
Dia raka sahabatku sejak SD-SMP dan dia orangnya baik banget aku menghampirinya karena saking ingin bertemu dengannya dia sahabat ya terbaik pokoknya.
" Assalamualaikum cowok cengeng kita ketemu lagi " ucapku sambil tersenyum.
Tapi dia malah terdiam dan bingung aku merasa sangat malu dia malah diam atau dia udah gak kenal sama aku atau dia bukan raka aduh aku malu banget ( membatin ).
Mampus lu bel sok-sok akrab sih jadi orang belum tau pasti itu temannya malah langsung nyapa aja ( batin putri dari dalam mobil melihat bela ).
Ohh maaf mas saya mungkin salah orang,dan tiba-tiba dia malah senyum-senyum sambil bilang iya cewek yang selalu tegar dan suka nolongin aku. kan benaran raka,aku udah setengah malu ni kamu disapa malah sok-sokan nggak kenal.
" Aku masih ingatlah sama kamu bel tapi tadi aku emang gak ingat soalnya kamu cantik banget lo sekarang beda sama yang dulu " ujar raka.
" Kan aku bener kamu itu raka ihh pake ngerjain segala satu lagi kamu bilang aku baru cantik sekarang ni jadi dulu gak cantik gitu " ucapku.
" Gak gitu juga bel " ujar raka.
" Iya-iya aku becanda kok ka ohh ya kamu ngapain bisa ada disini ka " ucapku.
" Aku cuma nganter ni ( menunjuk seoarang anak kecil laki-laki ) " ujar raka.
" Waaahhhh pasti ini anak kamu ya ka cepet banget nikahnya ka sampai gak ngundang " ucapku.
" Bukan bel dia bukan anak aku masa aku udah punya anak aku masih muda bel ini keponakan aku tadi kakak aku gak sempat ngantarin dia jadi aku yang nganterin " ujar raka.
" Kalo kamu ngapain disini bel mau sekolah lagi " ujar raka.
" Ya gaklah ka aku emang mau sekolah tapi bukan jadi murid tapi jadi ibu gurunya itupun kalo diterima sih hahaha " ucapku.
" Kamu hebat ya bel sekarang udah jadi ibu guru aku doain kamu bisa diterima disini bel " ujar raka.
" Aamiin " ucapku.
Tiba-tiba saja kak putri berteriak dari mobil.
" Cepetan masuk bel nanti kakak tinggal ni ingat habis ini kamu langsung ke rumah bibi buat ngadirin acara itu ingetkan " teriak putri.
" Iya kak bela masuk ni, maaf ya ka aku masuk dulu kamu sekarang mau kemana ni " ucapku.
" Aku mau berangkat kerja sih bel " ujar raka.
" Yaudah aku masuk duluan ya ka ohh iya ganteng mau masuk sama.... panggil siapa ya ka bagusnya keponakan kamu ke aku " ucapku.
" Haii tante nama aku haikal " ujar polos haikal keponakan raka.
" Tu udah dijawab bel dia panggil kamu tante " ujar raka.
" Yaudah boleh " ucapku.
" Akhirnya akupun masuk ke sekolah dan menuju kantor, ohh ya haikal mau ke kelaskan tante mau ke kantor jadi haikal ke kelasnya sendiri aja gimana bisakan " ucapku.
" Bisa tante cantik " ujar haikal.
Akupun hanya tersenyum mendengar haikal mengatakan jika aku cantik.
" Yaudah sekarang haikal ke kelasnya ya hati-hati dahh sampe ketemu lagi " ucapku.
" Dadahhh tante cantik " ujar haikal.
Akupun langsung menuju kantor dan menemui ibu sarah teman dari mamanya zidan.
" Assalamualaikum permisi " ucapku.
" Iya ada yang bisa di bantu " ujar seorang wanita.
" Saya bela bu mau.... " ucapku disela.
" Oohh kamu bela yasudah silahkan masuk " ujar wanita itu.
" Dengan ibu sarah " ucapku.
" Iya saya ibu sarah kamu sudah tau saya bukan " ujar wanita itu.
" Iya saya sudah tau buk " ucapku.
__ADS_1
" Baiklah kamu tinggalkan saja persyaratannya dan untuk hasilnya nanti saya akan kirim pesan kepada kamu " ujar sarah.
" Hanya itu buk ? " ucapku.
" Iya hanya itu apa kamu mau syarat yang lain " ujar sarah.
" Tidak bu terima kasih atas waktunya bu jadi sekarang mohon izin untuk keluar bu " ucapku.
