Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
136. Pulang


__ADS_3

" Kamu mau ngapain lagi kesini Adel, mas Angga ga ada di rumah dia barusan berangkat ".


" Aku kesini ingin bertemu dengan kamu bukan Angga, aku ingin mengatakan jika aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Angga " ujar Adelia penuh ambisi.


" Adel seharusnya kamu sadar, mas Angga dan aku itu sudah menikah kamu tidak maukan dicap perebut suami orang ".


" Hahahah seharusnya kamu yang sadar, yang merebut Angga dari aku itu kamu bukan aku ".


" Sudahlah Adel, aku tidak ingin berdebat lagi dengan kamu, aku hanya ingin kamu pikirkan baik-baik apakah niat kamu itu baik atau buruk ".


" Kita lihat saja siapa yang akan berhasil memiliki Angga sepenuhnya " ancaman Adelia lalu pergi dari rumah Angga.


Ya Allah hamba mohon berikanlah perlindungan untuk keluarga hamba ya Allah.


Bukakanlah hati Adelia agar dia sadar jika yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan yang besar.


Apa aku beritahu Angga ya, sepertinya jangan dulu semoga saja Adelia tidak semakin nekat melakukan apa yang ia katakan tadi.


Kampung


" Ibu rindu ya sama Bela ? ".


" Iya yu, gimana ya kabar adik kamu itu ibu ga nyangka kenapa takdir seperti itu yang harus ia hadapi ".


" Ibu tenang saja, Ayu yakin Angga itu baik dan akan menjaga Bela ".


Seharusnya dia memang bahagia, tidak akan ada yang berani menyakiti dia aku juga melihat jika Angga benar-benar mencintai Bela (batin Ayu).


Setelah beberapa minggu kemudian, akhirnya Angga dan Bela memutuskan untuk membawa mamanya pulang dan melakukan penyembuhan di rumah.


Saat ini juga Angga dan Bela harus berusaha menyembunyikan hubungan mereka yang sebenarnya.


" Mama senang banget bisa balik ke rumah ini lagi sayang ".


" Iya ma, aku sama mas Angga juga senang banget bisa kumpul sama mama lagi ".


" Yaudah sekarang mama istirahat dulu ya biar Nadia yang anter ke kamar mama ".


" Ohh iya mulai sekarang Nadia tidur sama mama ya sayang ".


Bela sempat ragu untuk menjawab sang mama, namun saat itu Angga mengisyaratkan dengan anggukan kecilnya untuk mengiyakan permintaan mamanya.


" Iya ma, sekarang Nadia anter ke kamar ".


Setelah sang mama istirahat Bela kembali turun dan menemui Angga.

__ADS_1


" Kamu yakin mama bisa sembuh sayang ? ".


" In sya Allah mas, kita serahkan semuanya pada Allah ohhh iya Bela mau tanya sesuatu sama mas bolehkan ? ".


" Boleh sayang kamu mau nanya soal apa kayaknya serius dilihat dari wajah kamu ? ".


" Mas masih suka ketemu atau deket sama Adelia ga ? ".


" Kenapa kamu tiba-tiba nanya soal Adelia sayang, dia kesini lagi atau mungkin dia nyakitin kamu jawab aku sayang " ujar Angga penuh kawatir.


" Ga dia ga ngapa-ngapain aku, cuma dari sikap dia yang beberapa kali kesini itu nunjukin kalo dia belum bisa lepasin kamu gitu aja mas ".


" Udah kamu ga usah takut sama dia ".


" Aku mungkin bisa jaga diri aku mas, tapi ga tau kenapa setelah mama kita bawa pulang aku takut dia malah nyakitin mama ".


" Udah kamu tenang aja, aku bakalan pastiin kalian berdua aman dan ga akan ada yang berani nyakitin kalian " jawab Angga sembari memeluk Bela.


Setelah kembalinya sang mama tentu membuat pekerjaan Bela sedikit bertambah, dia harus menyiapkan semua keperluan sang mama disamping keperluan sang suami.


" Ma, mama kita sarapan dulu ya ma yuk ".


" Iya sayang, mas kamu udah berangkat ".


