I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Patah Hati


__ADS_3

*Kurasakan hidup tak berarti


setelah kau ingkari janji suci


yang selama ini engkau beri


'tuk setia sampai akhir nanti


Perih sangat menyayat hati ini


melihat engkau yang aku cintai


berpindah ke lain hati lagi


setelah kau dapatkan hatiku


Betapa perih rasa hati ini


inikah yang namanya patah hati


ku hanya bisa menangis sedih


'tuk bisa ikhlaskan kau pergi


Betapa perih rasa hati ini


inikah yang namanya patah hati


ku hanya bisa menangis sedih


'tuk bisa ikhlaskan kau pergi*


(Patah Hati _ Dadali)


*Berakhirlah sudah cerita kita


setelah sekian lama bersama


kau hadirkan dia dalam cerita


yang hanya menyisakan luka


Kucoba menahan perih


yang ku rasa


walau ini menyakitkan


Jika menyakiti aku


bisa membuatmu bahagia


maka lakukanlah itu


tanpamu ku yakin bisa


Ikhlas ku mencintaimu


ikhlas ku kehilanganmu


semoga kau bahagia


dengan pilihanmu itu


Kau bersama dia


aku bersama do'a*


(Cinta Dalam Do'a _ Souqy)


*Ku lepas semua yang ku inginkan


tak akan ku ulangi


maafkan jika kau ku sayangi


dan bila ku menanti


Pernahkah engkau coba mengerti

__ADS_1


lihatlah ku disini


mungkinkah jika kau ku sayangi


salahkah 'tuk menanti


Takkan lelah aku menanti


takkan hilang cinta ku ini


hingga saat kau tak kembali


'kan ku kenang dihati saja


Kau telah tinggalkan


hati yang terdalam


hingga tiada cinta


yang tersisa di jiwa


(Yang Terdalam _ PeterPan*)


Hampir satu minggu Kay mengurung diri dikamarnya. Mama dan Abby bingung melihat tingkah ajaib bocah tengil itu.


"Mana Kay yang ceria kemarin?" Begitu kira-kira yang mereka pikirkan tentang cowok ganteng itu saat ini.


"Kenapa lo, dek?" tanya Abby yang tak tahan lagi melihat adeknya yang keadaannya sudah sangat memprihatinkan.


Ya! Kay terlihat sangat tidak layak lagi untuk dilihat. Wajah tampannya tampak kucel, bau badannya na'udzubillah, rambut acak-acakan, dan bulu-bulu halus yang mulai tumbuh kasar di sekitar pipi dan bawah hidungnya.๐Ÿค”๐Ÿ˜ฒ


"Cerita ke gue apa masalah lo, dek. Kali aja abang bisa bantu." Abby menepuk pelan bahu adiknya.


"Alya dijodohin, bang."


"Hah!!!" mata Abby membulat.


"Maaf dek, kalo masalah ini abang juga gak bisa bantu."


Kay mengangguk, mengerti. "Hanya Allah yang bisa bantu gue, bang!"


"Semoga aja ada mukjizat buat lo, dek." Abby ikut sedih dengan masalah yang Kay tengah hadapi.


"Semoga aja, bang!"


"Dek!" tiba-tiba mama masuk ke kamar Kay. "Ada Egi tuh!"


"Halo, bro!" Egi nongol dengan wajah yang amat mengesalkan, menurut Kay.


"Ngapain lo ke sini?" tanya Kay ketus.


"Mau liat lo masih idup apa kagak." jawab Egi santai.


"Hush! Egi, ngomongnya kok gitu?" sergah mama. "Mama gak suka loh."


Egi nyengir.


"Maaf, Ma!" Egi tertunduk, menyesal.


"Tenang, bro. Gue masih idup kok, meski sekarat sih!"


Abby dan Egi tersedak menahan tawa. Mama menatap mereka bingung.


"Adek sakit ya?" tanya mama cemas melihat Kay yang berantakan. Tangannya meraba kening anak bungsunya dengan lembut.


"Gak panas!" gumam sang mama.


"Ma! Sakitnya tuh di sini!" Abby menunjuk dada Kay.


Mama mengernyitkan dahi. ( kok kayak lagunya cita-citata ya?! ๐Ÿ™„๐Ÿคญ)


"Adek lagi patah hati, ma!"


