Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
100. Hari Pernikahan Angga dan Bella


__ADS_3

Malam itu aku berangkat dengan mobil serta supir yang telah disediakan angga, yang akan pergi tentu semua keluargaku tapi nyatanya hanya ayah ibu dan mas adam yang ikut denganku.


Karena kak putri bilang dia berangkat pagi saja, dan akan berangkat bersama keluarga zidan baiklah kamipun pergi menuju hotel. dan malam ini yang akan pergi adalah aku ayah,ibu, dan mas adam entah kenapa saat aku pergi hatiku tiba-tiba saja sangat sedih dan tidak ingin melangsungkan acara pernikahan ini.


" Bela kenapa kita tidak bersatu kenapa kamu menolakku bela aku sangat mencintaimu, rasanya aku tak sanggup datang kesini tapi aku juga tak mau dikatakan laki-laki lemah dan pecundang.


Tapi jauh dalam lubuk hatiku paling dalam aku tidak rela dan sulit untuk mengikhlaskan kamu bela " batin zidan.


Kamipun masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh mas adam, ayah duduk didepan dan aku berdua bersama ibu saat pertama naik bahkan sampai dihotel aku masih memeluk ibu rasanya aku tidak sanggup jika harus berpisah dengan ayah, mas adam,kak putri, zea dan terutama ibu.


" Bel udah meluk ibunya dari tadi sampai sekarang meluk ibu trus, kamu besok udah nikah lo udah jadi istri angga apalagi jadi seorang ibu persit kamu harus aktif dan punya dedikasi nantinya " mas adam.


Ahh mas adam bela gak mau denger itu, sekarang dan sebelum bela menikah bela masih mau deket sama ayah dan juga ibu pokoknya kalian semua.


" Sayang udah sekarang kita turun aja trus istirahat besokkan kamu mau nikah, dan apa yang adam bilang itu bener ibu sama ayah dan juga yang lainya akan selalu ada buat bela " tenang ibu.


Akhirnya kamipun menuju hotel dan kamar yang telah disediakan, saat didalam angga telah menunggu kedatangan kami angga juga bilang jika mama dan papa angkatnya sudah datang dan beristirahat.


Karena kami yang datangnya terlambat jadi mereka sudah lebih dulu tidur, akupun menuju kamarku begitu juga ayah, ibu dan mas adam.


Perasaanku sungguh tak bisa diungkapkan namun satu kekawatiran yang paling menakutkan adalah hidup berumah tangga dan menjadi seorang istri apalagi seorang ibu.


" Kamu istirahat ingat jangan sampai kelelahan atau bahkan hal fatal yaitu mencoba untuk kabur, saya sudah mencoba bersikap baik dan memaafkan ayah dan keluargamu jadi jangan buat saya menjadi marah kembali " angga.


Baiklah saya paham dan mengerti dengan yang kamu ucapkan, kalo begitu aku istirahat dulu selamat malam assalamaualaikum.


" waalaikumussalam semoga pagi nanti aku dengan lantang akan mengucapkan janji pernikahan, dan kau akan menjadi istri sah dan nyonya angga ".


Para sahabat seangkatan angga juga sudah sempai semuanya, dan telah melakukan latihan untuk persiapan pernikahan angga nanti.


Namun lagi-lagi salah seorang dari mereka sangat sedih, dan sulit untuk memberikan senyuman yang manis dan tulus. siapa lagi jika bukan rendra, tidak tau kenapa dia tidak rela jika bela harus menikah dengan temannya angga.

__ADS_1


Tapi apalah daya semuanya telah terjadi tidak adalagi waktu untuk itu.


Malampun semakin larut mereka semua telah tertidur tapi tidak dengan bela, Aku masih belum bisa menerima semua ini bahkan impianku menjadi seorang guru belum aku rasakan secara bebas dan bahagia.


Ya allah semoga saja setelah pernikahan nanti akan terjadi hal baik dan membahagiakan aku serta orang-orang di yang paling aku sayang. lama kelamaan akhirnya aku tertidur, namun tak terasa dingin hawa shubuh datang menyapa aku harus bangun melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim untuk sholat.


Selesai sholat aku dikagetkan dengan suara laki-laki seperti sedang latihan tentara saja, inikan hotel bukan tempat latihan pbb saat melihat dati kaca lantai atas kamarku ini.


Ternyata itu memang benar aku sampai lupa, kenapa mereka latihan ya karena mereka akan mendampingi dan merupakan bagian dari acara pernikahanku nanti.


