
Pagipun menyapa dengan sinar matahari yang masih damai dan hangat, aku dan angga telah selesai melaksanakan sholat bersama angga.
" ( Menggenggam tangan bela ) bel aku mohon cobalah untuk menerimaku dan saling menerima, kesalahan masa lalu yang mempertemukan kita dan inilah takdir kita.
Bel aku jujur padamu jika aku benar-benar mencintaimu bel cobalah terima diriku, perasaan ini sudah muncul sebelum aku tau jika ayahmu adalah yang membunuh adikku bel.
Jika caraku salah dan kasar kau pasti bisa memahami perasaanku bukan, karena masalah ini tidak bisa diterima dengan ikhlas bel kau tentu bisa merasakan jika diposisiku " jelas angga dengan raut wajah sedih.
Akupun juga tidak tega melihat angga, akupun menggenggam tangan angga dan melatakkan tanganku yang satu lagi diatas tangan angga.
Dan aku memberikan senyuman dan anggukan pada angga, " ( tersenyum bahagia ) apa maksud senyuman dan anggukanmu itu ? " angga.
Apa harus aku mengulang yang kamu katakan tadi,
" Kenapa masih suka manggil kamu, angga kemarenkan udah manggil mas angga atau gak sayang " goda angga.
Yaudah maaf mas angga, jadi maksud bela itu bela akan coba nerima mas dan bela juga mau bilang terima kasih karena udah mau mencintai bela. dan bela janji akan berusaha mencintai mas angga, yaudah kalo gitu bela mau masak boleh gak ?.
" Baru aja aku senang lo bel masa sekarang udah ditinggal lagi " angga.
Ya terus sekarang mau ngapain lagi, ingat jangan macam-macam dulu belakan baru bilang bela coba untuk nerima semuanya jadi angga harus janji ya gak macam-macam.
" Oke ibu negara perintah dijalankan tapi sebelum itu ( merentangkan tangan ) " angga.
Maksudnya mau ngapain ( pasti mau minta pelukan batinku ), yaudah boleh akupun mendekatkan tubuhku kepada angga.
__ADS_1
Hap merekapun berpelukan.
Ternyata nyaman juga dipelukan angga ya, ehhh bela jangan jangan dulu jangan sekarang yaudah kalo gitu udah ya bela mau masak.
" ( Menggeleng ) gak masih mau gini karena yang itu masih lama dan belum boleh jadi gini aja dulu " goda angga.
Akupun langsung mendorongnya ahh ngomong apa sih yang itu apa, udah aku mau masak aja ingat jangan macam-macam ( mengepalkan tinju di depan angga ).
" Kamu cuma pake tangan kosong berani ya lawan suami kamu lupa suami kamu itu siapa ? " angga.
Sepertinya bela tidak lupa tapi mungkin dia yang lupa jika memang aku akan kalah, atau bahkan tak bisa didunia lagi maka aku rasa akan ada yang sangat menyesal baiklah aku ingin ke dapur dulu.
" Hahhh pasti selalu kalah jika berhadapan dengannya, aku sangat beruntung bisa mendaparkan bela dan aku pikir bahwa bela sangat jauh berbeda dengan adelia.
Ahhh kenapa aku jadi membandingkan bela dan adelia dan untuk apa juga aku mengingat perempuan itu lagi, karena sekarang aku sudah punya istri secantik, baik, lembut dan sangat aku cintai.
Masih ada acara mas adam serta zidan, aku akan berusaha menghadiri acara zidan demi bela dan aku juga ingin lihat raut wajah zidan apakah dia sudah benar-benar melupakan bela atau belum.
Sepertinya hari ini aku mulai kembali bekerja saja walaupun masih ada beberapa hari jatah libur, lagian aku dirumah hanya bisa memandangnya saja lebih baik kembali bertugas baiklah siap-siap.
Uuhhh kenapa dia selalu saja ingin mendekatiku, lama-lama aku menjadi takut dengan dirinya astaga bukankah ini pecahan gelasku semalam sepertinya bibi belum bangun biar aku saja yang membersihkannya.
Setelah selesai aku lanjut memasak, aku masa apa kalo di kos biasanya cuma goreng tempe, tahu ayam goreng, dan sesekali beli ayam satu lagi sayur.
Oke masa itu aja, akupun mulai memasak dan dalam beberapa menit selesai saat itu bibi juga belum datang apa dia masih tidur ya sudah.
__ADS_1
Akupun menghidangkan makanan diatas meja, dan kembali ke kamar karena sudah berbau masakan saja tubuhku.
Saat masuk kamar aku melihat angga sedang bersiap dengan seragam miliknya, Udah mulai kerja bukannya kemaren mas ngomong kalo ambil cuti seminggu inikan baru 4 hari ?.
" Emangnya kenapa gak boleh lagian aku dirumahpun gak bisa ngapa-ngapain cuma bisa memandang saja lebih baik kerja yakan " ucap angga.
Maksudnya gak bisa ngapa-ngapain ? kan bisa mas angga, bersihin taman, atau mau olahraga, atau mau kemana atau mau santai dirumahkan bisa kenapa ngomongnya gak bisa.
" Kamu itu emang polos atau gimana sih bel udah pasti mau mandikan udah sana aku mau lanjut siap-siap, lagian kamu habis masak jadi bau makanan mau kamu yang aku makan " angga.
Ya gaklah emangnya mas itu kanibal pake makan daging manusia aja, ohh iya mas kok bibi belum bangun ya biasanyakan pagi-pagi itu bibi harusnya udah bangun.
" Bibi emang gak nginep disini tapi bibi itu bolak balik dari rumahnya kesini, dia juga kesininya diantar jemput karena itu permintaan bibi sendiri yaudah aku bolehin " angga.
Akupun tersenyum ternyata dia baik juga bibi aja kerja diantar jemput.
" Udah gak usah senyum gitu pasti kamu kagum ya sama suaminya ini " goda angga.
Gak sok tau aja yaudah aku mandi dulu mas tunggu diluar ya, " kenapa harus diluarkan disini bisa udah cepatan sana aku tunggu diluar jangan lama-lama " angga.
Akhirnya belapun mandi dan setelah selesia bela dan angga sarapan bersama dengan bela, dan ditengah makan diselingi rayuan angga yang memuji masakan bela.
" Ya udah aku berangkat dulu hati-hati dirumah ( mencium kening bela dan memeluknya ) " angga.
Aku hanya bisa diam melihat kelakuan angga, yasudah cepatlah berangkat jika begini terus maka mas angga akan terlambat aku juga tidak sanggu bernapas sudah berangkat.
__ADS_1
" Hemmm baiklah Assalamualaikum ( kembali mencium kening bela ) dahhh " angga.
Lagi-lagi dia mencium keningku ahh sudahlah mungkin itu bisa membuatnya bahagia dan juga aku.