
Tak lama kemudian akhirnya kami sampai ditempat angga mas adam langsung masuk menuju tempat itu,dan memarkirkan mobilnya " mas Adam duluan aja ya maksudnya coba tanya dulu angga udah datang atau belum.
Belakan gak kenal sama orang-orang disini,tenang aja mas bela tetap disini mau foto-foto ditempat ini dulu viewnya baguskan mas." Ya udah mas kedalam dulu nanti mas telepon jangan pergi jauh-jauh ingat" ya ampun mas bela ini udah besar masih dibilangin jangan pergi jauh-jauh mas Adam lucu juga ya.
"Kamu emang udah besar apalagi udah mau nikah gini tapi mas tau sikap sifatnya kamu itu masih kayak anak kecil ngerti(mengusap-usap kepalaku)".
"Bukankah itu mas Adam lebih baik aku menemuinya Assalamualaikum mas Adam apa kabar udah lama gak main kesini lagi","betul angga udah lama banget ohh iya mas kesini kebetulan aja tadi mau ngantar bela ke toko tekstil cempaka.karena mas ingat toko itu masih sekitar tempat ini jadi mas kepikiran buat kesini dulu".
"Ohh belanya udah dianterin ke toko itu mas,tapi angga rasa tokonya belum buka kalo jam seginikan masih pagi", " Belum tadi sih bela mau tunggu diparkiran aja katanya kalo mas udah ketemu kamu baru dia mau kesini".
"Ada yang menghindar kayaknya ni masih gak mau ketemu padahal sebentar lagi itu,kamu bakalan sama aku terus bela bela", " Kalo gitu angga aja yang telpon dia atau nyusulin dia mas mau ketemu sama teman-teman yang lainnya".
"Iya mas gakpapa silahkan biar angga yang nemuin bela", wahh ternyata tempat disini indah juga ya warna hijaunya nenengin tiba-tiba saja ada beberapa orang tentara yang tak sengaja berpapasan denganku saat asik memotret pemandangan.
Salah satu dari mereka memanggil namaku,aku sempat terkejut kenapa dia tau namaku " hai bela apa kabar ada apa datang kesini apa mungkin sedang mengurus berkas dan persyaratan untuk menikah dengan angga?".
__ADS_1
Aku hanya tersenyum dengan ekspresi bingung karena aku tidak tau siapa dia," apakah kau tidak ingat denganku baiklah mungkin sedikit cerita ini membuat kau ingat denganku rumah sakit".
Aku mencoba mengingat ohh iya kamu temannya angga yang diwarung itukan,"nah betul aku Indra dan mereka ini juga teman-temannya angga bahkan satu mes waktu itu".
Aku hanya kembali tersenyum dan mereka satu persatu memperkenalkan diri,semabari berbisik satu sama lain " wahh cantik sekali calon ibu Persit angga pantasan selama ini dia tidak pernah mau bermain atau kencan dengan perempuan lain".
"Ya jelaslah jika miliknya saja secantik ini dan kelihatannya dia sangat baik dan lembut,baiklah bela kami pamit untuk pergi dulu apakah kau ingin bertemu angga biar aku panggilkan nanti".
Tidak tidak usah dia akan datang kesini,"baiklah kami duluan" aku hanya memberi senyum kembali pada mereka." kenapa senyumanmu begitu indah pagi ini, rasanya aku ingin marah padamu karena malah mereka yang mendapatkan senyuman pagi ini".
Baiklah sepertinya disana ada taman yang bagus,saat sampai ditaman itu aku melihat seorang perempuan yang seumuran dengan ibu aku mencoba menyapanya karena dia sedang menyiram tanaman bunga yang indah ditaman itu.
"Ohh begitu dan kenapa kau harus membawa-bawa kamera kau seorang fotografer?" tidak buk aku hanya suka memfoto apa saja disekelilingku karena aku sangat suka dengan alam ini dan sepertinya aku juga tertarik untuk memotret bunga buk yang indah ini apakah boleh.
"Tentu saja boleh ohhh ya perkenalkan nama ibu bi asih namamu siapa nak",akupun menyambut tangannya nama saya bela bu " nama yang indah seperti bunga ini " ibu berlebihan ahh".
__ADS_1
"Tapi ibu rasa auramu sangat bagus nak kau sangat menenangkan semua orang saat melihatmu",batinku jika itu benar aku juga ikut senang Bu tapi kenapa aku yang menjadi penenang orang sedangkan aku malah dirundung masalah.
"Nak bela kenapa malah melamun apa yang kau pikirkan" tidak tidak apa-apa Bu ohh ya aku sampai lupa untuk memotret bunga cantik ibu ini.
"Tadi dia bertemu dengan Indra dan yang lainnya mereka tersenyum dan senang sekali, sekarang dia bertemu bi asih dan juga membuat bi asih tersenyum.inilah bel yang membuat aku tak ingin melepaskanmu dengan mereka-mereka yang juga lebih dulu menyatakan perasaannya kepadamu, cepat temui aku ditempat pertama kali kau menginjakkan kakimu ditempat ini".
Ting ting ting sepertinya ada pesan masuk di handphoneku,akupun menyudahi untuk memotret bunga milik bi asih maaf bi bela bela lihat pesan dulu sambil mengangkat handphone "silahkan nak bela".
Aku sangat terkejut melihat bahwa pesan itu dari angga apalagi saat membaca pesannya,akupun membalasnya baiklah tunggu aku akan kesana bi bi asih bela pamit dulu ya bela harus pergi dulu.
"Ya sudah hati-hati nak bela" akupun mengulurkan tanganku dan bersalaman dengannya tapi tiba-tiba bibi malah terdiam dan menangis.bi bibi asih kenapa malah menangis "Bibi hanya ingat dengan anak ibu dia seorang tentara juga tapi dia telah gugur dimedan peperangan untuk menjaga keutuhan negeri ini,dia selalu melakukan hal sama denganmu merunduk dan bersalaman.hari ini ibu baru kembali melihat sosok itu, karena setelah kepergian putra ibu tidak ada orang yang mau melakukan itu bahkan saudara ibu sekalipun.
Tapi sekarang kau malah melakukan itu bahkan kita baru saja bertemu," akupun langsung memeluk ibu asih Karena kesedihannya bi hal ini selalu diajarkan orang tuaku bi.sekalipun itu pada orang lain apalagi kepada seorang ibu seperti bi asih, yasudah semoga bi asih selalu dilindungi oleh Allah dan semoga kita bisa bertemu lagi.
"Terima kasih nak bela sudah memberikan semangat baru untuk ibu, orang tua dan suamimu pasti bangga denganmu",aamiin Bu terima kasih juga atas doanya kalau bela pamit dulu Assalamualaikum "waalaikumussalam".
__ADS_1
Akupun menuju parkiran tadi aku terus berjalan hingga sampai ditujuan,tapi angga malah tak terlihat tapi tiba aku mendengar suara dari belakangku.
"Bagus sekali hari ini kau membuat semua orang disini bahagia dan senang dengan kedatanganmu,tapi kau membuatku bosan menunggumu dan satu lagi kenapa kau tak ikut dengan mas Adam menemuiku"