Aku masih tak percaya jika hari ini aku akan menjadi seorang istri, ayah ibu bela mohon dan semoga kalian bisa ikhlas dan menerima angga.


Tak beberapa menit kemudian penata rias dan pakaian pernikahan datang ke kamarku, aku sangat terkejut apakah harus sepagi ini berdandan bahkan aku belum sarapan.


" Maaf nyonya kami kesini untuk merias nyonya bela, tapi sebelum itu silahkan nyonya sarapan dulu " penata rias.


Baiklah mbak tapi tidak perlu memanggil saya nyonya, bela saja tidak apa-apa.


Selesai sarapan akupun langsung di rias, aku juga telah selesai mandi sebelum sholat shubuh. Aku sungguh bosan hampir 5 jam hanya untuk berdandan serta memakai gaun.


Ohh iya mbak bagaimana dengan ayah dan ibu saya serta keluarga yang lainya.


" Tenanglah bela mereka semua saya rasa telah sampai dan sudah ada masing-masing perias untuk mereka, jika boleh jujur bela hari ini sangat cantik dan sangat beruntung bisa menikah dengan seorang abdi negara " penata rias.


Terima kasih atas pujianya mbak, tapikan saya cantik seperti ini berkat mbak juga dan masalah beruntung menikah dengan abdi negara semoga saja membawa kebahagian ya mbak.


Setelah selesai berias ibu, kak putri, kak nindi mendatangiku ke kamar, " cantik sekali bella hari ini ( memeluk lea sambil menangis ) " ibu.


" Zea lihat ayang sangat cantik hari ini zea liaht ayang " putri. ohh jadi cantiknya cuma hari ini kemaren-kemaren gak ya kak, emang gitu ya zea bunda pasti salahkan.


" Maksud kak putri kamu itu hari ini cantiknya luar bisa best deh buat bella, yakan kak " nindi.

__ADS_1


Aku masih memeluk ibu aku tau apa yang ibu rasakan, dan semoga saja ayah bisa merelakan serta mengikhlaskan aku menikah dengan angga.


" Kayaknya ijab kabulnya akan segera dimulai, setelah sah nanti bella baru boleh turun yakan bu " ucap nindi.


" Benar nin memang seperti itu, bela sayang bela udah siapkan jangan nervous ibu selalu ada disamping bela, ayah, putri dan adam ya " ibu.


Aku sangat takut dan nervous, bagaimana tidak hatiku perasaan ini belum bisa menerima angga. bahkan aku belum puas menjadi seorang guru karena masalah ini lebih utama.


Setelah itu akupun turun kebawah dimana setelah melihat para tamu, ayah dan angga berdoa kami juga menengadahkan tangan.


Dan akhirnya aku telah sah menjadi istri angga, dimana aku harus melewati masalah dan ketakutan yang datang. saat turun dan akan duduk disamping angga semua mata tertuju padaku.


Dan yang paling heboh dan histeris adalah para sahabatku yang datang, mereka tidak bisa mendampingi aku karena memang harus keluarga yang mendampingiku.


Setelah duduk di samping angga, selanjutnya kecupan lembut dari bibir angga mendarat di keningku ada rasa sedih haru bahkan aku tak tau apakah rasa ini debaran jantung dan hati merupakan cinta atau bukan.


" Kau memang cantik bahkan sangat cantik dengan sikap mu yang baik, lembut, dan penyayang. maka dari itulah aku tidak rela melepaskanmu kepada mereka yang mendekatimu " batin angga.


Selanjutnya kami saling menukar cincin pernikahan, setelah itu kembali meminta restu para orang tua meski mereka telah mengatakan setuju. namun aku yakin ayah dan ibu masih berusaha untuk menerima dan mengikhlaskan semuanya.


" Bela ayah mencoba untuk terus mengikhlaskan semua ini sekali lagi ayah memohon maaf kepadamu nak " ayah.


Tidak ayah tidak pernah salah bela yakin bela akan bahagia jadi ayah tenang saja ( memeluk ayah sambil meneteskan air mata begitu juga dengan ibu ).


Setelah itu aku dan angga bergantian meminta restu orang tua angkat angga, sama seperti malam itu sikap mereka sangat baik dan lembut padaku.


" Ahhhh aku sedih terharu, monangis ni ahhhh bela aku ingin diposisimu ".


" Bel jangan kelamaan kami disini meronta-ronta juga ingin memelukmu ".


" Bela sindy dan kami semua disini jam berapakah kami bisa memelukmu bela ".

__ADS_1


Itulah beberapa histeris para sahabat dan teman-teman bela dikursi para tamu.


__ADS_2