Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
105. Satu Hari Lagi


__ADS_3

Kak kakak putri zea kayaknya mau sama kak lagi ini, bela juga mau beresin kamar sama pakaian dari acara kemaren.


" Yaudah zea sayang ayo sama bunda lagi ( menggendong zea ) " putri.


Kalo gitu bela ke kamar dulu ya kak, ( putri hanya mengangguk ) akupun menuju kamar dan kak putri sepertinya membawa zea ke taman.


" Ehhmmmm fine tapi saya rasa saya sudah punya istri tapi kenapa perasaan saya masih sendiri juga ya, soalnya ditinggalin terus tapi gakpapa besok giliran kamu yang ditinggal ya " goda angga.


Akupun berhenti melangkah untuk menaiki jenjang menuju kamar, uhhhhh akupun membalikkan badan dan tersenyum baiklah mas angga silahkan ikut bersamaku menuju kamar.


" Benarkah kau merayuku untuk ke kamar ini masih pagi tetapi tidak apa-apa, karena semalam kita belum melakukannya ( tersenyum bahagia ) " angga.


Tidak maksudku bukan begitu juga, bukankah tadi mas angga selalu ditinggalkan sekarang ikut denganku melihat kamar dan istirahat tetapi tidak dengan yang mas katakan tadi ya awas jangan macam-macam ( menggepalkan tangannya ).


( Berjalan mendekati bela )


" Apakah kau lupa suamimu ini siapa dan apa profesinya, aku tidak takut dengan kepalan tanganmu ya tak sebanding dengan kepalan tanganku ini bukan " angga.


Akupun dibuat kaget oleh angga aku pasti akan kalah, baiklah silahkan ikut ke kamar saja ( akupun melepaskan kepalan tanganku ).


" Ternyata seorang istri tentara penakut juga ya bagaimana jika ia aku tinggal sampai bertahun-tahun, tetapi untunglah aku sudah bisa bertugas menetap di kota ini jika tidak ada panggilan mendadak " batin angga.


Akhirnya bela dan angga sampai juga dikamar.

__ADS_1


Akupun membuka pintu kamar dan langsung masuk, sedangkan dia masuk setelah aku.


Ceklek pintu kamar tertutup, kenapa pintu kamarnya harus dikunci angga jangan macam-macam angga tidak perlu memngunci pintu itu jika memang ingin menutupnya tutup saja tapi jangan di kunci.


" Sudahlah tidak apa-apa ( membaringkan tubuhnya diatas kasur bela ) ehmm ternyata kasurmu sangat empuk, kamarmu jika rapi dan wangi indah cantik seperti pemiliknya " rayu angga.


Terima kasih atas pujianya tetapi itu terlalu berlebihan, baiklah sekarang mas silahkan istirahat aku ingin membereskan pakaian ini dulu.


Saat akan melangkah tiba-tiba saja angga malah meraih tanganku hingga aku terduduk disampingnya, ahh angga aku bilang aku mau merapikan pakaian istirahatlah sendiri .


" Kau masih belum mau memanggilku mas angga begitu seperti kau memanggil adam, bahkan panggilan masmu pada mas adam terdengar lembut dan menyenangkan hati berbeda jika kepadaku " angga.


Mungkin karena belum terbiasa baiklah aku akan memanggilmu mas dengan sebaik mungkin, mas angga mas angga ahh sudahlah sekarang mas istirahat saja aku ingin merapikan pakaianku dulu.


Aku sangat terkejut mendengar ucapan angga, ahhh aku tidak mau aku ingin tetap tinggal di rumah mas adam saja.


" Tidak bisa kau harus ikuti apa perkataan dan perintah suamimu ini, tapi tenang saja kau tetap boleh jika ingin berkunjung kesini " angga.


Aku hanya terdiam tapi aku masih ingin disini saja, baiklah aku akan tinggal di rumah mas tetapi bela minta kita disini satu hari lagi sekarang dan besok bela mohon.


" Ehmmm tidak bisa nanti sore kita langsung pindah " angga, Satu hari lagi bela mohon mas bela masih mau disini dulu.


" Baiklah satu hari lagi dan setelah itu kita akan langsung pindah, aku juga akan bicara pada ayah, ibu, mas adam, dan kak putri " angga.

__ADS_1


Terima kasih ( tersenyum ), sekarang aku ingin membereskan pakaianku boleh bukan.


" Ehmmm silahkan " angga.


Ahhh untunglah aku lepas dari genggamannya sepertinya dia juga akan beristirahat, semoga saja dia tertidur dan tidak menggangguku lagi.


Saat aku merapikan pakaian aku tak sengaja melihat pakaian di berikan untuk seorang istri tentara, aku tidak pernah membayangkan ini sebelumnya aku hanya ingin menjadi seorang guru terlebih dahulu tetapi takdir berkata lain.


Beberapa menit merapikan pakaian ini dia telah tertidur pasti dia juga kecapean, sebenarnya aku juga tetapi aku ingin membereskan semua pakaian ini dulu lagian jam hampir menunjukkan angka 10 lebih baik aku kerjakan yang lain saja daripada tidur biar dia saja yang istirahat.


Saat melewatinya aku tak sengaja menatap wajah angga, dia sangat tampan seandainya caramu mendapatkanku tidak seburuk itu aku yakin aku akan mencintaimu dan kita akan bahagia sekarang ini.


Walaupun sekarang kau bersikap baik padaku, tapi aku belum bisa mencintaimu tetapi aku akan terus berusaha untuk menjadi istri yang baik serta berbakti padamu.


Ahh sudahlah memandanginya nanti dia malah terbangun, aku ingin keluar saja dimana kunci tadi ia taruh bukankah tadi di laci ini aku melihatnya tapi kenapa sekarang malah tidak ada.


Ahhh apakah aku harus membangunkannya tapi itu tidak mungkin, jika aku membangunkannya maka dia akan bersikap aneh lagi kepadaku.


Ahhh jika harus berdiri di depan pintu ini sampai dia bangun yang entah sampai kapan aku tidak akan kuat, di kamar ini juga tidak ada sofa.


Baiklah tidur di kasur saja semoga saja dia tidak macam-macam nanti, sebenarnya aku juga lelah sekali.


Akhirnya bela dan angga tidur bersama walaupun bantal guling menjadi pembatas mereka.

__ADS_1


__ADS_2