Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
80.Hari-hari Bahagia


__ADS_3

Malam ini aku tertidur dengan nyenyak karena sedikit demi sedikit ketakutan dan sikap angga berubah padaku,semoga saja aku bisa merasakan pernikahan yang indah seperti yang aku impikan selama ini.


Namun saat akan tidur handphone ku berdenting Ting Ting,siapa lagi inikan sudah malam ternyata itu Andre " Assalamualaikum bela save ya ini no aku Andre aku tau kamu udah tunangan aku cuma mau temanan aja sama kamu" Andre.


Yaudah gakpapa aku save nomornya kalo gitu aku tutup dulu ndre inikan udah malam,


"Iya bel malam" semoga saja tidak ada lagi masalah yang datang tapi entah kenapa tiba-tiba aku ingin bertemu dengan dr.daffa karena memang sudah lama tak bertemu dengannya.


Raka,pak brian dan zidan rasanya jika aku boleh meminta aku ingin sekali menjadi adik mereka saja. bisa selalu dekat dikeliling mereka tanpa harus membuat jarak karena cinta itu sendiri.


Akhirnya akupun tertidur dan pagi harinya aku kembali mengerjakan kewajiban sholat,dan tidak lupa datang menemui zea sarapan, dan hari ini sepertinya tidak ada kegiatan yang lainnya.


Tapi hari ini ayah ingin pergi mengecek kesehatannya semoga hari ini bisa bertemu dengan dr.daffa sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya bukan.


Sekitar pukul 10:00 kami berangkat dengan mobil mas Adam lengkap dengan sopirnya,namun dijalan menuju rumah sakit kak nindia mengirim pesan untuk mengacakku ke jalan-jalan.


"Bel kita jalan-jalan yuk tenang kak udah izin sama mas Adam nanti biar kak aja yang nyetir"pesan kak nindi,


Bela mau sih kak tapi hari ini ayah lagi cek kesehatannya ke dokter, jadi kayaknya bela gak bisa lain kali aja ya kak bela minta maaf.

__ADS_1


"Ohh semoga ayah baik-baik aja kalo gitu bela temanin ayah aja dulu dahhh",


iya kak maaf sekali lagi bel gak bisa ikut sama kak.


Setelah sampai di rumah sakit melihat disekeliling rumah sakit tapi sepertinya dr.daffa tidak ada disini, lanjut ayahpun diperiksa dokter yang lain karena dr.bagas pun tidak datang alhamdulillah kondisi ayah sudah semakin membaik.


Selesai dari rumah sakit kami mampir ditoko buah dulu setelah itu baru menuju rumah, saat sampai dirumah ternyata angga sudah ada diruang tamu. ekspresi ayah dan ibu masih datar dan tak rela jika aku bersama angga,tapi aku mencoba merayu mereka agar tetap bersikap baik dan menahan emosi terutama ayah.


"Assalamualaikum om tante bersalaman",


"Bel biar ibu aja yang antar ayah ke kamar kamu temanin angga aja duduk ya" ucap ibu.


"Udah tenang aja udah hampir selesai kamu gak usah ikut ngurus lagi ntar pingsan kecapean ketiduran tapi kayak orang pingsan aja" Angga.


Namanya juga tidur ya gak sadar lah, "udah udah kemarinkan kamu mau jalan-jalan gimana hari ini aja mumpung ada waktu yakan"ajak angga.


Yaudah bela mau tapi izin sama ayah ibu, kakak,dan mas Adam dulu biar nanti mereka gak kawatir bahkan ngerepotin mereka.


Sama seperti biasa ekspresi ayah ibu masih datar seperti orang yang tidak ikhlas,tapi ini semua bela lakuin untuk ayah dan ibu juga agar mereka gak disakitin sama Angga lagi.

__ADS_1


"Pokoknya kamu harus hati-hati dan jangan terlalu dekat sama Angga" ucap ibu ayah yang sangat kawatir. "kalo kak terserah kamu aja yang penting harus bisa jaga diri oke, ze zea ayang pergi tu dahh dahhh yang ayang akupun mencium kening zea dan berangkat.


"Kak angga pamit dulu mau keluar sama bela Assalamualaikum" izin angga "waalaikumussalam hati-hati dijalan.


Didalam mobil sambil menuju perjalanan,


Aku memperhatikan Angga kenapa sikapnya bisa berubah menjadi baik, setelah waktu itu dia menjadi jahat dan kasar bahkan.


"Kalo kagum sama ketampanan aku akuin aja tapi gak usah diliat lama-lama juga ntar jatuh cinta beneran" ucap angga.


Jadih maksud kamu tunangan sama aku cuma mau balas dendam aja, bener-bener jahat " alah kamu itu sok-sokan pakai ngomong bales dendam segala gak udah lupain aja lagian mana mungkin anak kesayangan ayah dan ibu aku sakitinkan ya kan".rayu Angga


Tidak tau kenapa ketika melihat senyuman dan tawa kecil Angga,aku menjadi bahagia dan sangat senang bahkan dia malah bilang pipiku memerah karena menahan tawa.


"Udah ahh ketawa aja gak usah ditahan-tahan gitu ntar pipinya jadi merah sekalian sama wajahnya", apaan siapa yang ketawa siapa juga yang senyum-senyum kamu aja yang gr akupun memalingkan wajah ke arah kaca mobil menatap sisi jalanan.


Dan ntah kenapa jika angga bersikap baik padaku begini aku merasakan hari-hari ku sangat bahagia sekali.semoga kebaikan mu ini tulus dan ikhlas angga,agar aku bisa lebih tenang dan ku juga akan berjanji menjadi istri terbaik untukmu.


Meski rintangan dan tantangan harus aku dan aku lewati termasuk aku harus berusaha dan selalu berusaha meyakinkan ayah dan ibu. jika sebenarnya dirimu itu baik dan akan menjaga melindungi aku,sampai waktu maut memisahkan kita semoga kedepannya hari-hari yang akan kita lalui bahagia.

__ADS_1


__ADS_2