" Boleh silahkan kamu hanya tinggal menunggu hasilnya saja apakah kamu diterima atau tidak itu saja " ujar sarah.
" Baik buk sekali lagi terima kasih atas waktunya bu " ucapku dan dia hanya melempar senyuman padaku.
Akupun langsung bergegas menuju mobil mungkin kak putri sudah mengamuk di dalam mobil tapi apa yang aku lihat ternyata dia sedang asik ngobrol bersama zidan, aku yakin dia akan melakukan hal aneh lebih baik aku datang dan mengajaknya pulang cepat membatin.
" Kak ( aku pura-pura tidak tau kalo ada zidan tapi percuma saja ) wahh ternyata zidan disini juga " ucapku basa-basi.
" Iya bel aku habis nganterin aila tadi sih udah mau pergi tapi kak putri ngajak ngobrol dulu " ujar zidan.
Hatiku berkaya jika kak putri lagi-lagi membuat aku merasa marah besar dengan ulahnya yang sudah pasti disengaja.
" Kamu habis ngelamar disini ya bel buat jadi guru " ujar zidan.
" Iya zid kalo seandainya disini gak keterima ya aku coba ditempat lain " ucapku.
" aku yakin kamu pasti ke terima bel aku doain pasti ke terima aamiin " ujar zidan.
" Aamiin makasih doanya zid " ucapku sedikit malas.
" Sama-sama bel " ujar zidan.
" Yasudah kak kita langsung berangkat aja ya tadi katanya mau pulang cepetkan " ucapku pada kak putri.
" Ohh yaudah gakpapa bel kak putri aku juga mau berangkat juga " ujar zidan.
" Ohh iya bel kamukan belum ngucapin selamat sama zidan atas keterimanya zidan kerja di kantor camat lo bel " ujar putri.
" Jadi sekarang kamu kerja di kantor camat zid selamat deh buat kamu zid " ucapku.
" Iya bel, kalo gitu aku duluan bel kak putri " ujar zidan.
" Cie cie cie yang katanya gak mau yang marah tapi masih mau ngucapin selamat atas keterimanya kerja ni " goda putri.
" Ingat ya kak bela cuma ingat pesan ibu, ibukan bilang kalo emang bela gak mau nerima perjodohannya yaudah gakpapa tapi silahturahmi tetap dijaga dengan baik " jelasku.
" Iya-iya bawel yaudah masuk mobil sana " ujar putri.
Kamipun menuju rumah diperjalanan kak putri kembali mengatakan bahwa....
" Bel kakak tu sebenarnya berangkat besok sih sama mas bayu ke rumah bibi jadi sekarang yang duluan berangkat kamu, ayah sama ibu aja dulu " ujar putri.
" Loh emangnya kenapa kak kalo kak mau pergi sekarang ajakan juga bisa kakakkan tetap ke sana juga biar mas bayu pergi sendirian aja besok " ucapku.
" Gak bisalah bel namanya juga udah nikah harus nurut dan patuh sama suami tadi kakak udah bilang kok sama ayah dan ibu mereka jawab yaudah gakpapa " ujar putri.
" Yaudah terserah kakak aja yang penting nanti sampai di rumahnya bibi aku harus datang ke air terjun yang bagus itu, berarti nanti yang berangkat bela, ayah, sama ibu aja gakpapa lebih cepet lebih baik jugakan " ucapku.
Tak lama kemudian aku dan kak putri sampai akupun bergegas masuk ke rumah dan memanggil ibu.
" ibuuu ibuuu " ucapku.
" Ya ada apa bel baru sampai rumah kok udah teriak-teriak aja " ujar ibu.
" Tau tuh bu anak ibu mungkin mau nerima lamarannya zidan kali soalnya semangat banget " goda putri.
" Kakakkkkk (dengan wajah kesal dan marah) gak bu bela cuma mau ngomong kita berangkat ke rumah bibinya sekarangkan.
Bela bukan mau bahas lamaran zidan gak bukan itu bu bela cuma pengen liburan bu ditempatnya bibikan ada air terjun jadi.... " ucapku.
" Tapi kita perginya nanti sore bel nunggu ayah dari perkebunan dulu " ujar ibu.
" Yaudah deh bu bela siap-siap dulu mau beresin baju soalnyakan kita disitu seminggu tapi gak deh bu 5 hari ya kan kemaren gak jadi sekarang baru berangkat " ucapku.
" Ohhh iya ya bel tapi gimana soal lamaran kerjanya tadi ? " ujar ibu.