Mama menatap Kay lekat. Wajah ganteng anaknya memang terlihat sangat kacau, dan sikap jahil nan berontak yang biasa ditunjukkannya berubah murung.


"Siapa cewek yang bikin gantengnya mama jadi kayak kerupuk melempem gini?" tanya mama ingin tau. Beliau penasaran, seperti apa gadis yang bikin Kay sampai terpuruk seperti ini.


"Namanya Alya, ma. Dia sepupu Egi. Anak makcik Alma, kakaknya papa." kata Egi.

__ADS_1


"Alma? Dia kan sahabat mama waktu SMA!" pekik mama saat teringat nama sahabatnya dulu.


"Mama kenal sama ibunya Alya?" tanya Kay sumringah. Semangatnya timbul seketika.


Mama mengangguk cepat.


Kay tersenyum senang. Harapannya kembali cerah.


"Kalo gitu mama bisa dong bantu Kay?" Kay menatap mamanya penuh harap.


"Memangnya apa masalah kalian?" tanya mama.


"Ayahnya Alya mau jodohin Alya sama anak temannya, Ma."


"Siapa nama ayah pacarmu, dek?" tanya mama. Kay menoleh ke arah Egi.


"Pakcik Dani, ma!"


"Ramdani?"


"Iya, ma! Pakcik Ramdani, anaknya almarhum kakek Ridwan." ujar Egi lagi.


Mama manggut, paham.


"Mama kenal?" tanya Kay.


"Setau mama, Kakek alya dan Opa itu sahabatan, dan pernah ingin menjodohkan anak-anak mereka. Tapi batal karena ternyata anak mereka sama-sama cowok. Dan..."


"Dan apa, ma?" tanya Kay tak sabar melihat mamanya terdiam.


"Astaghfirullah al 'adziim!" ucap mama, beristighfar.


Kay, Abby dan Egi melongo kompak.


"Kenapa, ma?" Abby yang bertanya karena Kay dan Egi sama-sama masih dalam mode o'on.


"Karena Ramdani dan papa kalian gak jadi dijodohkan (lah iya, wong sama-sama lanang๐Ÿ˜) berarti...pacarmu dek dijodohin sama..."


"Sama anak papa...berarti aku ya, ma. Kan abang udah punya Bella." sergah Kay cepat. Hatinya bersorak girang membayangkan ternyata dirinyalah yang akan dijodohkan dengan Alya, kekasihnya.


"Maaf, dek!"


Kay menatap mamanya, tak mengerti. Begitu juga Egi dan Abby.


"Jadi...harus bang Abby dan Alya ya yang dijodohin, Ma?" tanya Kay lesu.


Abby terperangah kaget. Ia jadi serba salah.


"Bukan abang, dek." jawab mama.


"Alhamdulillah!" ucap Abby dan Kay kompak.


"Om Sandy yang akan dijodohkan dengan anak Ramdani."


"Apaaaa?!!!"


Kay tertunduk lesu. Mama memeluk Kay dan mengusap rambut cowok ganteng itu dengan lembut.


"Sabar ya, dek! Mama yakin adek pasti akan bertemu jodoh yang baik buat adek nanti." bisik mama, di telinga Kay.


Kay terisak, menangis dipelukan mamanya. Hatinya semakin hancur saat tau siapa bakal calon suami Alya.


Om Sandy! Adik papanya yang selain tampan juga seorang pengusaha sukses yang selalu jadi idaman para wanita. Alya pasti dengan senang hati menerima perjodohannya.


Dan Kay hanya bisa gigit jari, menyadari bahwa dia tidak sebanding dengan omnya yang levelnya jauh di atas Kay.


"Sekarang ucapan gue terbukti. Alya beneran jadi tante gue!"


"Huaaaaaaaaa!!!"


Kay menjerit kesal. Dia menangis, meraung, sejadi-jadinya membuat mama, Abby dan Egi kewalahan membujuknya.


๐ŸŽถ*Selamat jalan sayang


semoga kau bahagia


aku 'kan pergi untuk selama-lamanya


Selamat jalan sayang

__ADS_1


ku do'akan kau bahagia


jaga dirimu baik-baik disana*


__ADS_2