Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
126. Kau Nadia Anakku


__ADS_3

" Itu benar bel dan itu memang kebenarannya maka itu harus mas katakan padamu, kau lihatkan perempuan yang ada dalam kamar itu dia ya dia adalah mamaku bela mama sudah seperti itu semenjak kematian nadia ya saat nadia adikku ditabrak oleh ayahmu " jelas angga.


Bellapun menutup mulutnya dan tidak percaya apa yang dikatakan oleh angga.


Tidak mas bela tidak percaya itu pasti bukan kenyataanya mas pasti berbohongkan.


" Tapi itu memang kenyataannya bel itu kenyataannya jadi sekarang kau tau bukan bagaimana perasaanku selama ini bel kau taukan bagaimana perasaanku " angga.


Bela merasa sangat sedih dengan kenyataan yang ada bahkan bela sampai menangis dan akhirnya bela memeluk angga.


Maafkan bela mas maafkan juga kesalahan ayah mas maafkan ayah mas bela mohon maafkan keluarga bela, bela selama ini tidak tahu bahwa beban seberat ini harus mas angga tanggung sendiri.


Tapi kenapa sekarang mas baru mengatakan kenyataan imi kepada bela mas kenapa mas angga malah diam mas.


" Ini adalah pelukan pertamamu bela pelukan pertamamu kepadaku tanpa aku memintanya aku sangat bahagia ( mencium puncak kepala bela ) aku sudah mencoba memaafkan ayahmu bahkan aku menerimamu dan mencintaimu bel.


Aku sudah berusaha memaafkan ayahmu maka aku memintamu untuk bisa membantu diriku juga dan bantu aku untuk membuat mama kembali semangat, tersenyum, dan lebih kuat lagi kau pasti bisa bel " angga.


Belapun mengangguk.


Bela yakin bela bisa mas sekali lagi bela meminta maaf pada mas dan juga mama bela ( mengeratkan pelukannya ).


Anggapun membalas pelukan dari bela dengan hangat dan lembut.


" Sudahlah sekarang kita masuk kau ingin bertemu dengan mamakan " angga.


Iya mas bela ingin bertemu mama.


" Tapi sebelum itu hapus dulu air matamu biar mas bantu saja ( mengahapus air mata bela ) sudah sudah kembali cantik " goda angga.


Mas dalam suasana seperti ini masih bisa menggodaku.

__ADS_1


" Aku sudah terbiasa bela dengan suasana ini bahkan hitunglah sudah berapa puluh tahun mungkin sekitar 20 tahunan aku menghadapi suasana kondisi seperti ini, ahh sudahlah lebih baik kita cepat masuk dan bertemu mama " angga.


Sebelum masuk bela memegang tangan angga dia merasa sangat bersalah.


Mas bela benar-benar minta maaf atas kesalahan bela ayah dan keluarga bela pada mas angga bela mohon maafkan bela mas.


" Sudahlah kau tidak salah yang terpenting sekarang kau mau terus menemaniku dan akan membantu ibu sembuh " angga.


Itu pasti mas bela akan bantu mas angga untuk kesembuhan ibu.


Saat masuk belapun mencoba memberi salam dan berharap ada respon yang baik dari mamanya angga.


Bismillahirohmanirohim assalamualaikum ma mama apa kabar.


Diapun melihat kearah bela dan entah kenapa saat itu dia malah tersenyum dan bahagia melihat bela berdiri tak di dekatnya.


" Nadia anakku nadia putriku kau kembali sayang kau kembali menemui mama kau sudah selesai bermain ya bagaimana apakah permainannya seru sayang " mama.


" Nadia sayang kenapa menangis ini mama ayo peluk mama ingat mama akan selalu jaga nadia mama gak akan biarin kamu kenapa-kenapa ya sayang jangan nangis kalo kamu nangis mama juga nangis ni udah jangan nangis ( menghapus air mata bela ).