" Belum ma masih sarapan dibawah yaudah sekarang kita kebawah sarapan sama-sama ".


" Kalian hati-hati di rumah, nad jagain mama baik-baik ya ".


" Siap mas ".


" Ma, mama mau ngapain sekarang kita nonton atau mau keliling taman aja ? ".


" Ke taman deh nad, mama mau liat bunga-bunga yang indah ".


" Yaudah yuk ".


Aku ga akan pernah nyerah sampai kapanpun itu, sampai aku dapetin balik Angga liat aja hari ini aku bakalan bikin perhitungan lagi sama kamu cewe kampuang.


Geram Adelia yang belum merasa rela akan pilihan Angga yang menikah dengan Bela.


Tok...... tok.......


" Iya sebentar " ujar bibi.


" Bela adakan ? " ucap Adelia dengan wajah sinisnya.

__ADS_1


" Nyonya ada di taman belakang ".


" Yasudah minggir saya ingin bertemu dengannya " ucap Adelia yang menyelonong masuk ke dalam rumah dan menuju taman.


" Apa kabar Bela ? " sapa Adelia dengan manis dan itu hanya sandiwaranya saja.


" A-adelia kamu ngapain lagi kesini ".


Gawat kalo sampe Adelia ketemu mama pasti dia bakalan jadiin mama alat buat dia kembali sama Angga.


" Sekarang kamu pergi, pergi Adelia pergi ".


" Lo ga ada hak buat ngusir gue, ini rumah Angga bukan rumah Lo ".


" Kamu lupa kalo aku ini istrinya Angga jadi aku juga berhak sama apa yang ada di rumah suami aku, dan seharusnya kamu yang ha berhak main masuk ke rumah orang tanpa permisi ".


" Nad, Nadia sini sayang mama mau liat kesana kamu temanin mama " panggil Ratih dari jauh pada Bela.


" Nadia ? bukannya itu nama almarhumah adeknya Angga dan yang manggil barusan itu, i-itu Tante Ratih si gila itu ".


" Jaga ya omongan kamu Del, dia itu mama aku mamanya mas Angga, kenapa juga kamu harus ngatain dia gitu ".


" Kan emang dia gila, dan dia ga akan sembuh dan inget Lo ga usah sok tau karena gue yang lebih tau soal semuanya plus gue itu seorang dokter jadi tau gimana kondisi seseorang ".


" Pokoknya aku ga mau tau kamu harus pergi sekarang juga dari rumah ini, pergi pergi Del pergi ".


Namun Adel tidak menghiraukan perkataan Bela, justru dia bersikap semena-mena dan langsung menghampiri Ratih.


" Haii apa kabar tante, aku senang banget liat Tante udah balik ke rumah lagi ? ".


" Kamu siapa ? " jawab Ratih heran, karena dia tidak mengingat sosok Ratih.


" Aku Adelia tan, masa iya tante lupa tapi gapapa aku maklum kok soalnya Tante masih gila yakan ".


" Del, kamu ngomong yang sopan dong ini mama baru balik dari rumah Del ".


" Alah dia mana ngerti orang pikiran dia aja ga ada alias ga beres, ohh iya tadi aku denger Tante manggil Nadia, Nadia nama anak tantekan tapi dia itu udah…..…..... " ujar


Ternyata Adelia malah ingin memberitahu kebenaran tentang Nadia pada mama.


" Del kali ini aku minta kamu jangan ngomong soal ini dulu ke mama, dia masih butuh waktu buat penyembuhan ingatan dia Del " mohon ku pada Adelia.


" Ga gue ga akan mau, justru dengan adanya Tante Ratih gue bisa manfaatin kegilaannya karena ga pernah tau kebenaran yang sebenarnya ".


Adelia mulai mempercepat langkahnya menghampiri Ratih, namun sebelum itu Bela kembali berusaha mencegah Adelia agar tidak mengatakan hal yang sebenarnya agar tidak membebani pikiran mama.

__ADS_1


Saat akan mendekati Ratih, Adelia terhenti oleh suara seseorang.


" Tunggu....... ".


__ADS_2