Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
39.Ayah Jatuh Sakit


__ADS_3

Ya ternyata yang datang adalah angga bukankah dia baru beberapa hari lalu pulang ke kota.kenapa sekarang dia datang kesini lagi,apa yang harus aku lakukan lagi ya Allah berikanlah kemudahan.


Silahkan masuk angga mas bayu,"makasih bel putri mana kak putri ada dikamar mas tadi dia bilang mau narok tas dulu".kalo gitu silahkan duduk dulu biar bela buatin minuman dulu buat mas sama angga,gak usah pakai minum bel duduk aja.


"Mas ke kamar dulu ya sebentar kalian ngobrol aja dulu",ya ampun kenapa gini lagi gini lagi tapi demi ayah dan ibu aku hanya bisa mengiyakan.aku mencoba bertanya kepada angga,angga bukankah kamu baru beberapa hari balik ke kota kenapa kesini lagi ada acara atau tugas lagi.


"Sebenarnya aku akan sering kesini bel, karena yang akan aku bawa ke kota belum bisa jadi mungkin aku akan terus kesini". emangnya kamu mau bawa apa angga dengan senyum dan tawa kecil ku, semuanya itu bisa dibawa tapi kalo kamu mau bawa rumah atau bawa kebunnya ayah ke kota ya jelas gak akan kebawa Sampai kapan pun.


"Aku emang gak akan bawa itu bel,tapi aku akan bawa salah satu paling berharga sekali buat ayah kamu",kamu mau bawa apa sih angga bela gak ngerti ni.


"Aku mau bawa seseorang yang lagi ngobrol sama aku sekarang,dia lah yang belum mau aku ajak dan bawa dia ke kota jadi aku harus bolak-balik kesini".


Ehhhh emmmm aku wah kamu ternyata bisa becanda juga ya,"aku gak becanda bel aku kan udah pernah ngomong sama kamu dan keluarga kamu kan".


Iya angga sekali lagi aku mengucapkan terima kasih sama kamu,tapi maaf sekarang aku memang belum siap.ohh ya kamu gak mau ketemu ayah dan ibu,aku panggil mereka dulu ya kamu tunggu aja disini aku permisi dulu.


Aku sengaja menghindar dan mengalihkan pembicaraan,tapi ketika akan pergi mas bayu dan kak putri datang."lohh mau kemana bel duduk disini aja dulu ngobrol-ngobrol",gak bela mau manggil ayah sama ibu dulu ke kamar sebentar aja bela permisi.


Aku langsung menuju kamar ayah dan ibu,tok tok tok ibu ayah ini bela "iya bel masuk aja" ayah mana bu "ayah lagi dikamar mandi" ohh itu ada ang...... terdengar suara ayah yang terjatuh dikamar mandi.

__ADS_1


"Astagfirullah buuuuu" dan langsung hening aku dan ibu langsung ke kamar mandi dan membuka pintu terlihat ayah sudah tergeletak.ibu langsung berteriak astagfirullah bapak,akupun juga memanggil ayah ayah dan berteriak memanggil kak putri.


kak kakak putri kesini dulu ayah jatuh mereka semua datang, "astagfirullah ayah ayah kenapa bel bu" mungkin tadi ayah gak sengaja kepeleset kak karna ayah sempat teriak.


Mas bayu,Angga tolong bawa ayah kemobil cepat nanti ayah kenapa-kenapa lagi.mereka pun membawa ayah ke mobil dan menuju puskesmas,bela ambil hp dulu ke kamar dengan cepat aku menuju kamar.


Saat sampai didepan hanya ada angga sendirian,"Udah siap bel kamu berangkat sama aku aja ya aku bawa mobil kok".tanpa pikir panjang karena aku sangat kawatir dengan ayah,ya udah aku sama kamu tapi aku kunci pintu dulu.


Aku sangat kawatir dan sedih, sehingga aku tak berhenti meneteskan air mata aku takut ayah kenapa-kenapa mengingat kondisinya memang lemah.


Ya Allah tolong sembuhkan ayah, berikanlah kesehatan untuknya sambil terus menengadahkan tangan."Bel tenang bawa istiqfar jangan berpikiran yang aneh-aneh,aku yakin ayah kamu selamat tenang aja".