Angga kenapa hanya diam berdiri ini nadia adikmu sudah kembali kenapa malah diam saja ayo kesini kita berpelukan kau pasti rindu dengan nadiakan " mama.


" Tentu ma angga sangat rindu dengan nadia " angga.


Merekapun berpelukan bersama bisa dirasakan beta rindunya seorang ibu dengan putrinya.


" Aku rasa memang kau yang menjadi pengganti nadia untuk mama lihatlah saat kau datang mama malah tersenyum dan bahagia sekali melihatmu padahal aku tidak pernah melihat senyum itu lagi saat kematian nadia.


Aku sudah banyak membawa perempuan kesini untuk mengobati rasa rindu mama pada nadia termasuk adelia tapi satu orangpun tidak ada yang membuat mama tersenyum seperti ini seperti yang kau buat kepada mama.


Saat ini aku semakin yakin kamu pasti bisa membantuku untuk menyembuhkan mama dan bisa membuat mama kembali normal, dan aku sangat beruntung mendapatkanmu bela aku tidak akan menyia-nyiakanmu bahkan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu aku janji bel.

__ADS_1


" Sayang mama mau makan nadia mau suapin mama ya mau ya sayang " mama.


Boleh ma nadia mau sekali ini menyuapi mama makan ini makanan yang diberikan jadi mama makan ini ( mulai menyuapi ).


" Sayang mama sedang sakit makanya mama di rumah sakit begitukan angga " mama.


" Bener ma mama sedang sakit jadi mama harus istirahat dulu agar cepat sehat, lihatlah bel mama sangat lahap makan ketika kamu yang menyuapinya oleh bahkan sebelumnya mama tidak pernah sebahagia dan bisa makan selahap ini bel " batin angga.


Namun bela masih belum bisa berhenti menangis dia masih bisa merasakan apa yang dirasakan oleh angga dan betapa beratnya harus menghadapi perjuangan merawat seorang mama dalam kondisi seperti ini.


Dan mas angga juga berjuang menggapai cita-citanya aku yakin mama dan papa angkatnya lah yang sudah menjaga dan merawat mama ketika mas angga berjuang untuk cita-citanya batinku.


" Sayang kenapa masih menangis mama tidak memarahimu apa mungkin angga yang memarahimu karena terlalu lama pergi bermain, sudah jangan menangis lagi nanti cantiknya hilang baiklah mama akna tanya ke angga angga apakah kamu memarahi adikmu ? " mama.


" Tidak ma angga tidak memarahi nadia mungkin dia menangis karena dia rindu dengan mama jadi dia menangis " ucap angga.


Selesai makan.


" Sayang mama sangat senang melihatmu bahkan sekarang kau memakai jilbab semakin cantik siapa yang mengajarimu dan menyuruhmu untuk berjilbab " mama.


" Angga ma angga yang menyuruh bela untuk memakai hijab agar dia lebih cantik " angga.


" Mama suka angga melihat adikmu semakin cantik " mama.


Yasudah sekarang mama istirahat dulu agar mama cepat sembuh nadia akan jagain mama disini tapi mama juga harus janji mau berobat dan makanannya selalu habis suapaya mama bisa cepet sembuh.


" Iya sayang mama akan lakukan apapun demi nadia " mama.


Beberapa menit kemudian akhirnya dia tertidur disaat itu bela merasa lega namun masih dengan sedikit sesak setelah mengetahui apa yang terjadi.


Aku sungguh tidak bisa membayangkan jika aku yang ada diposisi ini ayah lihatlah apa yang sudah ayah lakukan, bela juga tidak terpikirkan akan seperti ini jadinya ayah tapi bela akan jadi penebus kesalahan ayah dan bela berjanji akan menyembuhkan mama sampai benar-benar sembuh dan bisa normal kembali.

__ADS_1


Saat bela duduk di samping mamanya angga datang dan memeluk bela mereka saling tersenyum dan menguatkan melihat mama mereka tertidur.


__ADS_2