Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
7. Sampai


__ADS_3

Ibu memanggilku untuk memasukan barang-barang kedalam mobil karena kami akan segera berangkat ke rumah bibi.


" Bantuan ibu ya masukin barang-barang ke mobil " ujar ibu.


" Siap bu bela segera datang semua perlengkapan dan barang -barang lainnya sudah dimasukan sekarang kita tinggal berangkat dan pamitan sama kak putri " ucapku.


Kak putri tidak berangkat hari ini ya karena dia akan berangkat dengan suaminya besok sore jadi kamipun pamitan sama kak putri.


" Put ibu, ayah sama bela berangkat dulu ya " ujar ibu.


" Iya ibu, ayah bela maaf putri gak bisa berangkat dulu sama ibu, ayah juga bela " ujar putri.


" Gakpapa put nantikan kita bisa ketemu disana kita tunggu disana ingat harus datang ya put sama bayu " ujar ibu.


" Iya bu putri pasti datang kok sama mas bayu " ujar putri.


Kamipun memasuki mobil dan melambaikan tangan pada kak putri.


" Sampai jumpa kakak cerewet dan paling ngeselin " godaku pada kak putri.


" Awas ya nanti kakak bales liat aja " ujar putri.


Akhirnya aku, ibu dan ayah menuju rumah bibi jaraknya cukup jauh dimana kami harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam perjalanan.


Aku sudah tidak sabar ingin cepat sampai disana karena aku ingin menuju air terjun yang indah itu.


" Bel " ujar ibu.


" Iya bu ada apa ? " ucapku.


" Ibu boleh tanya sesuatu gak sama bela ? " ujar ibu.


" Bolehlah bu emangnya ibu mau nanya apa bu " ucapku.


" Ibu cuma mau nanya rencana bela kapan mau nikah atau ada target umurnya gitu bel ? " ujar ibu.


" Bu belakan udah bilang gak usah bahas soal ini lagi bela sekarang ini cuma mau kerja dulu dan bela juga gak ada target-targetan buat itu bu.


Ibu sama ayahkan pasti tau menikah itu kalo udah siap semuanya siap mental, fisik pokoknya semua hal bu, bela mau bilang sekali lagi sama ibu bela mohon ibu jangan nanya atau bahas soal ini lagi bu bela mohon sama ibu, ayah, sama kak putri kalo emang udah ketemu jodohnya pasti nikah jugakan bu " ucapku.


" Tapi bel ibukan sama ayah udah semakin tua nanti kami gak bisa lihat anak bungsunya ibu sama ayah nikah dan diwaliin sama ayah " ujar ibu.


" Ibu sama ayah gak usah ngomong gitu juga bu yah maut itu ditangan allah udah aahh bela males bahas soal ini lagi ( wajah cemberut ) " ucapku.


Akupun hanya diam dan tak mengeluarkan kata-kata apapun begitu juga ayah, ayah hanya diam dan tetap menjaga perasaanku.

__ADS_1


Mungkin karena hal yang sama kemaren dimana aku sampai menangis semalaman jadi sekarang ini ayah tidak terlalu memaksaku dalam hal menikah.


Disaat aku sedang terdiam tiba-tiba saja zidan menelpon ku dengan panggilan video saat itu rasanya aku tidak ingin mengangkat telponnya, tapi mungkin saja ada hal yang ingin ia sampaikan baiklah aku akan mengangkat teleponnya.


" Assalamualaikum " ucap zidan.


" Walaikummusalam ada apa zid " ucapku.


" Maaf bel zidan ganggu ya, ini aila katanya mau ngobrol sama kamu ni aila " ujar zidan.


" Haii kak bela apa kabar " ujar aila polos.


" Haii juga aila kabar kak sehat aila juga sehatkan " ucapku.


" Iya kak aila sehat kok kak ohh ya kakak lagi dimobil ya emangnya kak bela mau pergi kemana kak ? " ujar aila.


" Oohh ini kakak mau pergi ke tempat bibinya kakak ada acara pesta ai " ucapku.


" Berarti kak bela gak di rumah ya yaudah kak gakpapa ohh iya aila cuma mau bilang kalo tadi kakak ke sekolahan ailakan tapi aila gak lihat kak bel " ujar aila.


