I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Membuka luka lama


__ADS_3

"Bang, kenapa ya sejak kita tiba di sini Kay kok jadi kalem banget, gak heboh kayak biasanya?" tanya Egi pada Abby, sengaja mengejek Kay.


"Biasa Gi...sok jaim. Kan di rumah camer?" Abby ikutan menggoda Kay.


Yang digoda adem ayem aja, seolah tidak mendengar ejekan sahabat dan abangnya.


"Kalian udah pada mandi belum?" tanya Alya yang baru keluar dari kamarnya.


"Kay yang belum mandi, Al. Dari tadi dia diem aja, lagi ngeramin telornya kali." timpal Egi. Abby terbahak. Kay melotot, seram. Alya terkekeh, geli.


"Kalo gitu lo mandi dulu deh, Ngil. Biar telornya suruh Abby dan Egi yang ngeramin. Habis itu gue ajak kalian jalan-jalan." perintah Alya.


"Aku udah mandi kok, beib. Egi aja tuh pengen ditampol kali mulutnya." Kay memandang seram kearah Egi yang terkekeh.


"Idihh tu mata, serem amat. Minta dicolok ya?" Egi makin gencar menggoda Kay.


"Ishh!" Kay melengos kesal.


"Assalamualaikum!"


"Wa'alaikumussalam!"


Kompak mereka berempat menoleh keasal suara. Arkan datang, ikut bergabung dengan mereka.


"Kalian mau pergi kemana?" tanya Arkan saat menyadari Alya dkk bersiap untuk pergi.


"Kita mau jalan-jalan, Kan." Abby yang menjawab.


"Gue ikut ya?" pinta Arkan.


"Terserah!"


Arkan tersenyum cerah. Lalu ia pun masuk kedalam rumah Alya.


"Mau kemana, lo?" tanya Alya pada Arkan.


"Mau ketemu ibu. Kangen." jawab Arkan sambil mengedipkan matanya pada Alya. Gadis itu melengos.


Taklama, Arkan keluar bersama bu Alma.


"Alya pamit keluar, bu. Mau ajak mereka keliling, jalan-jalan." pamit Alya sambil mencium punggung tangan ibunya, diikuti Kay, Egi dan Abby, juga Arkan.


"Arkan pergi dulu, bu!"

__ADS_1


"Egi juga, makcik!"


"Hati-hati, ya! Pulangnya jangan malam- malam." nasehat ibu.


"Asiyaap, bu!"


Jadilah sore itu Alya dan kawan-kawan jalan- jalan mengelilingi kota S, kota tempat tinggal Alya dan Arkan. Puas mengelilingi kota, perjalanan mereka berakhir disebuah pantai yang masih ramai walaupun hari mulai senja.


"Benar yang kamu bilang, beib. Pantai di tempat kamu juga indah." ucap Kay takjub melihat panorama pantai yang dijadikan salah satu tempat wisata favorit dikota S.


"Semua pantai pasti indah, Ngil. Jangan lebay deh." sahut Alya.


"Tau lo Kay, lebay banget. Dimana-mana pantai tuh sama, gak ada bedanya." timpal Egi yang langsung dipelototi Kay dengan ganas.


"Tapi tetep indah kamu, beib. I love you!" bisik Kay, genit, ditelinga Alya. Sekilas diciumnya cepat pipi gadis itu sehingga tak ada teman mereka yang menyadari ulahnya.


Alya melotot, geram, menatap Kay yang cengar-cengir, menggodanya. Tiba-tiba,


"Allahu Akbar! Allahu Akbar!" azan menggema dari mushola yang ada di dekat pantai.


"Sholat dulu, yuk!"


Berlima, mereka menuju mushola untuk menjalankan kewajiban mereka kepada Sang Maha Pencipta. Alya memakai mukena yang disediakan di mushola itu. Mereka pun sholat berjama'ah dengan Abby yang jadi imam.


"Makan dulu, yuk!" ajak Arkan setelah pesanan mereka datang. Dan mereka pun langsung menyerbunya, terutama Alya. Seolah takut tidak kebagian jatah, gadis itu dengan cepat mengambil sepiring spagetti dan memakannya dengan lahap.


"Bismillah dulu, Al!" nasehat Arkan.


"Eh buseeettt! Lo Al, Malu-maluin gue aja!" sungut Egi, gemas dengan kemarukan Alya.


"Lo baru buka puasa, Al!" olok Abby sambil tertawa geli melihatnya.


