I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
CLBK ???


__ADS_3

Kay masuk ke kamar dengan senyum tak lepas dari bibirnya sejak pulang mengantar Alya.


"Cie cie...yang baru ketemu mantan." ledek Ryan melihat Kay terus tersenyum hepi.


"Sirik aja lo!" Kay menimpuk Ryan pakai bantalnya.


"Tolong ralat ya, Alya bukan mantan gue. Kami masih saling sayang." ujar Kay lagi.


"Celebek tuh namanya!" celutuk Joe.


"Apaan tuh?" tanya Kay, bingung.


Ryan dan lainnya ngakak, menertawai Kay.


"Bukan celebek, Joe. Clbk tuh yang bener." ralat Ryan. Kay makin bingung.


"Clbk tuh kepanjangan dari cinta lama bersemi kembali, bro." sahut Hadi.


"Cinta lama belum kelar." timpal Joe.


Kay mengangguk.


"Itu yang bener. Cinta lama kami memang belum kelar, dan akan kelar sampai kami tua nanti." sahutnya, mantap.


Teman-temannya menertawai Kay.


"Rupanya kayak gini ya kalo orang bucin tingkat dewa." seloroh Joe yang dianggukin kompak teman- temannya.


"Daripada Joe, clbk_nya cuman kepanjangannya dari cinta lama bebulek ketak." sanggah Kay, seraya meledek Joe.


"Hah! Apaan tuh bebulek ketak?" tanya Joe bingung. Begitu juga dengan Hadi dan Aldo.


Hanya Ryan yang terkekeh geli, karna Ryan memang satu daerah dengan Kay, tapi beda kota, jadi Ryan tau arti ucapan Kay.


"Kita senang liat lo hepi, bro. Semoga aja lo bahagia terus, gak manyun lagi." Ryan menepuk bahu Kay.


"Iya, bro. Akhirnya kita bisa juga liat senyum full lo." sambung Hadi.


"Hah!" Kay melongo.


"Biasanya kan lo senyumnya terpaksa, bro. Gak ikhlas sama sekali. Tapi sekarang...wah! Dunia seakan gak burem lagi liat senyum lo." sahut Aldo, lebay.


Kay nyengir.


🎵Cinta ini apa artinya


bila kamu tak ada


ada disisiku


Buka pintu hatimu untukku


aku ingin kamu tau


cintaku tulus untukmu selamanya


Cintaku 'kan membuatmu bahagia

__ADS_1


cintakulah yang 'kan menghapus duka


terimalah aku apa adanya


cintai ku selamanya


Cintaku 'kan membuatmu bahagia


cintakulah yang 'kan menghapus duka


mengapa kau s'lalu menutup mata


hingga kau tak pernah menyadarinya


Cinta ku ini seluas samudera


percayalah takkan ada batasnya


terimalah aku apa adanya


cintai ku selamanya!!!🎶


( cintaku : Adeff )


Di rumah Rani,


"Jadi lo balikan lagi sama Kay, Al?" tanya Arkan penasaran melihat Alya yang senyam- senyum sendiri sejak pulang di antar Kay.


Alya mengangguk malu. Arkan menghela napas panjang.


"Terus bang Sandy gimana?"


"Gue akan coba jelasin sama bang Sandy."


"Yakin bisa?" tanya Arkan lagi.


Alya mendesah, kepalanya menunduk lesu.


"Gue gak bisa bohongi hati gue, Ar. Setahun lebih gue coba membuka hati untuk bang Sandy, tetep aja Kay yang ada di hati dan otak gue." keluh Alya.


Arkan mengangguk mengerti.


"Gue tau, Al. Gue tau lo terpaksa dan Kay juga tersiksa karna semua ini. Tapi lo juga harus pikirkan perasaan bang Sandy." Arkan mencoba menasehati Alya.


"Ini yang terbaik, Ar, daripada menyesal belakangan." ujar Alya, lemah.


"Iya juga sih. Kalo gak bisa kenapa harus dipaksa?!" Arkan mengangguk mengiyakan ucapan Alya.


"Mudah-mudahan lo ama Kay bisa mengatasinya dengan baik, Al."


"Thanks, Ar! Do'a_in lancar ya?"


"Pasti gue berdo'a untuk lo semoga semua baik-baik aja dan lo sama Kay bisa bahagia selamanya."


"Aamiin!"


"Aamiin Ya Rabbal'alamiin."

__ADS_1


Tak terasa dua minggu sudah Alya berada di Bogor, kota tempat Rani, pacar Arkan, tinggal.


Hari ini Alya , Rani dan Arkan akan pulang kembali ke daerah mereka.


"Apa Kay sudah tau kita pulang hari ini, Al?"


"Udah. Kay bilang dia akan nyusul pulang kalo sudah selesai mengurus surat pindah tugasnya."


"Kay mau pindah tugas di daerah kita, Al?" Arkan nampak surprise.


"Iya. Sebelum ketemu kita Kay memang mau dipindah tugaskan ke daerah asalnya. Berdua dengan teman sekamarnya yang juga satu daerah tapi tinggalnya di kota M." urai Alya.


"Wah, bakal makin deket nih lo ama Kay, Al. Kalo jodoh emang gak kemana."


"Iya ya, Yank. Biar terpisah lama, kalo jodoh tetap kembali ke cinta sejatinya." timpal Rani.


"Lebay lo berdua. Masalah gue belum kelar nih?!" sungut Alya.


"Kasih gue solusi dong, biar gue enak ngomongnya ke bang Sandy nanti." pinta Alya setengah memelas.


"Kalo masalah itu lo rembukan aja ama Kay. Gimana baiknya lo berdua aja." imbuh Arkan.


"Dan yang harus lo inget, Al. Bukan hanya bang Sandy yang harus lo beri pengertian, ayah dan juga bokapnya Kay juga harus lo perhitungkan. Ingat itu." Arkan mengingatkan Alya.


Gadis mungil itu tertunduk lesu.


"Berat juga ya masalah gue sekarang? Kira-kira gue mampu gak ngadepin semuanya?" gumam Alya.


"Lo hadapi berdua bareng Kay, Al. Kan demi cinta lo berdua juga."


"Kita pasti akan hadapi berdua, Ar. Gue janji demi cinta gue sama Alya, gue rela dibunuh sama om Sandy." ucap Kay, tegas.


"Eh Ngil, sejak kapan kamu di sini? Mau nganter kita ke bandara?" Alya kaget melihat kedatangan Kay yang tiba-tiba.


Kay tersenyum manis, lalu mencium lembut pucuk kepala Alya.


"Aku mau jemput kamu, beib. Kita pulang sama-sama."


"Hah?!"


Alya melongo.


"Lo pulang bareng kita, Kay?" tanya Arkan.


"Iya. Berkas pindah tugas gue sudah siap dan hari ini gue pulang bareng bebeib gue."


Kay merangkul mesra tubuh mungil Alya.


"Hepi dong lo, Al. Abang tentara lo udah bisa pulang bareng kita." Rani menggoda Alya.


"Haishh. Ini sih bukan abang, Ran. Adek." ralat Alya.


Kay menutup mulut Alya dengan tangannya.


"Bukan adek, Al. Ponakan!" timpal Arkan.


"Sialan lo!" Kay meninju pelan lengan Arkan.

__ADS_1


Mereka pun tertawa bersama. Obrolan dan senda gurau pun berlanjut di dalam mobil yang membawa mereka menuju bandara.


__ADS_2