap lo, By! Gue sama Arkan cuma teman, gak lebih."
"Kok kayaknya akrab banget." Abby menatap Alya curiga.
__ADS_1
Alya menarik napas pelan. "Abby yang ganteng dan baik hati, kalo gue mau selingkuh gue gak usah putus sama adek lo. Aman. Gak nambah dosa bohongin orang."
Abby diam.
"Gue dan Arkan sepakat bahwa kita sahabatan lagi kayak dulu. Bang Sandy juga udah ketemu Arkan."
"Beneran? Kapan?" tanya Abby tak percaya.
"Semalem waktu Arkan di keroyok sama preman bayaran Wulan."
"Hah?"
"Lo jangan baper lah, By. Gue ama Alya gak ada apa-apa cuma temen kok, santai bro!" Arkan menghampiri dan menepuk bahu Abby.
"Sori deh kalo gue salah. Gue cuma gak mau lihat kekecewaan lagi di keluarga gue." kata Abby.
Alya menatap Abby, sendu.
"Maaf kalo gue udah bikin lo kecewa, By." gumam Alya, pelan.
"Al!" panggil Egi.
Alya pun menoleh. Alya melihat wajah Egi yang terlihat pucat.
"Lo sakit, Gi? Kok muka lo pucat?" Alya meraba dahi sepupunya itu.
"Gue gak pa-pa, Al. Gue cuma..."
"Lo mau daftar masuk ya? Mau gue bantuin?" lagi-lagi Alya nyerocos, memotong ucapan Egi.
"Al...gue tabok ya?!" ancam Egi, kesal. Tangannya bersiap menampol mulut Alya.
Alya nyengir, cengengesan. Lalu kepalanya menoleh ke segala penjuru kampus.
"Kay gak jadi kuliah di sini."
"Eh?"Alya menatap Egi bingung.
"Bukankah Kay mau kuliah di sini bareng Abby?" pikirnya.
"Kay pergi, Al. Dia kuliah di luar pulau." Abby yang menyahut.
Alya terdiam.
"Kay pasti ingin menghindariku. Dia pasti marah padaku."
"Ya udah. Tapi lo jadi kan kuliah disini, Gi?" tanya Alya.
"Jadi lah, Al. Gue sama Elsa tadi udah daftar kok di bantu sama bang Abby."
Alya manggut, mengerti.
"Lo sih sibuk pacaran, makanya susah dihubungin." cibir Egi, pura-pura merajuk.
"Heh, curut! Gue gak pacaran ya...cuma TTM_an. Aduh!"
"Sama aja, dodol!" Egi jitak keras jidat Alya.
Abby, Arkan dan Elsa tergelak melihat Alya manyun menahan sakit.
__ADS_1
"Hai!"
Kompak, Alya n genk menoleh ke empunya suara.
"Bang Sandy!"
"Om!"
Sandy tersenyum melihat Alya dan Abby yang kompak melongo, melihatnya.
"Kamu kenapa aku telpon gak di angkat. Aku wa gak dibales." Sandy mengacak lembut rambut Alya.
Alya nyengir.
"Maaf, bang. Aku lupa bawa hp." cengengesan dia sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Kebiasaan!" Sandy menyentil pelan hidung Alya. Matanya melirik Arkan yang diam, cuek.
"Loh By...adek mana? Dia gak daftar hari ini?" tanya Sandy saat tidak melihat sosok tampan keponakan kesayangannya.
"Adek gak jadi kuliah di sini, Om. Dia kuliah di luar pulau." jawab Abby.
"Kenapa?" tanya Sandy bingung. Setaunya, Kay kemarin begitu semangat ingin melanjutkan ke kampus bareng sama Abby.
"Adek ternyata ikut tes dikepolisian dan lulus, sabtu kemaren dia ke Magelang."
"Kok aku gak dikasih tau, By?" tanya Sandy kecewa karena tidak mengetahui keberangkatan Kay yang tiba-tiba.
"Aku, mama sama papa juga baru taunya waktu Adek mau berangkat kemarin, om. Surprise katanya." jelas Abby apa adanya.
Mata Abby melirik Alya yang terpaku, diam.
🎵*Hari demi hari t'lah kulewati
tak pernah aku bersamamu lagi
tak pernah aku menduga
kau akan pergi tinggalkan aku
Jauh kau pergi tinggalkan diriku
sepi hati ini membunuhku
kucoba untuk cari penggantimu
namun tak ada yang sepertimu
Rindu aku sangat rindu kamu
terasa saja kau masih ada didekatku
tak mudah aku melupakan dirimu
disaat aku terbangun dari tidurku
Rindu aku sangat rindu kamu
terasa saja kau masih ada didekatku
__ADS_1
tak mudah aku melupakan dirimu
disaat aku sendiri🎶*