I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Ujian Cinta 2


__ADS_3

"Beib, aku lulus! Aku lulus dengan nilai terbaik. Ini berkat kamu, beib!" Kay memeluk Alya erat saat keduanya bertemu di kampus Alya.


Hari itu Kay sengaja menemui Alya untuk merayakan hari kelulusannya bersama gadis itu. Alya tersenyum. Ia turut bahagia mendengarnya.


"Selamat ya, Ngil! Kamu emang pantas jadi yang terbaik karna kamu pinter dan tekun." Alya balas memeluk Kay erat.


"Semua karena kamu selalu mendampingi aku belajar, beib. Kamu lah semangat hidupku." Kay mengecup lembut kening Alya.


Gadis itu tersenyum manis.


"Eh Ngil, kamu ke sini sendirian?" tanya Alya saat tidak melihat Egi, sepupunya, yang biasanya selalu ngintilin Kay.


"Bareng Egi sama Elsa. Mereka tadi pergi keliling kampus, sambil lihat-lihat." ujar Kay.


"Elsa?" Alya mengernyitkan dahi. Kay mengangguk.


"Masih juga dia deketin kamu, Ngil?" tanya Alya curiga.


"Gak lah, beib. Dia udah move on dari aku..."


"Masak?"


"Iya, beib! Elsa itu pacarnya Egi."


Mata bening Alya membulat saat mendengar ucapan Kay.


"Serius, Ngil? Kapan jadiannya?"


"Gak tau kapan mereka jadiannya, taunya pacaran aja."


Alya menyipitkan matanya seolah tak mempercayai apa yang Kay katakan.


"Aku gak bohong, beib. Liat aja ntar kalo mereka udah balik..." belum selesai Kay ngomong, Egi dan Elsa datang bersama Abby dan Bella.


"Hai, Al!" Egi merangkul akrab sepupunya. Elsa tersenyum dan mengangguk, canggung. Alya membalasnya dengan canggung juga.


"Gimana ujianmu, Gi? Sukses?" tanya Alya pada sepupu kesayangannya.


"Sukses dong! Kan ada yang nemenin dan kasih suport ke gue." Egi melirik genit gadis disebelahnya. Elsa tersipu malu.


Alya menoleh pada Kay yang tersenyum menatapnya.


"Aku gak bohong kan, beib?!" bisik Kay pelan. Alya mengangguk, tersenyum.


"Kalian jadi kuliah di sini?" tanya Alya.

__ADS_1


"Jadi lah, beib. Kan biar aku bisa ketemu kamu tiap hari." sahut Kay cepat.


"Bucin mulai beraksi setelah sekian bulan melempem." ejek Egi membuat yang lain tertawa geli menertawakan Kay.


"Rese' lo!" Kay menoel kepala Egi, kesal.


Alya diam menatap Kay. "Haruskah aku ceritakan sekarang pada Kay tentang apa yang terjadi pada hidupku?" sendu mata bening Alya menatap kosong.


"Beib?!"


"Beib?!"


"Eh...ah...apa...Loh, mana yang lain, Ngil?" Alya sejenak tersentak kaget saat tidak melihat teman mereka, lamunannya pun buyar.


"Apa yang kamu lamunkan, beib?" tanya Kay tanpa menjawab pertanyaan Alya. Dibelainya lembut rambut Alya yang menunduk, kelu.


"Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu, Ngil."


"Apa?" tanya Kay.


"Tapi tidak disini."


Kay menatap kekasihnya, lekat. "Ada apa dengan Alya? Kenapa dia kelihatan bingung?"


"Mau kemana, Al?" Arkan yang baru tiba bertanya pada Alya. Matanya memperhatikan Kay yang tengah memakaikan helm Alya.


Alya tersenyum hambar, duduk diboncengan Kay. Arkan mengernyit heran.


"Al?"


"Maaf bro, kita mau jalan-jalan dulu." pamit Kay sebelum melaju dengan motornya meninggalkan pelataran kampus.


"Kenapa Alya kelihatan galau? Apa yang sebenarnya terjadi?" Arkan tampak berpikir keras.


Akhir-akhir ini Alya memang terlihat tidak bersemangat. Arkan tau ada sesuatu yang Alya pendam dalam hatinya. Tapi, entah itu apa? Arkan tak bisa menduga-duga.


Kay menghentikan motornya di sebuah taman yang agak sepi, karena saat itu sedang jam kerja.


Alya turun dari motor dan melangkah gontai kesebuah bangku. Alya pun duduk dan bersandar lesu.


"Beib, ada apa? Kamu sakit?" tanya Kay penuh perhatian. Dibelainya lembut rambut gadisnya itu.


Kay tidak sadar, perlakuannya itu sangat menyayat hati Alya. Tiba-tiba Alya terisak, berusaha menahan tangisnya.


"Beib? Kenapa..." Kay merengkuh tubuh mungil Alya. Memeluknya erat, dan berusaha menenangkan gadis itu.

__ADS_1


"Cerita sama aku, beib. Jangan menangis ya?" bujuk Kay.


"Ngil...aku...aku..."


"Beib?"


"Aku...dijodohin ayah..."


"Beib?"


"Maaf, Ngil! Aku..."


Kay mengecup cepat bibir mungil Alya. Lalu menatap dalam, gadisnya. "Jangan bilang kamu mau, beib!"


"Aku gak bisa menolaknya, Ngil."


"Kenapa harus kamu, beib?"


Alya menggeleng. Lalu dipeluknya erat tubuh cowok terkasihnya. "Aku gak mau kehilangan kamu, Ngil."


Kay balas memeluk lebih erat. Diciumnya pucuk kepala gadis itu. Airmatanya pun menetes, jatuh di rambut indah Alya.


"Ngil, apa sebaiknya aku kabur lagi..."


"Jangan, beib. Masalah itu tak akan pernah selesai kalo kamu pergi dari rumah. Kita hadapi bersama ya, beib?"


"Tekad Ayah sudah bulat, Ngil. Lagipula, Ayah tidak mau tau tentang kamu walaupun sudah ku ceritakan semuanya kalo aku sudah pacaran sama kamu." Alya terlihat sangat emosi sehingga tubuhnya bergetar saat bicara.


"Sabar, beib. Kita pikir sama-sama gimana sebaiknya kita harus bersikap."


"Aku gak tau, Ngil. Rasanya aku pengen mati aja dari pada harus disuruh memilih jodoh ayah atau kamu. Aku bingung, Ngil."


Kay menarik Alya ke dalam pelukannya. Menaruh kepala gadis itu di dada bidangnya. Diusapnya lembut rambut gadis itu, dan dihirupnya aroma harum dari rambut Alya.


"Apa kamu sudah sholat istikharah, beib?" tanya Kay.


Alya mengangguk pelan.


"Apa jawaban dari istikharah-mu?"


Alya diam.


*****


Di hari yang fitri ini, saya mengucapkan "Minal aidin wal faidzin Mohon maaf lahir dan batin" untuk para pembaca semua. Sekiranya ada cerita yang kurang berkenan mohon koreksinya. Jangan lupa tap jempolnya ya? Like👍!!?

__ADS_1


__ADS_2