
Waalaikumsalam raka sudah lama kita tidak bertemu tapi kenapa kamu bisa hadir di sini juga ?.
" Iya bela kita sudah lama tidak bertemu semenjak kamu ke kota dan menikah dengan angga, loh kok kamu nanya kenapa aku bisa disini kamu lupa bel kalo aku ini teman kerjanya zidan dikantor kecamatan " Raka.
Raka jangan bicara seperti itu bela tahu bela udah ninggalin kalian semua disini bukan kamu aja tapi sekolah, profesi bela dan kampung ini ya udah jangan bahas itu lagi kamu udah makan atau mau minum gitu.
" Iya aku mau makan sama minum tapi nanti aja bel, ohh ya tadi aku lihat dr. daffa dan pak brian ya juga hadir di sini " Raka.
Iya mereka juga datang ke sini atau mau gabung sama mereka aja mereka ada disana ( menunjuk meja angga dan yang lainnya ).
" Kalau gitu aku gabung sama mereka aja ya " raka.
Serius ka ( melongo ).
" Kok malah ngomong gitu bel serius banget kenapa tapi aku tahu pasti kamu takut kami bertengkar gara-gara kamu ya, ya enggaklah bel kamkan sekarang udah sah jadi istrinya angga jadi kami tahulah dimana tempat kami sekarang walaupun kamu harus dikelilingi 5 orang yang laki-laki yang pernah mencintai kamu.
Zidan yang duduk di pelaminan dan kami 4 orang lagi yang duduk satu meja bersama bahkan satu meja dengan angga ya laki-laki yang akhirnya bisa memenangkan hati kamu bel " sadboy ni raka.
Jangan ngomong gitu juga ka yaudah kamu kesana aja aku mau masuk kedalam dulu nanti kalau ada perlu bantuan atau mau tanya tentang sesuatu nanti ngomong sama bella lagi, kalau gitu bela masuk kedalam dulu ya ka.
" Oke bel " ucap raka.
Merekapun menuju meja di mana juga ada angga, daffa dan bryan.
" Permisi apakah boleh saya ikut bergabung dengan kalian ? " raka.
" Tentu silakan " ucap angga.
Merekapun mengobrol dengan santai tetapi tak dipungkiri ada tatapan-tatapan kekecewaan ketika melihat angga yaitu tatapan dari raka, daffa dan bryan.
Beberapa menit kemudian merekapun makan bersama sedangkan bela berada di dalam rumah membantu ibu-ibu lainnya mempersiapkan jamuan untuk para tamu undangan belapun selesai membantu ibu-ibu.
Angga dan yang lainnya sudah selesai makan merekapun lanjut berfoto bersama dengan zidan tapi bela tidak ikut hanya angga, daffa, raka dan bryan.
Kenapa tiba-tiba aku jadi sedih melihat mereka berfoto foto bersama, sudahlah bela jangan berpikiran yang aneh-aneh batinku.
Setelah itu merekapun berpamitan kepada ayah, ibu, kak putri dan kepada bela.
" Apa kabar bapak sudah lama tak bertemu bagaimana keadaannya sudah membaik atau masih ada beberapa keluhan ? " ucap dr. daffa pada ayah bela.
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah cukup membaik dokter terima kasih juga atas bantuannya waktu itu dan terima kasih juga sudah hadir disini ya pak pak " Ayah.
" Saya juga senang bisa membantu kita semua terima kasih juga atas jamuannya " dr.daffa.
Raka, brian yang sudah ada disana merekapun saling berpamitan juga kepada bela tapi tidak boleh bersalaman dengan bela ( bela hanya bersalaman dengan menyatukan kedua tangan didepan mereka dan tak lupa bela memberikan senyuman pada 3 orang laki-laki itu ).
Saat memberikan senyuman itu angga seperti terbakar api cemburu dan menatap tajam kearah bela.
" Kalau gitu adam ke depan dulu ya sebentar ngantar mereka bryan sama daffa, raka juga mau balikan ya udah kita sekalian aja ke depannya " ucap adam.
" Iya mas adam angga juga antar mereka ke depan, saat berjalan ( angga mengedipkan matanya kepada bela dengan maksud dari kedipan mata itu adalah untuk memarahi dan memperingati bela agar tidak tersenyum atau merespon dengan baik laki-laki tadi ) " angga.
Ya ampun mas angga mas angga orang senyum aja tuh nggak boleh, biasanya senyum boleh kok batinku kak nindy kita ke depan yuk.
" Ke depan mau ngantar mereka juga bel kan mereka udah pergi juga kenapa kita harus ikut juga bel " nindy.
Nggak maksudnya itu kedepan bantu bantu ibu-ibu di acara ini kak, bukan kita ikut ngantaerin mereka tadi kak.