__ADS_1
" Ya harus nunggu dulu bu walaupun udah di bantuin sama temannya mama zidankan tetap nunggu keputusan buat bisa keterima atau gaj bu " ucapku.
" Bela ke kamar dulu ya bu, kak satu lagi kakak harus ingat dan janji jangan ngomong macam-macam lagi sama ibu apalagi ke ayah soal lamaran sama zidan itu " tegasku.
" Iya bawel " ujar putri.
Di Kamar Bela
Saat menyiapkan beberapa pakaian tiba-tiba saja aku tak sengaja melihat foto-foto saat acara wisuda kemarin dan aku tak sengaja melihat fotoku bersama zidan saat berfoto berdua kemaren ternyata kami cukup serasi
Bel ngomongin apa sih ingat gak gak dulu buat sekarang membatin.
Ya udah lebih baik fotonya di simpan aja masukin ke lemari, oke sekarang semuanya udah siap dan setelah ini sambil nunggu berangkat mendingan aku nyusulin ayah ke perkebunan sayur.
Akupun keluar kamar dan memanggil kak putri.
" Kak kak kakak kak " ucapku.
" Iya bel ada apa kak di taman belakang mau ngapain sih manggil-manggil terus " ujar putri.
" Bela cuma nanya motor udah diperbaiki belum " ucapku.
" Ngapain nanya motor bel emangnya mau kemana ? " ujar putri.
" Aduh kakak gak usah banyak nanya deh " ucapku.
( kak putripun membesarkan matanya ).
" Iya-iya kak bela cuma mau lihat ayah ke perkebunan lagiankan bela udah lama gak ke perkebunan " ucapku.
" Oohh tapi kaknya belum bel kak lagi malas ke bengkel " ujar putri.
" Yahhh bela gak jadi kesana dong " ucapku.
" Yaudah pakai sepeda kamu aja bel " ujar putri.
" Sepeda bela apa masih bagus dan baik kak sepeda itukan udah 7 tahun yang lalu " ucapku.
" Ehhhh iya juga ya kakak lupa yaudah pakai sepedanya mas bayu aja sepedanya ada di belakang ya bel " ujar putri.
" Oke kak makasih ya, ohh ya satu lagi kalo ibu nanyain bela tolong bilangin kalo bela pergi ke perkebunan ya Kak " ucapku.
" Iya bawel sipp tenang aja " ujar putri.
Akupun menuju perkebunan sambil menikmati suasana disekelilingku, setelah beberapa menit bersepeda akhirnya aku bertemu dengan ayah tapi sepertinya ayah sedang melayani pembeli sayur-sayuran kami.
Akupun menunggu ayah dibawah pohon yang sejuk sampai pembelinya pergi.
Tak lama kemudian orang itu pergi akupun langsung menemui ayah.
" Assalamualaikum ayah " salamku.
" Waalaikumusalam bela tumben kesini naik sepeda lagi " ujar ayah.
" Ini yah bela mau ayah pulang cepat hari inikan nanti sorekan kita mau berangkat ke rumah bibi sore ini yah dan kenapa bela pakai sepeda karena motorkan bannya kempes jadi belum diperbaiki makanya bela pakai sepeda aja " ucapku.
" Yasudah sekarang ayah udah selesai berarti kita bisa pulang siap-siap dan langsung berangkat ke rumah bibi bela mau pulang duluan " ujar ayah.
" Gak deh yah bela capek gimana sepedanya tarok bagasi belakang aja bela pulang sama ayah ya " ucapku.
" Yasudah ayok sepedanya tarok dibelakang " ujar ayah.
" Siap ayah, ( di dalam mobil ) ayah bela mau minta izin bolehkan yah pas udah sampai dirumah bibi nanti bela mau main ke air terjun yang waktu kecil ayah pernah ajak bela sama kak putri itu lo yah " ucapku.
" Boleh tapi bela ingatkan pesan ayah waktu itu " ujar ayah.
" Ingat ayah bilang putri bela boleh liat dan foto air terjunnya tapi ingat putri dan bela gak boleh terlalu deket sama air terjunnya apalagi mandi disana gak boleh karena berbahaya.
Bela selalu ingat dan gak akan pernah lupa sama semua pesan ayah " ucapku.
" Bagus kalo gitu " ujar ayah.
Tak terasa ditengah percakapan kamipun sudah sampai dirumah dan ayah langsung masuk untuk siap-siap pergi.
__ADS_1
Karena aku sudah siap-siap jadi aku ngelanjutin main sepeda aja depan rumah sambil nunggu ayah sama ibu siap.
Tapi pas lagi asyik sepedaan ibu malah memanggilku.