
Akupun menuju kamar kak putri dimana zea berada, saat aku membuka pintu zea sedang menangis akupun menggendongnya dan membawa zea ke kak putri.
Ayang zea ini ayangnya zea yaudah ayang gendong ya kita ketemu mama, zea haus ya mau mimik sama mama ayok zea ayang.
Akupun menutup pintu setelah keluar dari kamar, dan zea sangat senang jika aku yang gendong " kenapa sayang zea ini mama mau gendong sama ayang dulu aja ya gakpapakan mama makan dulu sebentar kok ayang ayang tunggu ya " ucap putri.
Yaudah zea sama bela dulu aja semuanya lanjut makan malam aja bela biar nanti aja, aku sempat melihat angga yang sedang makan semoga saja dia tidak marah jika aku tidak ikut makan.
Yaudah bela sama zea tunggu diruang tamu aja ya dahh dadahhhh semuanya, zea hanya diam dan kamipun menuju ruang tamu beberapa menit kemudian kak putri datang menghampiriku.
" Kakak udah selesai sekarang giliran kamu yang makan sana apalagi angga nungguin tu, udah sana ayang lagian zea mau mimik sama mama dahhhh dadahhhh ayang " putri.
Akupun menuju meja makan udah selesai makannya, " udah bel sekarang bela yang belum makan udah makan sekarang aja " ucap ibu.
" Yaudah kamu makan bel mas bayu, angga ayah juga kita ngobrol taman belakang gimana ni sekalian santai habis makan ini " ucap adam.
" Boleh mas, yaudah yok angga, iya dam kalian duluan aja ayah nanti nyusul ya " ucap angga, mas bayu dan ayah.
Mereka bertiga menuju taman belakang dan mengobrol untuk saja mas adam mengajak angga pergi dari sini, akhirnya akupun makan malam.
" Bela ayah kemereka dulu ya ayah mau ngerasain gimana angga sekarang, apalagi pas dia bilang gak nyakitin bela bahkan dia bakalan ngejagain bela pokoknya ayah percaya sama omongan bela tapi gak sama dia" ayah.
" Udah kita sebagai orang tua harus ikhlas pak lagian ini karena kesalahan yang tidak disengaja, ibu juga yakin kalo angga itu sebenarnya baik dia berubah sikap karena masalah dan pengalaman pahit masa lalu yang masih membekas " ucap ibu.
__ADS_1
Ayah hanya terdiam dan berjalan menuju taman aku yakin ayah sadar akan kesalahan yang telah dia perbuat 20 tahun silam, dimana dia tidak akan menyangka perbuatannya menjadi imbas kesulitan dan ancaman untuk anaknya sendiri yaitu aku.
Semoga saja angga bisa memaafkan kesalahan ayah, begitu juga sikapnya akan berubah lebih baik lagi dan semua yang ia katakan tadi benar dia akan menjaga ku bukan menyakiti aku.
Meskipun aku belum menyukai dan cinta padanya aku yakin seiring berjalannya waktu aku bisa mencintainya begitu juga dengan angga kepadaku.
Setelah selesai makan aku membantu bibi membersihkan semuanya dan ibu pergi menuju ruang tamu ya melihat cucu pertama dan kesayangannya zea.
Setelah selesai membantu bibi akupun menuju kamar untuk mengambil handphoneku, aku rasa mereka pasti telah heboh karena aku dimana aku yang akan menikah.
Saat sampai benar saja sudah ada beberapa pesan yang masuk di handphoneku, mulai dari sindy dan yang lainya sudah sibuk dan heboh dengan acaraku nanti.
Baiklah aku akan membalasnya satu-satu ohhh ya bagaimana dengan angga dan ayah, lebih baik aku memperhatikan mereka dari jendela kamar ini saja walaupun tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka tapi aku bisa memperhatikan gerak gerik dan ekspresi mereka berdua.
