I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Maafkan aku, Alya!


__ADS_3

Rahang Ryan mengeras melihat kekasihnya terkulai, tak sadarkan diri dan diikat disebuah tiang besar.


Tangannya terkepal menahan geram. Kay menepuk pelan tangan Ryan, menyuruhnya tenang.


Dari tempat mereka bersembunyi mereka bisa melihat aktifitas yang ada didalam ruangan itu.


Kay dan Ryan, dibantu beberapa anggota Polisi berpencar untuk melakukan penyergapan.


Byurr!


Hahh!!! Luna terbangun kaget ketika seember air menyiram tubuhnya. Didepannya Wulan berdiri dengan pongahnya.


"Lo masih ganggu Dika, Luna. Berapa kali sih gue harus bilang lo agar ngejauhin laki gue? Gue tau kalian masih sering bertemu diam-diam di belakang gue."


Luna tertawa geli.


"Yakin beneran gue cewek yang sering ketemuan ama laki lo? Bukan wil laki lo?" sindir Luna.


Wulan diam.


"Sejak gue putus, gue gak pernah lagi ketemu Dika. Itu sudah berkali-kali gue bilang ke elo, dasar elonya aja gesrek."


Wulan masih diam.


"Lo hanya fokus sama gue, Lan. Seharusnya laki lo yang harus lo awasi. Kasih dia perhatian lebih, biar dia gak cari wil." Luna terus mencari celah untuk menyelamatkan diri.(mumpung Wulan lagi dalam mode o'on, ya kan Lun?😉)


"Jangan coba berkelit lo. Nama lo Luna Saswita bukan?" Wulan menatap Luna tajam.


Luna nyengir.


"Jangan sok imut lo!" bentak Wulan.


"Mohon maaf. Nama saya Delluna Atmaja, mbak. Kalo gak percaya, liat aja di KTP." jawab Luna kalem.


Wulan pun dengan cepat membuka tas Luna dan mengambil KTP di dalam dompet.


"Gimana? Salah sasaran ya?" ledek Luna.


Wulan terdiam. Raut wajahnya yang tadi gahar terlihat lesu.


"Maafkan aku sudah bersikap kasar sama kamu. Terus terang aku juga sebenarnya capek dengan semuanya." ucap Wulan penuh sesal. Ia pun membuka ikatan ditubuh Luna.


Wulan pun terduduk lemas dihadapan Luna. Gadis mungil itu mengernyit heran melihat perubahan Wulan.


"Kayaknya devil lagi jauh deh dari si Wulan." pikir Luna.


"Mungkin ini karma dari perbuatanku yang dulu. Dendam sudah membuatku menjadi seorang iblis yang kejam. Dengan segala cara ku coba merebut apa yang aku inginkan tanpa peduli dengan orang-orang yang kuanggap menghalangi jalanku."


Luna diam mendengar curahan hati Wulan yang tampak menyesali perbuatannya.

__ADS_1


"Luna."


"Hm."


"Aku sudah berdosa besar pada sahabatku. Sahabat yang tulus dan baik sama aku. Tapi dengan kurang ajarnya aku mengkhianatinya dan parahnya telah melukainya. Aku ingin meminta maaf padanya. Aku ingin bertemu dia dan mengungkapkan penyesalanku. Aku benar-benar menyesal atas sikap buruk yang sudah aku lakukan padanya. Aku ingin bertobat dan meminta maafnya. Maafkan aku, Alya. Maafkan aku!"


Wulan menatap Luna dan menggenggam tangannya.


"Luna. Maukah kamu mempertemukan aku dengan Alya, sahabatku?"


"Tapi...aku gak kenal siapa Alya, Lan."


Wulan memperlihatkan fotonya sedang bersama Alya yang masih ia simpan diponselnya.


"Apa kamu tau gadis ini? Dialah Alya, sahabat terbaikku yang sudah aku khianati. Apa yang terjadi padaku sekarang mungkin adalah karma atas perbuatan jahatku padanya. Alya, please izinkan aku meminta maaf sama kamu. Aku menyesal, Alya. Dosaku teramat besar sama kamu."


