
Mas jangan ngomong gitu ah bela takut,emangnya kenapa bela gak boleh ngebantah mas dan bela mohon mas gak nakut-nakutin bela karna disaat itu bela akan semakin takut.
"Gak mas lihat kamu sekarang udah dewasa,jenjang yang akan kamu tempuh berikutnya akan lebih serius.dan mas lihat ada beberapa laki-laki yangendekati kamu",ohh ini gara-gara tadi ya mas bela tapi bela sama mereka temanan.
Lagian kalo sama pak brian dan dr.daffa pastias tau kalo bela juga baru kenal,kalo sama zidan bela udah dari kecil kenalnya dan raka itu sahabat bela dari SD berarti bela udah sahabat lama sama mereka berdua.
"Mas tau bel tapi jangan terlalu akrab dan baik sama semua orang,mas juga udah denger masalah kamu waktu itu dari ibu,ayah,dan kak putri".masalah apa mas ohh iya bela tau tentang lamaran keluarga zidan ke bela,"iya berarti bukan hanya zidan yang udah suka sama kamu tapi keluarganya jugakan".
Tapi ibu ceritakan gimana tanggapan bela,bela gak mau nikah cepet-cepet apalagi sekarang bela lebih seneng."kenapa seneng sekarang emangnya dari kemaren gak seneng" ya kan sekarang ada mas adam jadi yang harus nikah duluan mas adam lah yakan.
"Kamu paling bisa ya ngelak dari omongan orang,pokoknya kamu lebih hati-hati jaga perasaan meeeka jangan sampai ada masalah atau hal-hal lainya terjadi".Loh kok mas ngomong gitu kan bela udah bilang bela gak ada masih kurang gak ada hubungan atau suka sama mereka.
"Kamu emang gak ada bel tapi mereka siapa tau ada yang suka sama kamukan kita gak tau,terutama sama mereka".Udah-udah jangan bahas bela lagi sekarang giliran mas adam,lagian kita udah lama gak ketemu jadi bahas dan cerita tentang mas adam bukan malah bela terus.
__ADS_1
Ohh ya kalo bela tanya tentangas adam soal yang pergi dari rumah ini kenapa?,karna kalo cuma ayah gak suka mas masuk kepolisian kenapa harus pergi dari rumah jauh lagi sampe masnya ke kota.dan satu lagi apa penyebab atau faktor yang paling buat ayah benci sama polisi mas.
"Andai kamu tau semua jawaban dari pertanyaan kamu bel,adalah ketakutan yang paling mas kawatirkan terhadap diri kamu dan hidupmu karna bahaya itu seperti mengintai pada dirimu",suara mas adam pelan tapi masih sedikit aku dengar walau ia seperti tidak tau.
Kenapa bela mas,"gak pokoknya kamu harus jaga kesehatan dan keamanan kamu tanggung jawab mas" tapi mas belum jawab pertanyaan bela dan bela lihat mas kayaknya lebih ngejaga bela dan kami semua."bener itulah tugas mas sekarang sebagai tanggung jawab atas selama ini mas gak ada didekat kalian,sekarang mendingan bela tidur besok udah ngajar lagikan".
Ya udah mas juga tidur ya,bela istirahat duluan selamat malam mas akupun menuju kamar dan merasa kepikiran dengan ucapan mas adam tadi seperti akan terjadi hal buruk pada kami termasuk diriku sendiri.tapi aku kembali merasa kalo selama ini aku baik-baik saja,sudahlah lebih baik aku tidur ohh ya sebelum tidur aku ingin melihat kondisi ayah dulu.
Saat sampai didepan kamar ayah aku tidak langsung mengetuk pintu takut jika ayah dan ibu sudah tidur,akupun membuka pintu pelan-pelan ternyata benar mereka sudah tidur baiklah lebih baik aku kembali ke kamar,akupun kekamar mengunci pintu dan tidur hari ini rasanya sedikit melelahkan akupun tertidur.
Tapi inilah hari yang terus aku lakukan setiap harinya,dan kegiatan biasanya dilalui setiap hari sarapan,siap-siap bekerja dan waktu untuk keluarga.sampai akhirnya sampai pada malam minggu ini,ohh ya aku tak pernah keluar rumah saat malam minggu namun hari ini mas adam mengajak kami makan diluar.
Jika anak muda keluar malam minggu dengan pasangannya,aku bahkan dengan keluarga besar biasa kami hanya makan-makan jajan tradisional didaerah kami dan setelah itu pulang kerumah.Sampai dirumah kami duduk sebentar diruang tamu aku sempat berpikir tidak mau meminta izin didepan mas adam.
__ADS_1
Karena aku yakin sekali mas adam yang akan mengantarku menghadiri acara lamaran sindy besok,tapi aku masih terpikir dengan ucapan mas adam malam itu.baiklah aku mencoba meminta izin pada ayah ibu dan yang lainya,Ayah ibu,mas,dan kak putri bela mau izin pergi boleh ya besok.
"Mau kemana bel",bela mau ke acara lamaran temannya bela dikota sindy yang waktu itu bela ceritain yah,ibu,kakak."ohh iya yang sindy nelpon pas acara zidan kan bel",iya betul kak "ibu sama ayah izinin tapi perginya diantar sama adam ya bel".
Tapikan bela mau sama temen-teman aja bu,"udah sama mas aja kamu ingatkan yang mas bilang waktu itu".iya mas bela ingat ibu sama ayah atau kak putri mau ikut gak,sindy undang semuanya kok,"ayah gak ikut ya bel,ibu juga gak ibu jaga ayah aja dirumah".
"Kak juga ikutkan udah ada adam yang nemenin,yaudah kak duluan ke kamar mau istirahat yok mas bay","Udah sama mas aja" "ibu sama ayah kekamar juga ya duluan" iya ayah bu.Bela mau diantarin sama mas tapi sendiri aja gak usah bawa temen lagi ya,"maksud kamu pak brian bel?.
Ya habisan setiap mas pergi dia ikut,Ya udah pokoknya besok kita berangkat pagi aja biar gak telat."iya adeknya mas udah sana pergi tidur besok kesiangan lagi",yaudah bela tidur duluan ya mas.
Akhirnya akupun tidur dan selala tepat waktu untuk bangun,karna kalo biasanya telat karna kecapekan aja.pagi ibu ayah,pagi menjelang matahari hangat menyambut biasanya ayah berjemur ditemani ibu.
"Belum siap-siap bel nanti apa gak telat kesananya",iya bu tapi bela lagi cari beberapa sepatu bela waktu kuliah karna disitu ada sepatunya sindy waktu itu kebawa jadi bela mau ambil bu."ohh udah ibu simpan di gudang coba ambil disitu ya,ini kunci gudangnya nanti lihat aja didalam lemari ya bel" oke siap bu.
__ADS_1
Akupun pergi ke gudang untuk mengambilnya,sampai disana aku membuka lemari dan ada beberap kotak sepatu.ya termasuk beberapa sepatu ku,ibu bilang yang paling atas saat mengambilnya ternyata ada sebuah kotak juga diatas.saat aku menarik kotak sepatu itu kotak itu terjatuh,dan semua benda dalamnya berantak kelauar.
Ternyata ada satu benda yang manarik dari dalam kotak itu yang terpental ke sudut ruangan,gudang ini cukup gelap dan aku mencoba melihat dan mengambil benda itu ternyata itu adalah sebuah.