Ditaman
" Selamat malam ayah semoga kabar ayah baik-baik saja, saya dengar ayah belum bisa merestui saya dengan putri kesayangan ayah ya bela " angga.
" Bagaimana saya bisa merestui jika putri kesayangan bahkan paling saya sayangi harus berjodoh dan menikah dengan kamu, bahkan dengan cara tidak baik seperti itu " ucap ayah datar.
" Seharusnya ayah yang menyadari semua ini, tapi saya yakinkan saya memang tidak akan menyakiti bela atas dendam 20 tahun silam. karena jika saya memang mendendam lebih baik saya membunuh putri anda saat pertama bertemu bukan dan masalah selesai.
Tapi seiring berjalannya waktu entah kenapa saya memang jatuh cinta kepada putri kesayangan anda, kenapa saya memilih cara seperti kemaren itu saya pikir anda sudah pasti tau bukan ayah.
__ADS_1
Jika putri anda bernama bela azyura itu, banyak dikagumi oleh laki-laki bahkan putri anda itu bisa membuat 5 orang laki-laki jatuh cinta dalam waktu bersamaan apakah anda tau itu " jelas angga.
" Tidak saya tidak tau tentang hal itu tapi itu tidak mungkin, dan siapa saja laki-laki itu yang saya tau hanya zidan seorang saja bahkan kami berniat menjodohkan mereka namun bela yang tidak menerimannya " jawab ayah.
" Tapi siapa laki-laki itu tidak penting yang jelas saya angga memang benar-benar mencintai putri ayah, maka dari itu berikan saya restu mengenai cara saya yang waktu itu adalah jalan yang terbaik.
Karena jika saya tidak melakukan hal itu maka saya yakin salah satu dari laki-laki tadi akan datang melamar bela, maka dari itu terimalah saya sebagi menantu ayah dan satu yang perlu anda tau putri anda itu adalah perempuan hebat kuat dan sangat menyayangi anda.
Maka dari itu tidak ada yang boleh membuatnya bersedih baik itu saya bahkan anda ayah, apalagi tidak dengan merestui pernikahan putri anda dengan saya.
Bukankah bela menginginkan anda menjadi wali nikahnya dengan baik dan mandapatkan restu dari anda maka dari itu beri saya restu untuk menikahi putri ayah bela azyura " ucap angga.
" Saya tidak apakah ucapan dari perkataan anda benar atau salah yang jelas, jika memang itu kebenaran dari hati anda maka saya akan merestui anda dengan bela. dan saya juga memohon maaf sebesar-besarnya pada anda atas kesalahan masa silam, dan saya harap anda juga bisa mengikhlaskannya dan saya mohon jangan sakiti bela nantinya.
Saya mohon jangan sakiti bela jika anda memang mencintainya seharusnya anda tidak akan melakukan hal itu hanya itu pesan saya jaga dan lindungi dia dan jangan sakiti. Karena kita sama-sama tau bagaimana keadaan dan berharganya bela bukan saya ucapkan kembali saya merestui anda angga " jelas ayah.
Aku yang memperhatikan dari jendela kamar tidak tau apa yang sebenarnya ayah dan angga bicarakan, dan melihat ekspresi mereka sepertinya biasa-biasa saja baiklah aku selalu berharap yang terbaik.
Setelah selesai malampun semakin larut angga berpamitan untuk kembali ke asramanya, dan aku juga melempar senyuman padanya dan dia diantar kedepan oleh mas adam.
Saat sampai dikamar aku mendapatkan pesan dari angga
" Sudah jangan menangis lagi aku sudah mendapatkan restu ayahmu dan juga ibumu, tak ada yang perlu kau kawatirkan lagi namun kau harus mempersiapkan kehidupan denganku " pesan angga.
__ADS_1
Aku senang ayah bisa menerima angga bahkan merestuinya, namun yang aku takutkan adalah ketika angga mengatakan jika aku yang harus mempersiapkan kehidupan dengannya.