"Pelan-pelan, beib! Masih banyak kok makanannya, kalo habis nanti bisa pesen lagi." Kay mengusap lembut pucuk kepala Alya yang duduk disebelahnya.


"Sepertinya Alya dan Kay memang udah pacaran. Musnah sudah harapanku untuk menjadi milik Alya lagi." Hufh! Arkan menarik napas berat, melihat perhatian Kay pada Alya yang begitu mesra.


"Arkan! Alya! Kalian disini juga?" seorang cewek cantik bersama teman prianya datang menyapa Arkan dan Alya.


"Ternyata kalian balikan lagi ya setelah Arkan gue buang!" dengus gadis itu. Matanya menatap tajam kearah Alya.


"Kasihan lo, Al! Udah dicampakkan Arkan, masih juga lo mau balikan lagi sama cowok gak guna kayak..."


"Diem lo, nenek lampir! Gue lagi makan nih. Kalo aja gue sampe keselek, abis lo ama gue." Alya yang dari awal hanya diam sambil memakan spagettinya akhirnya bersuara.

__ADS_1


"Sape lo berani ngancem gue..."


Byurrr!


Celoteh gadis cantik itu berhenti ketika Alya menyiramnya dengan air kobokan bekas Egi yang makan nasi dengan menggunakan tangannya.


Cekikikan tertahan keluar dari mulut ke empat cowok yang menemani Alya.


"Alya! Lo nyari perkara ya ama gue!!!" bentak gadis itu lagi. Teman prianya hanya diam sambil berusaha menenangkan Wulan.


"Wulan! Jangan buat onar disini."


"Mantan lo tuh yang buat onar. Kayaknya sakit hatinya belum sembuh akibat perselingkuhan kita." Wulan menatap sinis ke arah Alya yang melengos, malas.


"Cukup, Wulan! Kalo aja gue gak buta hati saat itu, gak bakalan gue tinggalin cewek sebaik Alya daripada memilih cewek bobrok kayak lo. Wajah cantik tapi hati busuk, itulah elo, Wulan Santary!" caci Arkan, kasar.


Arkan sudah muak dengan sikap munafik Wulan. Kecantikan gadis itu telah menutupi kebusukan hatinya.


"Maaf, Mas! Tolong buldognya dibawa pergi, takut nanti dia gigit pacar saya." Kay menyuruh teman pria gadis itu membawa pacarnya pergi. Dipeluknya Alya yang menatap kesal gadis yang ada dihadapannya.


"Lo gak usah munafik, Ar. Lo juga menikmati semuanya kan dari gue yang gak lo dapat dari cewek kumel ini. Lo udah dapetin semuanya, Ar. Ingat itu!" sentak Wulan membuat mata Alya melotot, kaget, mendengarnya.


"Jadi benar dugaanku. Arkan selingkuh karena tidak pernah aku izinkan untuk menciumku? Dan Arkan dapatkan itu dari Wulan, bahkan dikasih Wulan langsung plus bonusnya. Benar-benar berani si Wulan." Alya membatin kaget.


"Lo juga inget, Lan. Lo bukan cewek suci. Sebelum sama gue, lo udah gak perawan lagi!" sahut Arkan keras.


Jeggerrr!!!


"Arkan!!!" bentak Wulan dengan suara bergetar. Arkan menatap tajam mata Wulan, seolah menantangnya dan menunjukkan kebenciannya pada gadis itu.


Alya, Abby, Kay dan Egi saling pandang. Perselisihan ini mulai membongkar semuanya. Alya pun mulai paham dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Guys! Mending kita pergi aja yuk. Ini masalah rumah tangga Arkan. Kita tunggu Arkan diparkiran saja ya?" ajak Alya pada teman-temannya.


"Mau kemana lo cewek jelek!" bentak Wulan sambil menatap tajam Alya yang hendak pergi menghindarinya. Tangannya mencekal kasar tangan Alya.


"Lepasin tangan busuk lo dari tangan cewek gue. Atau lo berhadapan sama gue!" Kay mencengkeram kuat tangan Wulan hingga gadis itu meringis kesakitan dan akhirnya melepaskan Alya.


"Yuk beib, kita pulang. Biar Arkan nanti nyusul." Kay menarik tangan Alya menuju ke parkiran, di ikuti Abby dan Egi.


"Gue ikut!" Arkan berlari mengejar teman-temannya.


Wulan menatap geram ke arah mereka yang mulai menjauh.

__ADS_1


"Sialan kamu, Alya! Masih saja kau menang dariku. Awas saja nanti!"


__ADS_2