" Yaudah yuk boleh " nindy.
Ayah ibu bela sama kak nindy ke depan dulu ya.
Nggak bu bela baliknya besok sama mas angga jadi nanti bela masih nginep disini ibu.
" Ya udah ibu cuman mau nanya kalian lanjut aja " ibu.
Setelah selesai mengantar daffa, brian dan raka adam dan angga kembali masuk ke ke acara.
Tak henti-hentinya angga terus menatap dan memandangi bela dengan tatapan cemburu namun bela merasakan hal itu tapi dia tidak terlalu menghiraukannya. Waktu terus berjalan acara berlangsung dengan baik tetapi dipelaminan masih ada senyuman yang dipaksakan untuk tersenyum dan belum bisa menerima dengan ukhlas yaitu senyuman dari zidan.
" Semoga aku bisa melupakan kamu bel dan bisa menerima istriku sekarang ini tapi aku berharap aku tetap bisa dekat dan berteman bersamamu, angga boleh mengambilmu dariku, angga boleh menjadikanmu istrinya tapi angga tidak boleh mengambilmu dariku sebagai sahabat kecilku bel " batin zidan.
Malam semakin larut bela dan keluarganyapun berpamitan kepada zidan dan keluarganya.
" Terima kasih saya ucapkan kepada semuanya atas kehadirannya disini dan bantuannya juga " ucap papa dan mama zidan.
Setelah berpamitan keluarga belapun menuju rumah mereka.
" Ayah ibu angga boleh pergi sebentar sama bela jadi ibu ayah sama kak putri dan mas bayu juga pulang ke rumah sama mas adam dulu " izin angga.
__ADS_1
Mas mau ajak bela kemana ini udah malam loh ma bela gak mau.
" Sebentar aja kok diam aja kamu diam aja " bisik angga.
" Mau kemana lagi angga Ini udah malam gak bisa di rumah aja " ucap ibu dan ayah.
" Cuma sebentar aja ayah ibu " mohon angga.
" Ya udah bolehin bu ayah lagian mereka udah sah dan nggak bakal ngelakuin kesalahan ya udah kita pulang " ucap adam.
" Iya sekarang aja zea juga udah tidur nih " ucap putri.
Akhirnya mereka pun pulang dahulu sedangkan angga dan bela pergi dengan mobilnya entah kemana.
Mas angga kita mau pergi kemana sih Ini udah malam tau bela ngantuk kita jalan-jalan kemana juga malam ini dan dikampung begini mendingan kita pulang mas bela ngantuk.
" Aku pengen ngomong kenapa tadi kamu baik sama mereka dan senyum-senyum ke mereka " ucap angga.
Ya ampun mas angga masih soal mereka tadi kalau bela enggak bersikap baik ke mereka terus bela gimana mas. Harus marah-marah, harus diam atau harus pasang muka datarkan nggak mungkin mas angga selagi mereka nggak salah yaudah gakpapa.
Sekarangpun mereka udah kalo mas angga itu suaminya aku jadi nggak mungkin juga mereka tetap merebut bela mas.
" Kamu belum tahu siapa mereka dan kamu belum tahu seberapa dalam perasaan cinta itu karena cinta kadang membuat gila dan dapat mengorbankan apapun demi mendapatkan cinta seseorang yang kita inginkan " ucap angga.
Gak gitu juga mas angga, yaudah bela minta maaf kalau bela salah bela minta maaf sama mas angga udahkan jangan marah lagi, jangan cemberut lagi masa pak tentara cemberut gimana mau perang nantinya.
Angga tersenyum mendengar bela mengucapkan kata perang.
" Perang apa nih perang kita mau perang bel yaudah kita pulang sekarang secepatnya " bahagia angga.
Masa angga jangan mikir yang aneh-aneh ya, bela bilang tentara gak boleh cemberut kalau misalnya nanti ada perang ya perang. Peperangan tentara maksudnya masa perang apalagi mas udah sekarang pulang bela mau pulang karena bela mau istirahat karena udah ngantuk.
" Yaudah boleh tapi malam ini aku mau perang sama kamu bolehkan sayang " goda angga sambil menyentuh pipi dan leher bela.
Gak mas jangan macam-macam ya bela bilang pulang cuma pulang, mas bela bilang pulang udah gak usah pegang bela lagi ( menyingkirkan tangan angga ).
" Baiklah tapi mulai hari ini kamu gak akan lolos bel karena aku udah pengen banget ngelakuinnya bel " diam angga dan bersikap sok sedih sambil menjalankan mobil.
Loh kok mas angga malah jadi diam dan dingin gini apa aku ngomongnya terlalu kasar tapikan..........
__ADS_1