I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Kecelakaan


__ADS_3

Kay dan Alya sedang menuju jalan pulang ke rumah Alya. Di atas motor keduanya bercanda dan tertawa. Kay pun melajukan motornya dengan santai.


Suasana jalan yang sepi, lengang, membuat Alya tak ragu memeluk erat dan menempel ketat dipunggung Kay. Udah kayak cicak yang nemplok di dinding, diam-diam merayap, datang seekor nyamuk... hap lalu ditangkap. (Lah...malah nyanyi) 😋


"Beib, mau dong?"


"Mau apaan?" tanya Alya bingung.


"Mau dipeluk terus sama kamu." gombal Kay.


"Ihh, genit!" Alya mencubit gemas perut Kay.


"Sakit, beib." rengek Kay manja.


Alya terkekeh geli.


"Aduh manjanya, pacarnya siapa sih ini?" Alya mencubit pelan pipi Kay.


"Pacar bebeibnya Kay, dong!" sahut Kay cepat.


Alya tertawa lagi. Dipererat pelukannya membuat Kay tersenyum senang.


"I love you, beib!" ucap Kay sambil mengambil tangan Alya diperutnya dan menciumnya mesra.


"I love you too, bongilku."


Keduanya terus tertawa dan bercanda, sampai sebuah mobil datang menyalip motor Kay dan berhenti mendadak didepannya.


Brak!!!


Kay yang kaget tak sempat mengerem dan motornya tadi sempat oleng, tak mampu mengelak dan otomatis menabrak bagian belakang mobil itu. Kay dan Alya pun jatuh bersama motornya.


Kay cepat-cepat bangun dan membantu Alya berdiri.


"Kamu gak pa-pa, beib? Mana yang sakit?" Kay memeriksa seluruh bagian tubuh Alya, dan memutar-mutar tubuh mungil gadis itu.


"Aku gak pa-pa, Ngil." ujar Alya sambil menepuk pelan celananya yang kotor. Kay membantu membersihkan kotoran dibaju dan tangan Alya.


"Berdarah, beib." Kay melihat luka di siku Alya. Gadis itu meringis.


"Gak pa-pa, Ngil. Cuma sedikit." Alya mengelus pipi Kay, menenangkannya.


"Ckckck. Baru luka gitu aja manja banget. Lebay lo." sebuah suara membuat Kay dan Alya spontan menoleh.


"Wulan?!"


"Hai, Al!" Wulan menatap sinis Alya.


"Pacar baru?!" Wulan tersenyum manis dan sengaja mengedipkan matanya genit, menggoda ke arah Kay.


"Korban kena pelet yang ke berapa nih?" ejeknya.


"Masih idup lo?" dengus Alya, kasar.

__ADS_1


"Gue kira lo udah keriput di penjara." Alya terkekeh, balas mengejek.


Wulan tertawa sinis.


"Bokap gue orang kaya ya? Kalo cuma buat nutup mulut-mulut tikus di sana sih...receh." Wulan berkata congkak.


"Beib. Bukannya ini bulldog mantannya Arkan?" Kay mengerutkan dahinya.


"Iya, Ngil. Si barbie curut." jawab Alya cepat.


"Dulu waktu liat bang Sandy ilernya ngences, Ngil. Dan sekarang dia liat kamu.. Hahaahaa!" Alya ngakak tak mampu menahan geli dihati.


"Liat Ngil...ilernya ngences lagi. Kamu ganteng berarti, Ngil. Hahahaaa." ngakak Alya menggema tanpa bisa direm.


Kay ikutan tertawa geli.


"Brengsek!" umpat Wulan kesal.


Cepat-cepat disentuhnya ujung bibirnya dengan punggung tangannya.


"Sialan. Gue dikerjain! " umpat Wulan dalam hati.


"Lo makin hari makin nyebelin ya, Al. Kali ini gue gak bakal lepasin lo." Wulan menatap Alya, geram.


"Beib, si bulldog masih belum move on?" tanya Kay. Matanya tajam menatap Wulan.


Naluri keprajuritan di dalam dirinya mengatakan bahwa ada niat jahat yang direncanakan barbie curut itu untuk mencelakai Alya.


"Belum, Ngil. Dia terobsesi sama semua yang berhubungan sama gue dan Arkan."


"Dia pernah berusaha mencelakai Rani dan Arkan. Untung saja kami dapat menggagalkan niat jahatnya. Dia juga iri waktu tau bang Sandy itu tunanganku. Dia jahat kan?" kata Alya.


Kay mengangguk.


"Coba kamu liat tanduk di atas kepalanya... makin lancip. Hiii sereeem!" Alya pura-pura bergidik takut.


Kay tergelak. Diacaknya rambut Alya, gemas.


