Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
75.Mengurus persyaratan


__ADS_3

"Wahhh beruntung sekali kau bela bisa mendapatkan seorang abdi negara,baiklah sepertinya aku harus melupakanmu untuk menjadi milikku tapi ingat aku tidak akan melupakan cintaku padamu bahkan setelah aku menikah nanti" gumam andre.


Angga sekarang kita harus kemana " kau lupa aku sudah katakan mengurus persyaratan untuk pernikahan kita ditempat kau datang bersama mas adam kemarin" ucap angga.


Baiklah tapi aku ingin bertanya apakah akan memakan waktu lama untuk hal ini," kenapa kau bertanya lagi kau tidak suka jika terlalu lama bersamaku" ketus angga.


Bukan maksudku hanya ingin bertanya saja, karena jika sampai larut malam mana mungkin aku harus pulang." tenang saja aku telah menelpon mas angga agar tidak merisaukan mu begitu juga pada ayahmu dan yang lainnya,


Satu lagi kenakan pakaian yang ada didalam paperbeg yang ada dibelakang itu" menunjuk kebangku belakang.


Kenapa harus mengganti pakaian lagi bukankah ini sudah lebih baik," ikuti saja perintahku dan jangan menolak" tapi aku harus mengganti pakaian dimana aku bingung sendiri.


Tak terasa aku telah sampai ditempat kemarin wilayah perkantoran tentara jika yang bilang sih, " turun dan ganti pakaianmu ditempat bi asih kau kenal bukan" ucap angga.


Aku sempat kaget jika angga kenal dengan ni asih,tapi itu wajar sih kan ini tempat dia malah lebih dahulu daripada ku."Jangan lupa bawa paperbeg itu dan satu lagi serahkan semua berkas identitas mu yang aku katakan kemarin".

__ADS_1


Akupun mengambil amplop coklat dan memberikan pada angga,bagitu juga kau meraih paperbeg yang angga katakan adalah pakaian yang harus aku ganti dia tidak mengatakan pakaian apa yang ada didalam ini.


Aku langsung menuju ni asih seperti biasa dia sedang duduk ditaman bunganya yang indah, Assalamualaikum bi asih ini bela masih ingat bukan.


"Nak bela bi sangat rindu dengan kehadiran mu disini lagi", bi asih langsung memeluk ku


"Kau memang membawa kebahagiaan untuk semua orang bela aku melihat raut wajah dan semangat pada diri bi asih setelah kedatangan mu".ucap angga didalam mobil yang belum pergi dan mengamati bela menuju tempat Bu asih.


"Bibi senang tapi nak bela ada apalagi kesini, mau memotret bunga ditaman ibu lagi begitu silakan bibi malah seneng nak bela" ucap bi asih.


Tidak bi sebenarnya aku kesini sedang maksudku ingin mengurus persyaratan pernikahan dengan salah seorang perwira tentara disini bi.


Benar bi maaf bela baru bisa cerita sekarang,lagian kemarin bela harus cepat pergi dari sini ohh ya sampai lupa bela boleh numpang buat ganti baju gak bi.


"Boleh bibi juga tau itu pasti pakaian untuk ibu Persit biasanya setiap, adalah salah seorang perwira yang akan menikah dan dalam pengurusan persyaratannya harus mengenakan pakaian ini nak bela" jelas bi asih.

__ADS_1


Benarkah bi akupun masuk ketempat bi asih dan mengganti pakaian ini,saat berkaca ternyata aku sangat cantik memakai pakaian ini.saat keluar menuju ni asih dia juga kaget dan terposan dengan penampilanku.


"Masyaallah pesona nak bela sangat cantik sekali, siapakah yang beruntung mendapatkan bidadari seperti ini" puji bi asih.


Bibi terlalu berlebihan bela biasa aja kok, tiba-tiba saja dia datang dari luar memang pintu depan tempat Bu asih terbuka siapa lagi kalo bukan dia.


"Yang beruntung aku bi apakah dia seperti bidadari aku rasa dia biasa-biasa saja bukan,namun dalam hatiku kau memang bukan manusia tapi bidadari kecantikan mu semakin cantik dengan hati dan akhlak mu yang baik bela (batin angga)".


"Nak angga ohhh ternyata nak angga yang berhasil memikat hati nak bela ini,tapi kalian sangat cocok sekali bibi berikan doa restu dan kebahagiaan untuk kalian berdoa".


Terima kasih banyak bi, singkat cerita kamipun minta izin kepada bi asih untuk segera pamit menuju pihak yang akan memberikan izin pernikahan.


Satu persatu ruangan telah di masuki sembari memberikan persyaratan yang diminta,sampai pada seseorang tentara perempuan yang sempat memuji kecantikanku juga namun masih banyak hal yang harus dilakukan dan diurus.


Tanpa disadari sorepun mulai menjelang, setelah keluar dari ruangan yang entah ruanga keberapa yang telah aku dan Angga masuki.

__ADS_1


Aku merasa lelah sekali ternyata sangat sulit dan butuh tenaga ekstra mengurusnya,bahkan aku pikir lebih baik tidak jadi menikah saja denganya begitu juga dari awal dia yang memaksa.


Namun aku yakin dia adalah orang baik sama seperti pendapat lamaku,hanya ada sedikit kebencian dan dendam tentang kisah kelam 20 tahun yang lalu.


__ADS_2