" Ohh aila mau nanya soal itu tadi kebetulan kak bela cuma sebentar di sekolahannya aila, kak cuma ngantar surat lamaran kerja aja jadi langsung pulang lagi " ucapku.


" Maksud lamaran kerja apa kak " ujar polos aila.


" Asikk dong aila seneng banget kalo kak bela jadi gurunya aila " ujar aila.


" Tapi belum diterima juga sih jadi gurunya ai kak harus nunggu dulu jawaban dari sekolahnya aila " ucapku.


"Yaudah deh kak kalo gitu aila tutup dulu ya kak dahh kak bela " ujar aila.


" Yaudah bela aku tutup dulu ya kamu lanjutin perjalanannya aja assalamualaikum " ujar zidan.


" Waalaikummusalam " ucapku.


......................................


" Ayah nanti pas sampai dirumah bibi kita langsung ke air terjunnya ya yah bela pengen kesana " ucapku.


" Tapi bel pas sampaikan udah sore mendingan besoknya aja ya kita pergi kesana " ujar ayah.


" Kalo besokkan acara nikahannya, besok lagi resepsi, terus kapan perginya ayah " ucapku sedikit kesal.


" Belkan masih ada 2 hari lagi disana jadi kamu boleh pergi kemana aja ayah temenin full kemana aja bela maukan " uajr ayah.


" Yaudah deh gapapa yah tapi ayah janji ya sama bela gak boleh bohong apalagi sampai gak jadi pergi " ucapku.

__ADS_1


" Iya bela ayah janji " ujar ayah.


Tak tak terasa kami hampir sampai di rumah bibi dimana hari sudah menjelang senja sedangkan aku sudah tertidur setelah membahas untuk pergi jalan-jalan dengan ayah tadi.


" Bel bela bangun bel kita udah sampai " ujar ibu.


" Iya bu bela bangun ( dengan mata masih sedikit tertutup) koper bela bu.. " ucapku.


" Udah dibawa sama ayah ke dalam tu sekarang tinggal kamu aja yang belum masuk nak udah yuk bangun " ujar ibu.


" Iya bu bela udah bangun kok bu tapi bu.... " ucapku.


" Apalagi bel turun aja cepetan " ujar ibu.


" Hijab bela gimana berantakan gak bu ? " ucapku.


" Gak sayang udah cepatan turun katanya tadi mau cepat sampai pas udah sampai turunnya malah lama " ujar iby.


" Ibu kok jadi ibu yang bawel kayak kak putri ya " ucapku.


" Udah cepetan turun bel " ujar ibu sambil tersenyum.


" Iya bu ini bela udah turun kok " ucapku.


Aku dan ibupun masuk menuju rumah bibi saat didepan kami sudah disambut oleh bibi dan paman.


" Haii bela apa kabar udah gede aja ya sekarang ohh iya bibi mau ucapin selamat sama bela atas gelar sarjananya. maafin bibi sama paman ya bel gak bisa hadir diacara wisudanya bela " ujar bi laras.


" Iya bi paman gakpapa lagian udah banyak yang hadir juga pas hari itu ohh ya si mempelai wanitanya mana bi " ucapku.


" Mungkin ada dikamarnya bela masuk aja bela masih ingetkan kamarnya " ujar bi laras.


" Ingetlah bi ya udah bela masuk duluan ya bu bibi paman " ucapku.


" Iya bel " uajr mereka.


Akupun menuju kamar si bem ya panggil dariku untuknya saat kamu kecil dulu saat menuju kamarnya aku sangat terpesona dengan dekorasi pernikahannya bem dimana dekorasinya berwarna putih dan biru langit itu warna favoritnya aku.


Saat itu akpun langsung menuju kamarnya bem tapi kenapa aku menjadi ragu saat dihadapkan 2 pintu aku ragu karena posisi barang-barang waktu dulu sudah berubah ternyata dan malahan semuanya sudah sangat berubah dari rumah bibi dulu.


Tapi aku yakin kamar bem yang di sebelah kiri akhirnya akupun membuka pintu kamar dan mengejutkan bem.


" Apa kabar mbemmmm " teriakku


Tapi ternyata aku bukan melihat bem aku rasa aku salah masuk kamar.

__ADS_1


__ADS_2