"Tanduk dia emang nyeremin, beib. Jelek sih." cibir Kay, menyinggung Wulan.


"Kamu belum lihat tanduk aku, nih!" Kay mengacungkan jempolnya.


"Emang kamu punya tanduk, Ngil?" tanya Alya penasaran.


"Kok bisa Kay punya tanduk?" Alya garuk-garuk kepala, bingung.


"Punya dong. Unyu lagi." jawab Kay bangga.


"Masak sih?" Alya tidak percaya.


"Kamu pasti suka, beib. Ntar kalo waktunya udah tepat pasti aku liatin ke kamu." Kay nyerocos tanpa menggubris Wulan yang menatap mereka dengan wajah kesal.


"Bener, Ngil?"

__ADS_1


"Iya."


"Kok aku pengen liatnya sekarang ya? Penasaran nih!" Alya menggumam seolah berkata pada dirinya sendiri.


Kay tergelak, gemas melihat wajah lucu Alya saat membayangkan tanduknya.


"Bener-bener polos nih bebeibku." batin Kay berteriak senang.


"Sudah bercandanya?" Wulan memutuskan percakapan Alya dan Kay.


"Ishh...ganggu aja. Yuk Ngil, kita pulang." Alya menarik tangan Kay, mengajaknya pulang.


"Gak semudah itu, Tukiyem. Lo harus ganti kerugian gue." Wulan berdiri congkak. Dibusungkan dadanya yang montok di depan Kay, dan tangannya menengadah pada Alya.


Mata Alya melotot, melihat kelakuan Wulan yang sengaja melakukan itu di depan Kay.


Refleks Alya menarik kepala Kay dan mencium bibir cowok itu agar tidak fokus pada bukit kembar Wulan yang tinggi tinggi sekali. (nyanyi lagi? Emangnya lagu naik-naik puncak gunung.🤦‍♀)


'Awas kalo kamu berani lihat yang tadi, aku gigit kamu.' bisik Alya dengan nada mengancam.


Kay tersenyum. Hatinya menjerit kegirangan. "Alya cemburu? Yess!"


Kay pun balas mencium Alya lebih hangat dan dalam. Keduanya pun asik menikmati ciuman mereka tanpa memperdulikan Wulan yang lagi-lagi dibuat dongkol.


Wulan menarik rambut Alya, kasar. Alya yang sama sekali tidak menyangka akan mendapat serangan mendadak otomatis tertarik kebelakang.


"Akhh!" Alya menjerit tertahan saat merasakan sakit waktu rambutnya ditarik. Dengan sigap Kay menahan tubuh Alya agar tidak jatuh.


"Lepas gak?!" bentak Kay keras. Mata elang Kay menatap tajam tepat ke manik mata Wulan membuat gadis itu bergidik takut dan refleks melepaskan rambut Alya yang tadi ditariknya.


"Sakit ya, beib? Aku tiup ya?" Kay mengusap- usap kepala Alya dan meniupnya perlahan.


Wulan yang iri melihat keromantisan yang Kay tunjukkan menggeram kesal.


"Sialan si Alya. Muka jelek kok pacar-pacarnya ganteng semua. Romantis lagi." gumam Wulan mendongkol batin.


Tiba-tiba,


Bukk!


Kay terperanjat, lalu...terkulai pingsan seketika.


"Ngil!!!" Alya menjerit dan berusaha menahan tubuh Kay yang jatuh terkulai. Dan Karena tinggi serta berat badan Kay yang tak sebanding dengan bobot tubuh Alya, akhirnya keduanya jatuh terjerembab di aspal.


"Gue udah muak liat lo, Al. Siap-siap lo mati sekarang!" Wulan yang sudah memegang sebuah balok kayu yang tadi sempat juga dipukulkannya di tengkuk Kay hingga membuat cowok ganteng itu pingsan, kini mengancam Alya.


"Bangsat lo, Lan. Dasar iblis!" Alya berteriak marah. Wajahnya memerah, geram. Emosinya pun memuncak.


Alya segera bangkit.


Namun ternyata Wulan bertindak cepat dengan menghantam keras kepala Alya menggunakan balok ditangannya.


Alya pun terjerembab jatuh lagi, dan pingsan. Darah mengalir dari batok kepalanya.

__ADS_1


Melihat Alya yang tak bisa bangun lagi, Wulan bergegas pergi meninggalkan lokasi. Balok yang tadi ia gunakan untuk mencelakai Kay dan Alya dibuangnya ke sembarang tempat.


Lokai jalan yang sepi membuat Wulan leluasa kabur karena tidak ada satupun saksi yang melihat kejadian tersebut. Kasihan Kay dan Alya, tidak ada yang menolong.


__ADS_2