Tangis Wulan pecah tanpa mampu ia tahan lagi. Selama ini ia terus dikejar perasaan berdosanya terhadap Alya.


Luna memandang sedih sosok angkuh yang kini rapuh didepannya.


"Maaf, Lan. Aku tidak mengenal gadis itu." jawab Luna, lirih.


Wulan mengangguk, mengerti.


"Aku sudah lama tidak bertemu dia. Terakhir aku bertemu dengannya aku... aku mencelakainya. Entah apa yang kemudian terjadi padanya. Apakah dia baik-baik saja atau... Akhh!!! Betapa jahatnya aku!!!"


Wulan meremas keras rambutnya. Rasa sesal yang kini terlambat disadarinya.


"Tujuh tahun yang lalu."


"Apa kamu benar-benar menyesali semua perbuatan burukmu, Lan?"


Wulan mengangguk pelan.


"Aku capek dengan semua ini. Dan aku ingin mengakhirinya."


"Tapi...dimana kita bisa bertemu Alya?" tanya Luna, bingung.


Luna sama sekali tidak mengenal sosok Alya dan belum pernah bertemu dengannya.


Wulan ikut terdiam.


"Aku bisa membawa kalian bertemu Alya sekarang."


"Elo..."


"Abang!"


Wulan terkejut melihat Kay dan Ryan yang tiba-tiba sudah ada di depan mereka.

__ADS_1


Luna berlari memeluk Ryan yang langsung mendekapnya erat.


"Kamu gak pa-pa, Yank? Mana yang sakit?" Ryan dengan sikap posesifnya memutar-mutar tubuh mungil Luna.


"Aku gak pa-pa, bang. Malah pusing abang puter-puter kayak komedi puter gini." Luna merajuk, sebal sekaligus geli dengan keposesifan Ryan.


Polisi segera meringkus Wulan dan anak buahnya tanpa perlawanan.


Wulan melihat ke arah Kay sebelum polisi membawanya pergi.


"Tolong bawa Alya bertemu denganku. Aku ingin meminta maaf padanya. Aku mohon!" pinta Wulan.


Kay meminta polisi untuk mengizinkannya membawa Wulan sebentar.


Polisi pun mengizinkan Wulan pergi dengan syarat tangan Wulan tetap diborgol.


Kay pun membawa Wulan bertemu Alya diikuti Ryan, Luna, dan satu orang anggota polisi.


"Bang, kita mau kemana?" tanya Luna dengan nada berbisik.


"Nanti juga kamu tau." bisik Ryan, balik.


Luna cemberut mendengar jawaban ambigu Ryan.


"Apa ini?" tanya Wulan tak mengerti ketika mereka memasuki area pemakaman.


"Jangan bilang..."


"Alya sudah meninggal enam tahun yang lalu setelah melahirkan anak pertama kami."


"Apa?! Berarti Alya..."


Wulan tak mampu melanjutkan kata-katanya. Hatinya hancur mengenang sikap buruknya pada sahabatnya itu. Harapannya untuk meminta maaf pada Alya pun buyar seketika.


Wulan berdiri terpaku di depan kuburan yang bertuliskan nama ' Alya Mawarni '.


"Alya..."


Wulan jatuh bersimpuh di depan kuburan Alya. Airmatanya mengalir deras. Penyesalan memang selalu datang terlambat.


"Maafkan aku, Al! Maafkan aku! Maafkan aku! Maafkan aku!" berkali-kali Wulan mengulang permintaan maafnya di kuburan Alya.


Wulan menoleh menatap Kay.


"Maafkan aku! Maafkan aku! Maafkan aku. Maafkan..."


Brukk!


"Wulan!!!"

__ADS_1


Note : Berpikir ulanglah bila melakukan sesuatu sebelum itu akan menjadi bumerang dikemudian hari. Ingatlah, penyesalan selalu datang terlambat. Karna diawal itu kata pengantar.😋😉


__ADS_2