Tapi angga kamu gak tau kalo penyakit ayah itu semakin parah,dan sangat lemah aku takut ayah kenapa-kenapa.akhirnya kami sampai juga dipuskesmas,dan aku langsung turun dari mobil angga bahkan mobil itu belum sempat terpakir dengan baik.


"Bel udah sayang gak usah nangis terus yang kamu perbanyak doa aja biar ayah sembuh dan gak terjadi sesuatu yang bahaya buat ayah".


"Angga sekali lagi ibu dan semuanya ngucapin terima kasih sama kamu, karena udah bantuin kami tadi"iya bu gakpapa semoga pak cepat sadar dan gak terjadi hal yang bahaya untuk pak".


Bela juga ngucapin terima kasih ya sama angga,mas bayu juga "iya bel itukan udah jadi tugasnya mas buat bantu ayah"."iya bel aku juga mau bantu pak kan gimana juga dia udah baik sama saya selama disini".

__ADS_1


Setelah sekitar setengah jam lebih,dr daffa keluar dari ruangan ayah aku orang pertama yang langsung bangun dan mencecar banyak pertanyaan pada dr.daffa.


Dok gimana keadaan ayah,ayah baik-baik aja kan tapi dr.daffa hanya diam dan sulit berkata.dokter jawab pertanyaan saya,jangan bilang terjadi sesuatu sama ayah aku langsung lemah dan aku rasa aku jatuh pingsan.


Tak terasa aku terbangun karena bau minyak angin dihidungku ini,saat bangun aku langsung menanyakan ayah gimana Bu kak ayah baik-baik ajakan.


"Iya sayang ayah gakpapa dia cuma keadaan ayah emang benar-benar lagi lemah banget jadi sekarang ayah butuh pengobatan yang lebih baik dan intensif lagi".


Alhamdulillah ayah masih baik-baik aja kalo gitu ayah dibawa berobat ke kota aja Bu kak,"iya bel rencana kami emang gitu tapi kata dr.daffa kita tunggu sekitar satu sampai dua hari ini.kalo emang ayah masih lemah,baru kita ke kota buat pengobatannya.


Bela boleh lihat ayahkan Bu,"iya bel tapi kita tunggu mereka keluar dulu didalam ada dr.daffa,Bayu sama Angga nanti setelah mereka selesai giliran kita yang masuk dan jagain ayah sampai bener sembuh.


Tadi yang ngangkat bela ke kursi ini siapa Bu kak,"ohh ya mereka bertiga bel tapi yang langsung panik duluan dr.daffa sama Angga sih".kak udah ahh jangan becanda gitu Kitakan lagi sedih dan kawatir sama kondisi ayah,"iya bel kak tau habisan kamu nanya ya kak jawab lah".


"Udah putri, bela jangan berantam disini juga ya ingat ini rumah sakit",iya bu saat itu mereka bertiga keluar "udah sadar bel dari pingsannya" udah dok "kayaknya kamu sayang banget ya sama ayah kamu,sampai jatuh pingsan gitu".


Lagian dokter bela tanyain malah diam aja,kan bela mikirnya kemana-mana kalo gitu bela boleh liat ayah kan dok "silahkan ayah kamu juga udah sadar dan tadi dai juga panggil nama kamu".


Yaudah semuanya bela masuk duluan ya,aku langsung masuk dan disusul ibu dan kak putri.ayah ayah gimana keadaannya udah membaik belum,"udah bel tapi badan ayah masih lemah dan ini masih pakai oksigen karena nafas ayah masih sesak" terdengar suara ayah lirih dan tak berdaya.

__ADS_1


Aku sangat sedih sekali melihat ayah seperti ini,ohh ya ayah mau gak kita berobat ke kota aja disanakan alat-alat medisnya lebih lengkap dibandingkan dipuskesmas kita ini ayah.


Ayah hanya diam ntah dia menolak atau dirinya memang masih terasa lemah, untuk berbicara kalo gitu ayah istirahat aja dulu biar kondisinya lebih fit dan segar.akupun menggenggam tangan ayah seakan ingin memberi energi dan kekuatan kepada ayah untuk semangat dan bertahan.


__ADS_2