Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
35.Menjadi Nyata


__ADS_3

Hari selanjutnya raka lah yang mengajak ku untuk pergi jalan keluar,ayah dan ibu serta kak putri memang tidak pernah terlalu mengekang ku tapi mereka lebih tegas kepada ku.


Seperti yang ku sampaikan mereka membolehkan untuk pergi atau jalan keluar, tapi dengan syarat pulang harus sebelum malam.baiklah rasanya aku enggan untuk pergi karena takut hal yang sama seperti zidan juga terjadi.


Tapi aku tak boleh terlalu baperan jadi orang, lagian apakah bener tafsiran kak putri.seperti biasa kami makan dan berbicara tentang pekerjaan,masa lalu serta persahabatan.


Tapi pada akhirnya pembahasan sampai pada hal sensitif menurut ku,ya masalah perasaan lagi.lagi dan lagi ternyata Raka juga suka dengan ku ya tuhan kenapa ini semua terjadi, mungkin dicintai disukai banyak orang menyenangkan.


Tapi masalahnya ini lebih rumit, apalagi Zidan dan raka adalah rekan kerja di kantor camat lagi dan lagi Zidan Raka adalah sahabat ku dari kecil hingga dewasa.kejadian ini sungguh membingungkan aku kembali menjawab,Raka maaf ya aku tidak bermaksud membuat mu kecewa tapi kamu pasti tau jawaban yang akan aku berikan bukan.


Kamu adalah sahabat terbaik menurut ku,jika sewaktu kecil disekolah dasar dulu aku adalah yang paling pemberani dan selalu melindungi kamu.sekarang akulah yang lemah suka menangis dan gilaran mu untuk menjaga dan melindungi ku seperti dulu dengan tali persahabatan bahkan saudara.


Aku juga yakin sekali kamu telah banyak menemui perempuan,apakah tidak ada dari mereka membuatmu jatuh hati padanya.sekali lagi jujur aku tidak bisa menerima mu,aku melihat ekspresi wajah Zidan juga ada pada Raka saat ini.


Namun Raka sedikit lebih tenang dan dewasa dia tidak terlalu memperlihatkan kekecewaannya,kami kembali pulang saat mengantar ku dia masih memberi senyum padaku.sekali lagi aku minta maaf Raka tapi satu janjiku untuk mu aku akan selalu ada untuk mu setiap susah senang,suka duka mu.


Aku hanya diam sesampai dirumah, untung saja kak Putri tidak dirumah karna hari ini dia sedang memeriksa kandunganya.Ibu bela mau ke kamar dulu ya,"tunggu dulu bel ibu mau bicara dengan mu", baiklah bu bicara saja Langsung.


"Tidak ibu mau bicara dikamar kamu saja kita ke kamar kamu saja",ya udah kita ke kamar saja akhirnya kami duduk diatas kasur aku kembali bertanya penasaran dengan yang akan disampaikan oleh ibu.ibu ibu memangnya ibu mau ngomong apa kayaknya serius sekali Bu.

__ADS_1


Dari duduknya ibu berdiri menuju laci meja hias ku,"ibu cuma mau tanya dari mana kamu dapet gelang ini (mengangkat tangan memperlihatkan gelang itu)".bukan kah itu gelang bela karna disitu ada ukiran nama bela,tapi kenapa bela lupa dengan gelang Bu bela cuma ingat kalo gelang itu pemberian ayah bu.


"Ohh kalo gitu gelangnya disimpan aja lagi,jangan dipakai atau dibawa-bawa lagi ya bel",emangnya kenapa bu kok gelangnya gak boleh dibawa tapi gelangnya bagus banget Lo bu."udah dengerin ibu aja ya ibu cuma takut terjadi apa-apa sama kamu sayang".


Loh kok omongan ibu sama ya sama mas adam, aku semakin penasaran apa yang terjadi dibalik gelang ini aku rasa ini hanya sebuah gelang biasa tapi kenapa gelang ini seperti menyimpan petaka.


