
Selesai sarapan seperti yang dikatakan mas adam tadi, mereka sudah mulai menjalankan tugas masing-masing dan sekarang hanya ada aku ayah dan ibu.
Aku mengikuti ayah menuju taman belakang memang sejak angga merubah hidupku, ayah tak pernah tersenyum dengan lepas apalagi didetik-detik hari pernikahanku dengan angga.
Aku mencoba mendekati ayah dan duduk disampingnya ayah bela mohon ikhlaskan dan relakan semua ini, bela siap menanggungnya ayah bela hanya ingin ayah kembali tersenyum dan bersikap seperti dulu.
Ayah bukankah ayah pernah bilang kepada bela " jika ayah tidak akan memaksakan bela untuk memilih calon pendamping meski sikap angga seperti itu bela yakin ayah angga tidak akan menyakiti bela.
" Ayah tidak tau bela kenapa perasaan ayah masih tidak rela melepaskan bela kepada angga " ayah.
Aku kembali menggenggam tangan ayah dan memohon agar rela dan mau dengan tulus menikahkan bela dengan angga ayah percayalah angga tidak akan menyakiti bela.
Ayah hanya mengangguk dan memelukku akupun menangis dipangkuan ayah, kamipun berpelukan akupun meneteskan air mata.
Setelah selesai akupun kembali ke kamar sekarang ayah sedang duduk ditaman sendirian, aku ingin menelpon angga dan memintanya untuk meminta maaf dan bersikap baik pada ayah dan ibu walaupun pura-pura.
Walaupun masih sedikit menangis dan tersedu, assalamualaikum angga hiks hiksss angga.
" waalaikumussalam bel kamu kenapa kayaknya kamu lagi nangis bel bela kamu kenapa (angga langsung keluar dari kamar asrama tentaranya) bel bela kamu dengar akukan kamu kenapa bel" angga.
Angga bela cuma mau ngomong dan ketemu sebentar sama angga bolehkan, ditaman kompleks mas adam aja ya sebentar aja angga bela mohon ini penting.
__ADS_1
" Yaudah aku sekarang datang kesana kamu tunggu ya disana assalamualaikum " angga.
waalaikumussalam akupun hanya bersiap sederhana hanya mengambil sweter dan kaca mata hitam, menyembunyikan mataku yang sedikit sembab ini.
Saat turun aku melihat ayah dan ibu ada ditaman rumah lebih baik aku langsung pergi saja lagian aku hanya sebentar, tapi aku tetap izin namun melalui bibi saja.
Bi bela izin keluar sebentar ya cuma kewarung dan jalan-jalan pagi sebentar aja kok bi, tolong sampaiin ya assalamualaikum bibi bela pergi dahhh dahh.
" Non bela bela ada-ada aja kelakuannya apalagi pake kacamata hitam gitu gak kayak biasanya " ucap bibi.
Beberapa menit berjalan kaki aku sampai ditaman dan menunggu angga, " angga mau kemana kita ada apel pagi ini jam 10 sekarang udah jam 9 jangan kemana-mana apalagi sampai terlambat angga" jelas rendra teman sekamarnya.
" Santai brother cuma sebentar lagiankan ini udah pake seragam langsung pergi dulu assalamualaikum " angga.
Beberapa menit menunggu akhirnya angga sampai aku masih memakai kacamata hitam itu, " bela ada apa sampai kamu meminta aku untuk datang menemuimu dan bukankah tadi aku mendengarmu menangis " anggapun duduk disamping bela.
Akhirnya akupun membuka kacamataku dan mungkin angga bisa melihat mataku yang sedikit sembab, dan tetesan air mataku.
" Kenapa aku seakan ingin menghapus air mata itu dan memeluknya sama seperti mama waktu itu batin angga. katakan apa yang ingin kamu katakan kepadaku cepatlah aku tidak punya banyak waktu, kau lihat bukan aku sudah memakai seragamku berarti aku akan ada tugas cepatlah waktumu hanya 30 menit " ucap angga.
Ahhhhh uhhhhh mencoba mengatur napas dan hati yang sangat sesak ini rasanya, baiklah aku ingin mengatakan bahwasanya ayah dan ibu tidak rela jika aku menikah denganmu angga.
__ADS_1
Tapi tenanglah mereka juga tidak membatalkannya namun aku juga tidak tega, melihat mereka tertekan karena masalah kita ini.
" Aku tau mana ada orang tua mau melihat anaknya menikah dengan seorang pengancam mereka batin angga, sebenarnya ini bukan masalah kita tapi masalah yang telah dibuat ayahmu sendiri jadi biarkan saja dia merasa tidak rela bukan " ucap angga.
Aku mohon kepadamu angga cobalah meminta maaf pada ayah dan ibu agar mereka tenang dan rela atas pernikahan ini.
" Kau gila bela aku yang harus meminta maaf pada ibumu apalagi ayahmu seorang pembunuh adikku, pembunuh yang tak berhati menelantarkan gadis kecil tak berdaya begitu saja. seandainya ayahmu menolong adikku pasti dia akan ada disini sekarang sepertimu tidak aku tidak akan pernah meminta maaf pada ayahmu jadi sudahlah aku akan pergi (bangkit dari tempat duduk dan melangkah pergi) " angga.
Tidak aku harus berhasil membujuk angga aku tidak ingin ayah dan ibu terus dalam rasa bersalah dan terpaksa menikahkanku.
Akupun meraih tangan angga ini pertama kalinya aku menyentuh dia, akupun menggenggam tangannya sambil memohon angga aku mohon sekali ini saja bahkan kau bisa berpura-pura baik didepan ayah dan ibu.
Aku mohon angga hiksss hiksss jika setelah itu kau mau menghukum atau menyakitiku aku rela angga, yang terpenting ibu dan ayah bisa sedikit tenang dan merestui pernikahan ini aku mohon angga tak terasa ternyata air mataku menetes ketangan angga yang aku genggam.
" Kenapa detak jantungku semakin kencang apalagi saat bela menyentuh dan menggenggam tanganku mungkin ini karena pertama kalinya dia menyentuhku " batin angga.
Angga aku mohon dengarkan aku kali ini saja, " sudahlah lepaskan tanganku cepatlah masuk kemobil ini sudah lewat dari 30 menit aku akan segera kembali bertugas untuk hal ini nanti akan saya pikirkan cepat masuklah kemobil " ucap angga.
Akupun hanya menuruti dan mengusap air mataku, saat didalam mobil aku hanya diam begitu juga dengan angga saat sampai dirumah.
" Turunlah kita sudah sampai aku langsung balik kembali bertugas, tenanglah nanti malam aku akan kesini dan liat saja apa yang aku lakukan dan ingat jangan pernah menangis lagi aku tidak suka dengan perempuan yang cengeng " angga.
__ADS_1
Baiklah terima kasih akupun memberikan senyuman padanya aku ucapkan terima kasih angga, aku masuk duluan assalammualaikum.
" waalaikumussalam ingat jangan nangis kayak gitu lagi masa istri seorang tentara cengeng sih tersenyum ucap angga setelah bela masuk kerumah dan tidak mendengar ucapan angga " angga.