I Love You Tante Cantik

I Love You Tante Cantik
Akhinya pulang juga


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sampai di rumah Alya. Alya masuk ke dalam rumahnya di ikuti Egi, Kay dan Abby.


"Assalamualaikum! Bu, Alya pulang!" suara cempreng Alya mengudara di setiap sudut rumah. Ketiga temannya sampai tutup kuping tak sanggup mendengar teriakan supersonicnya.


"Wa'alaikumussalam!" Ibu Alya keluar dari dalam kamar.


Senyumnya merekah melihat kehadiran anak gadisnya yang hampir satu bulan kabur ke rumah adiknya.


"Kamu sudah pulang, sayang. Gimana kabarmu? Sehat-sehat aja kan?" bu Alma memeluk erat putri semata wayangnya.


"Ibu tenang aja, Om Elmo kasih Alya makan yang banyak kok jadi Alya sehat dan kuat." Alya memperagakan gaya lucu bak seorang binaraga.


Ibu menyentil jidat Alya, gemas. Alya nyengir seraya ngeloyor menuju dapur.


"Iya, makcik. Alya nafsu makannya gede bener, Egi aja takjub liat Alya tiap kali makan udah kayak orang buka puasa, maruk banget." Egi ikut menimpali.


Bu Alma tersenyum.


"Alya emang doyan makan, Gi. Untung aja badannya gak melar, kalo gak udah kayak tedmon deh tuh badan." seloroh bu Alma.


Egi, Kay dan Abby tertawa geli. Alya yang baru keluar dari dapur sambil membawa minuman untuk sepupu dan teman-temannya heran melihat mereka.


"Lo pada ngetawa'in gue ya?" tuduhnya langsung.


"Idiih, ge-er! Emang lagi ngetawa'in lo. Kenapa?" Egi berlagak menantang.

__ADS_1


Alya bersungut-sungut, gak jelas.


"Duh, tuh bibir. Kalo gak lagi di rumah, udah gue **** tuh bibir." Kay gemas melihat bibir Alya yang menyat-menyot gak jelas.


"Sudah! Sudah! Kalian berdua kapan sih akurnya? Egi, Alya tuh kakakmu loh, ntar kena tulah kalo kamu goda'in terus." bu Alma menengahi Egi dan Alya yang walaupun sering bertengkar namun mereka saling menyayangi.


"Egi minta maaf, makcik. Egi bukan ngajak Alya berantem, Egi cuma lagi nunjukin sayang Egi buat Alya."


"Makcik tau kok, Gi. Makcik senang kalian saling menyayangi dan saling melindungi." bu Alma mengelus lembut kepala keponakannya.


"Udah, bu. Jangan baper. Egi emang suka lebay." sahut Alya sambil menaruh minuman yang dibawanya di atas meja.


"Minum dulu, Ngil, By!"


"Makasih, Al."


"Teman-temanmu diajak, Al!" bu Alma mengingatkan Alya. Gadis itu nyengir.


"Ngil! By! Makan yuk!" ajak Alya pada dua saudara itu.


"Gue gak di ajak, Al?" protes Egi setengah merajuk.


"Biasanya juga langsung ngeloyor kedapur. Jangan lebay, lo." sahut Alya , cuek.


"Yuk, Egi kita makan. Kebetulan makcik masak makanan kesukaan kamu, pecel ayam." bu Alma merangkul bahu Egi.

__ADS_1


"Wah, makcik...Egi suka! Egi suka!" Egi jingkrakan, kegirangan.


"Dasar fans berat upin ipin!" ejek Alya.


"Diem lo, kak Ros!"


"Diihh...emang gue galak kayak kak Ros."


"Gak! Gak nyadar lo!" Egi menyentil gemas jidat Alya. Bu Alma, Kay dan Abby tertawa geli melihat keakraban Alya dan Egi.


author note :


author heran guys! sejak kapan orang berantem kelihatan akrab.🤔


Selesai makan Alya menemani Kay, Abby dan Egi bersantai di teras depan rumah.


"Al, lo kuliahnya dimana? Kok bisa kenal dengan Arkan?" tanya Abby, ingin tahu.


"Arkan itu temen gue dari SMU. Dan kebetulan satu kampus juga."


"Lo...kuliah di Atma Luhur juga?" tanya Abby surprise. "Kok gue gak pernah liat lo ya?"


Alya mengendikkan bahu. "Gue juga baru tau lo ternyata temen kampus gue." katanya jujur.


"Emang lo kuliah apa bertapa sih, Al? Masak temen sekampus aja gak kenal?" Egi mengernyit heran melihat sepupunya itu yang terlampau cuek dengan lingkungan sekitarnya.

__ADS_1


Alya nyengir, geli mendengar ucapan Egi. Dia memang tak cukup populer di kampus. Lagi pula Alya ke kampus kalo lagi ada kelas aja, kalo gak ada ia lebih baik nongkrong di kantin atau pulang.


"Kok bisa-bisanya Alya yang cuek ini punya pacar. Apa yang menarik di Alya sampai-sampai Arkan dan Kay jatuh cinta dengan gadis cuek nan maruk ini?" Egi menggeleng, bingung.


__ADS_2