Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
81. Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Beberapa menit akhirnya kami sampai di salah satu restoran dan masuk kedalam restoran itu,tapi sebelumnya aku yang turun dan masuk lebih dulu karena angga ingin memarkirkan mobil dulu.


Tapi aku tetap menunggu dia dulu dan masuk kedalam restoran bersama,tak sengaja aku malah bertemu dengan dr.daffa aku beruntung bisa bertemu dengannya saat dirumah sakit tadi sepertinya dr.daffa tidak ada disana.


Aku lah yang menyapa dirinya terlebih dahulu, Assalamualaikum dokter dr.daffa masih ingat akukan bela. "( aku tentu akan mengingatmu bela bahkan jauh sebelum kita kembali bertemu,kau yang tak mengingat diriku bela batin Daffa) tentu saya masih ingat dengan kamu bela bagaimana kabarmu?".


Alhamdulillah aku sehat dok, " sudahlah jangan panggil aku dokter ini bukan dirumah sakit panggil saja daffa" agak sulit juga karena aku sudah terbiasa dok maksudnya daffa.


"Selamat ya atas pertunangananmu dengan angga mas Brian yang memberi tauku" ucap Daffa dengan raut wajah kecewa. Kenapa dr.daffa terlihat sedih kecewa apa mungkin karena kesalahanku begitu juga kepada pak Brian tapi aku benar-benar tidak bisa memilih diantara mereka berdua.


Daffa bela minta maaf atas kesalahan bela dan juga mengenai hal itu tapi bela bener-bener gak bisa memilih diantara dr.daffa sama pak Brian bela minta maaf maaf banget.


"Udah bela gakpapa mungkin takdir kita emang sebagai teman atau sahabat saja, tidak bisa memiliki bukan berarti tidak bisa bersahabat juga bukan" ucap dr.daffa


Kalo masalah persahabatan bela janji akan menerima siapapun sebagai sahabat bela, ohh ya kalo bela mau tanya sama daffa udah ada calonnya belum.


"Loh kok malah balik nanya gitu sekarang dr.daffa ini lagi sibuk untuk mengurus rumah sakit dulu bersama papa dr.bagas" jawab Daffa

__ADS_1


Gak kalo Daffa mau bela kenalin sama teman-teman bela siapa tau ada yang joodh,tapi kalo dr.daffa cari yang dokter juga sih gak ada " udah gak usah ( aku menginginkan dirimu bela bukan temanmu batin Daffa) kalo gitu ayok masuk lagi nungguin siapa berdiri terus disini?"


Bela nungguin Angga itu dia, "dokter daffa kenapa semua laki-laki yang dekat dengan bela harus kembali bertemu inilah ketakutan diriku bela, dirimu seperti berlian yang berharga bahkan diperebutkan semua orang begitu juga sampai-sampai dua saudara kandung itu jatuh cinta kepada dirimu (batin angga)".


"Hai apa kabar dokter daffa ya kalo tidak salah" ucap angga,


" Bener dan anda adalah angga tunangannya bela bukan" ucap Daffa,


"Benar saya baru saja bertunangan dengan bela jika dr.daffa ingin makan juga direstoran ini bergabung saja dengan kami bolehkan sayang bela" ucap angga


Sayang kenapa angga memanggilku dengan panggilan sayang, apakah tadi kepalanya terbentur batinku benar dr.daffa.


"Baiklah mari masuk dan makan bersama" ucap angga Aku sangat senang bisa bertemu dr.daffa maksudku Daffa tidak tau kenapa aku merasa senang jika didekatnya seperti aku sudah lama sekali menganalnya.


Seperti Zidan dan Raka begitu juga dengan Daffa seperti sahabatku dari kecil perasaanku, akhirnya kamipun memesan makan sambil terus mengobrol santai.


Sebelum pesanan datang aku ingin ke toilet dulu, Angga daffa aku izin kebelakang dulu sebentar saja " baiklah silahkan"ucap mereka.

__ADS_1


Selesai dari toilet akhirnya kamipun menyantap makanan yang ada.


Aku merasa jika Daffa tiba-tiba bersikap aneh dia selalu memandang wajahku berlebihan, " maaf bela aku ingin selalu begini menatap wajahmu sebelum kau sah menjadi milik angga" batin Daffa.


"Kurang ajar sekali dokter sialan ini kenapa dia terus menatap bela tanpa henti, aku yakin kau masih menaruh perasaan kepada tunanganku bela lihat saja apa yang akan aku lakukan jika kau berani macam-macam" geram Angga.


Setelah selesai akhirnya kamipun saling berpamitan " bela sayang kamu diluan saja ke mobil aku ingin ke toilet dulu" baiklah aku tunggu diparkiran daffa aku duluan " baik aku juga akan kembali kerumah sakit".


Akupun pergi meninggalkan mereka,


Saat sama-sama berdiri Angga yang sudah geram dari tadi berdiri disamping Daffa sambil berbisik. " Ingat kau itu tampan dan seorang dokter banyak perempuan yang menyukai mu maka dari itu,kau tak perlu harus menatap bela tunanganku ingat sebentar lagi dia akan menjadi istriku.


Dokter daffa juga harus tau jika aku angga mengetahui semua tentangmu, bahkan perihal kau juga Mencintai bela begitu juga saudaramu si Brian itu. jadi jangan macam-macam brother (memukul bahu dr.daffa) Permisi Assalamualaikum.


"Waalaikumussalam, kenapa daffa bisa tau semuanya darimana dia mengetahuinya tidak kau tak bisa memisahkan aku atau melarangku untuk berteman dengan istrimu bela".


"Cepat masuk ke mobil" tegas angga, kenapa sikapnya berubah lagi "jangan terlalu sering bertemu dengan dokter itu dan siapapun itu terutama laki-laki ingat itu, aku juga tau mengenai dr.daffa, Brian,Zidan,dan Raka mengenai perasaannya kepadamu" jelas Angga.

__ADS_1


Kau cemburu Angga tapi kenapa kau tau tentang mereka, darimana juga kau tau tentang semua ini. "itu tidak perlu yang jelas kau harus mendengarkan semua perintah ku jika kau tak ingin membuat ayah ibu dalam bahaya maka jaga lah sikapmu".


__ADS_2