Kegiatan biasanya terus berjalan mengajar,dan hari-hari berikutny aku kembali harus menemani pak brian melakukan sosialisasi dikampung tentang menjaga keamanan.sekaligus sebagai acara perkenalan dari polisi disini,mas adam juga ikut disitu tapi mas adam tidak terlalu dekat dengan ku namun dia selalu mengawasi ku dari kejauhan.


Selesai acara ini,pak brian mengajak ku untuk pergi sebentar dari kegiatan ini dan dia mengajak ku melihat pemandangan persawahan yang indah.lagi-lagi aku mencemaskan hal yang menurut ku tak mungkin terjadi,tapi bisa jadi itu terjadi.


Pembicaraan lagi-lagi diawali dengan hal biasa,tapi sepertinya tetap menuju hal itu ya aku harus kembali mendengar seorang pemuda Mencintai aku.tapi aku merasa kenapa mereka harus menyukai aku dalam keadaan bersamaan,aku kembali harus menolak.


"Baiklah kamu boleh pikiran lagi sampai jawabannya bener-bener sudah menjadi pilihan mu",ya sudah kalo begitu kita kembali saja ke tempat tadi pak "ya sudah kamu duluan jalannya" gak usah pak aja yang jalan duluan biar bela dibelakang,kan emang gitu seharusnya "baiklah saya akan jalan duluan".


Aku merasa lega ketika ia berjalan didepan, sekarang yang harus aku lakukan apa siapa pilihan yang harus aku pilih.mereka semua baik denganku, sekarang Zidan malah balik memusuhi, padahal dari awal aku memang menolak niatan lamaran itu.


Sekali lagi jangan sampai giliran dr.daffa juga Mencintai ku itu tidak boleh terjadi, tapi jika itu juga terjadi maka aku tidak dapat berpikir lagi.


Setelah sosialisasi selesai mas adam datang menemui ku,"bel nanti mas aja yang ngantar kamu pulang" iya mas tapikan bela tadikan bawa motor kesini.

__ADS_1


"Ya udah nanti mas mau bicara sama kamu kalo udah sampai dirumah",iya mas kalo gitu bela pulang duluan ya kan sekarang semuanya juga mau balik ke kantor polisi kan mas.


"Benar yaudah kamu duluan aja pulangnya, hati-hati dijalan"bela pamit pulang duluan ya mas aku bersalaman dengannya assalamualaikum "waalaikumussalam".


Aku kembali pulang dengan perasaan yang tidak tenang karena hal yang terjadi ini,aku takut mengecewakan mereka tapi aku juga tidak bisa menerima mereka.


Aku harap mereka tidak menjauhiku karena hal ini, baiklah aku lebih baik menenangkan diri terlebih dahulu.saat sampai dirumah aku langsung masuk dan mengambil minuman dingin sambil duduk ditaman belakang.


Wahh segar sekali rasanya bisa bersantai sambil meminum minuman yang segar ini,"heiii ngapain nyantai disini" astagfirullah kakak udah berapa kali bela bilang jangan ngagetin bela gitu ahh.


"Iya maaf dek kamu kan tau kak suka lupa kalo kamu bilang jangan ngagetin kamu lagi, tapi kak lihat kamu lagi happy banget ni gimana sama tafsiran kak kemarin".


Wahh selamat kak tafsiran kak betul banget,"benaran dek wihh kak kan emang udah bilang kalo semuanya itu bakalan terjadi,yaudah ceritain sama kak gimana kronologis nya".


Emangnya kecelakaan kronologis segala, sebelum kak dengar cerita tentang mereka itu,lebih baik kak jawab dulu persoalan yang lebih serius dari mereka.


"Wahh waahha ada yang lebih serius ini ada yang langsung ngajak nikah ya udah iyain aja tunggu apa lagi"dengan wajah bahagia dan senyumannya.aku langsung lantang mengatakan, apakah kak tu cerita dibalik gelang waktu kecil yang berukirkan nama bela.


"Gelang berukirkan nama kamu bela" secara spontan kak putri langsung terdiam dan sedikit kaget saat aku mengatakan itu.

__ADS_1


__ADS_2