
"Kamu kenapa, beib? Kok kayaknya gelisah bener?" Kay merapikan anak rambut Alya yang berantakan. Sejak tadi Alya terus gelisah, dan Kay memperhatikan itu.
"Gue gak pa-pa, Ngil. Gue cuma mau pulang." ujar Alya, tak bersemangat.
"Ya udah. Ayok!" Kay mengangguk setuju permintaan Alya. Tiba-tiba,
Teruntukmu hatiku
ingin ku bersuara
merangkai semua tanya
imaji yang terlintas
berjalan pada satu
tanya selalu menggangguku
seseorang...itukah dirimu kasih
Kepada yang tercinta
inginnya ku mengeluh
semua resah di diri
mencari jawab pasti
akankah seseorang
yang kuimpikan 'kan hadir
raut halus menyelimuti jantungku
Cinta...hanyalah cinta
hidup dan mati untukmu
mungkinkah semua tanya
__ADS_1
kau yang jawab
Dan tentang seseorang
itu pula dirimu
ku bersumpah akan mencinta...
Alya terpaku ditempatnya berdiri. Suara itu...Lagu itu...mengingatkan Alya akan kenangannya dua tahun yang lalu.
flashback on
Dentingan gitar dan alunan merdu suara Arkan membuat Alya memandangnya penuh kekaguman. Teman sebangkunya dan sekaligus sahabatnya itu menyanyikan lagu kesukaan Alya, 'Tentang Seseorang' dari Anda.
"Buat Alya tersayang, lagu ini aku persembahkan untuk kamu, sahabat yang diam-diam aku cintai. Aku suka kamu, Alya. Maukah kita ganti persahabatan kita dengan cinta? Maukah kamu jadi pacarku? Maukah kamu jadi seseorang satu-satunya dihatiku?"
Alya terperangah. Kedua tangannya menutup mulutnya, menatap Arkan yang duduk di depan kelas dengan pandangan tak percaya. "Pasti ini mimpi. Arkan pasti sedang bercanda." Alya membatin dalam hati.
"Jawab dong Al, jangan bengong?!" terdengar Ubay, sang ketua kelas, bersuara.
"Terima, Al!"
"Terima!"
"Terima!"
Arkan berjalan menghampiri Alya dan menyuruh Alya bangun dari duduknya.
"Al, aku gak tau kapan cinta ini tumbuh. Yang pasti, aku gak sanggup lagi menahan rasa cinta ini lebih lama lagi. Aku cinta kamu, Alya. Dan aku mau kamu jadi kekasihku." Arkan mencium lembut tangan Alya yang tadi ia genggam.
Alya menatap Arkan penuh haru. Ia sama sekali tak menyangka bahwa perasaan Arkan sama seperti perasaannya yang selama ini ia pendam dalam hatinya.
"Alya Mawarni, maukah kamu jadi milik seorang Arkan Destrian? Yang akan berjanji akan selalu cinta dan setia sampai akhir hayatku?" tanya Arkan sekali lagi sambil menatap teduh mata bening milik Alya dengan penuh harap.
Alya mengangguk dengan kepala tertunduk, malu, tak sanggup membalas tatapan mata elang milik Arkan.
"Alya, aku mau mendengarnya dari bibirmu." Arkan mengangkat pelan dagu Alya hingga menatapnya.
"Al?"
__ADS_1
"Ya, Arkan! Aku mau jadi pacar kamu." jawab Alya pelan, dan kembali menunduk malu. Arkan tersenyum sumringah. Dipeluknya erat tubuh mungil Alya, sahabatnya yang kini sudah menjadi pacarnya.
Tepuk tangan pun bergema diruang kelas XI IPA 2. Mereka ikut senang menjadi saksi persahabatan yang berubah jadi cinta.
flashback off
Kay memperhatikan Alya yang terdiam menatap ke arah panggung, dimana Arkan, sahabat Abby, sedang menyanyi sambil memainkan gitarnya.
"Beib..."
"Alya? Kamu disini?"
Alya terkesiap. Lamunannya buyar. "Kenapa aku kembali ke sini? Sejak kapan Arkan sudah ada didepanku;"
"Ah...ee..." Alya gugup.
"Seharusnya aku pulang, bukan malah masuk lagi." Alya menepuk jidatnya, menyesali kebodohannya.
"Al, aku udah cari kamu kemana-mana. Aku menyesal, Al. Maafkan aku!" Arkan menggenggam erat tangan Alya.
"Kita pulang ya, Al? Kita jalani lagi kayak dulu. Aku janji aku..."
"Kita sudah putus, Ar! Kamu tidak perlu mencariku. Aku senang di sini." Alya melepaskan tangannya dari genggaman Arkan.
"Kamu sudah menghilang lama, Al. Sudah berapa minggu kamu gak kuliah..."
"Besok aku pulang, dan akan kuliah lagi. Urusi urusanmu, jangan cari aku lagi."
Selesai berkata, Alya bejalan kembali keluar meninggalkan tempat pesta.
"Aku antar kamu..."
"Tidak perlu. Alya pergi denganku, dan pulang juga denganku." Kay menggenggam tangan Alya dan mengajak gadis itu pulang bersamanya.
"Ayo kita pulang, beib!"
Kay menarik tangan Alya agar naik kemotornya. Sedangkan Arkan hanya terpaku sedih memandang kepergian Alya.
"Maafkan aku, Al! Maafkan aku!"
__ADS_1