I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Perkenalan


__ADS_3

"Assalamualaikum!"


"Wa'alaikummussalaam!" Alya membuka pintu depan.


"Astaghfirullah al adziim!" Alya berucap panjang saat tau siapa tamunya.


"Maaf tante, apa Eginya ada?" dengan memasang wajah tanpa dosa, tamu yang datang adalah si bocah tengil temannya Egi, Kay.


"Egi lagi belajar. Emang lo gak belajar?!" sergah Alya, galak.


"Udah, tante. Taon kemaren." sahut Kay, asal.


"Eh, buseeett dah nih bocah. Paling pinter ngeles." Alya menatap tajam bocah tengil didepannya.๐Ÿ˜’


"Mending lo pulang deh, udah malem. Cuci kaki, cuci tangan, sikat gigi, terus bobo. Jangan lupa minum obat cacingnya." usir Alya dengan mendorong tubuh tegap Kay.


"Tapi saya bobonya disini, tante." Kay nyengir lucu memamerkan deretan giginya yang putih rapi.


"Egi! Ada temen lo nih!" teriak Alya, nyaring. Saking nyaringnya Kay sampai menyumpal telinganya dengan jarinya.


"Manggilnya jangan nafsu gitu, tante. Saya gak kemana-mana, kok." sungut Kay,kesal.๐Ÿ˜’Kupingnya hampir budek terkena suara supersonic Alya.


"Haishh!" Alya mendengus sebal.


"Ada apa, Al?" Egi keluar dari dalam kamarnya.


"Ada jailangkung! Datang gak dijemput, pulang gak dianter." sambil menyindir teman Egi, Alya berjalan masuk kekamarnya.


Egi tertawa mendengar ucapan Alya. Egi pun menemui Kay didepan.

__ADS_1


"Tumben lo gak langsung masuk, Kay. Mau ninggalin amal ya?" seloroh Egi.


"Idih, amit-amit! Gue mah panjang umur." sergah Kay. "Gue tadi cuma mau menghormati tante aja." sambungnya.


"Tante?" Egi mengernyit tak mengerti. "Tante siapa?"


"Tuh...sepupu lo. Dia panggil gue bocah, lah gue panggil dia tante. Gak salah kan?" ujar Kay santai.


"Hah!" Egi melongo. Sedetik kemudian, "Hahahaaaa!!!" Egi tertawa ngakak.


"Pantesan tadi Alya cemberut. Ternyata lo panggil dia tante. Hahahaaa!"


Kay ikutan ngakak. "Habis dia lucu. Sok tua banget. Hahahahaaa!"


Tiba-tiba, "Berisik! Udah malem. Bobo sana, besok mau sekolah." bentak Alya dari dalam kamarnya.


"Baru juga jam setengah delapan, tante. Kalo mau bobo, tante duluan aja. Kita masih mau ngegame. Atau...tante mau minta saya kelonin?" goda Kay yang berdiri di depan pintu kamar Alya.


"Aduh! Apaan sih, tante. Belum makan ya? Kayaknya laper banget." Kay bersungut kesal sambil mengusap-usap kepalanya yang benjol.


"Makan nasi sih udah, makan lo yang belom. Mau lo gue makan?" Alya menatap sadis cowok tengil didepannya.


"Boleh, tante. Mau di bagian mana? Bagian muka saya yang ganteng ini, apa bagian leher, atau paha, atau...mmpfh!" Kay tak bisa bicara lagi karena Alya sudah menyumpal mulutnya pake hordeng kamar.


"Tante kok kasar banget jadi cewek. Mungkin ini alasan mantan ninggalin tante ya, galak gini." Kay ngedumel kesel persis mak-mak yang keilangan centong nasinya.๐Ÿ˜†


"Emang gue pikirin!" semprot Alya, cuek.


"Jelaslah tante pikirin, tadi aja waktu karaokean tante nyanyinya menghayati banget. Kalo gak inget mantan...apalagi coba?" Kay nyerocos bak lewat zebra cross.๐Ÿ˜ฒ

__ADS_1


"Ngeladenin nih bocah buang-buang energi aja. Mending keluar, nyari bakso."


Alya berjalan keluar dari dalam rumah. Egi yang melihatnya, buru-buru menghampiri.


"Mau kemana, Al?" tanya Egi.


"Beli bakso. Mau nitip gak?"


"Boleh! Dua ya..."


"Duitnya mana?" Alya menadahkan tangannya pada Egi..


"Pake duit lo dulu."


"Gak ada."


"Loh..?" Egi bingung melihat sepupunya.


"Gue emang niatnya tadi mau beli bakso, tapi berhubung lagi bokek jadi gue minta lo bayarin gue bakso ya? Ya?" Alya nyengir. Egi menghela napas. Lalu mengambil dompetnya masuk ke dalam kamarnya.


Tak Lama, Egi keluar lagi bersama temannya yang tengil, Kay.


"Nih, duitnya. Lo perginya di antar Kay aja..."


"Gue bisa pergi sendiri." sanggah Alya cepat.


"Jangan keras kepala deh, Al. Disini gak sama kayak di tempat lo. Bahaya kalo cewek jalan malam-malam sendirian." Egi menepuk pelan bahu Alya.


"Jangan ngebantah. Buruan naik motornya, Kay udah nungguin tuh." Egi mendorong Alya naik ke motor Kay yang sudah anteng di atas motor.

__ADS_1


Terpaksa Alya naik diboncengan Kay, bocah tengil yang sering nyari gara-gara dengannya sejak Alya datang ke kota ini.


__ADS_2